
Eylul telah sampai terlebih dahulu di tempat yang sudah ditentukan.Ia memperhatikan sekeliling jembatan yang sepi tanpa ada seseorang disana.
Sesaat kemudian terlihatlah seorang wanita berjalan dari arah depan dengan tangan yang terikat.Eylul cukup jeli dalam melihat sesuatu dari jarak jauh.
"Emi" Ucap Eylul sambil keluar dari mobil dan berjalan kedepan.Namun Emira menggelengkan kepalanya dengan pelan dan memberi isyarat jari agar Eylul kembali masuk kedalam mobil.
"Emira!!"Teriak Eylul.
"Masuk kak masuklah kunci pintunya!pergi!"Teriak Emira dan tidak lamapun tepat dimana Eylul berdiri dihujani oleh banyak peluru yang melesat dari arah yang sangat acak.
Eylul bersembunyi disamping mobil menghindari serangan yang tidak terduga.Sekilas ia mengintip kearah Emira berdiri dan melihat bahwa Emira tidak sedang baik baik saja ada darah yang mengalir dari pelipis dan dahinya.Emira masih mengenakan dress berwarna putih sama dengan Eylul hanya saja dress yang dikenakan Emira sedikit banyak noda berwarna merah.
Eylul membuka pintu mobil dengan sangat hati hati dan mengambil beberapa senjata yang tersisa.
Dengan cukup lihai Eylul menggenggam dua buah pistol ditangan kanan dan kirinya berjalan maju dan mulai menembak kearah sniper sniper tersembunyi.
Tembakan balik yang Eylul berikan selalu tepat sasaran hingga menyisakan beberapa saja yang masih bersembunyi ditempatnya.
"Keluar kalian!Jangan menjadi pengecut" Ucap Eylul dengan posisi masih berdiri tegap dan menggenggam dua buah pistol.
Tidak lama kemudian munculah segerombolan pria berjas dari arah belakang Eylul dan mulai menyerang Eylul.
"Cihh keroyokan yaa baiklah" Ucap Eylul dan mulai menembaki lawannya satu persatu hingga pelurunya habis.
Eylul memutuskan menyerangnya dengan tangan kosong meski dia tahu kali ini lawannya tidak banding.
Tendangan dan pukulan Eylul layangkan kepada setiap musuh yang mencoba menyerangnya.Dengan sigap Eylul mematahkan tulang beberapa musuhnya dan juga melemahkan titik persendian mereka.
"Cihh hanya ini saja,apa bos kalian itu banci beraninya keroyokan dengan wanita!" Ucap Eylul sambil menendang salah satu musuhnya yang sudah terkapar.
"Kak Eyl" Ucap Emira.Eylul segera menoleh dan melihat kearah Emira yang sudah memakai rompi yang dipasangi bom rakitan.
"Emira!!" Teriak Eylul.
"Jangan mendekat jika tidak ingin wanita ini meledak bersama bom kesayanganku" Ucap satu pria yang muncul dari balik Emira sambil menggenggam remot kontrol.
Eylul terdiam memikirkan cara bagaimana menyelamatkan Emira karena ia sadar jika salah perhitungan sedikit saja maka Emiralah taruhannya.
__ADS_1
"Apa maumu" Ucap Eylul saat dirinya mulai kehabisan cara karena selama yang dia tahu hanya Jackson lah yang pandai dalam prihal bom.
"Sederhana aku hanya inginkan kau tiada" Ucap pria itu dan mulai membuka sorban yang menutupi wajahnya.
"siapa kau!" Seru Eylul.
"Tidak penting siapa aku,yang jelas aku ingin kau mati agar Antonius bisa merasakan arti sebuah kehilangan!" Ucap pria itu.
"Lalu apa hubungannya denganku"
"Itu karena kau wanita yang sepesial didalam kehidupan Antonius dia sangat mencintaimu,jadi bagaimana kau selamatkan adikmu ini atau bos yang mencintaimu"Ucap pria itu dengan senyum sringai.
"Kak aku mohon jangan lakukan apapun selamatkan bos Antoni" Ucap Emira memelas.
Setelah sekian lama berfikir Eylul mengambil sebuah keputusan yang nantinya dia sendiri tidak tahu apakah harus menyesalinya atau tidak.
"Emi kau adalah adikku aku bisa melakukan apa saja asal kau selamat,pesanku bimbinglah Perdi kejalan yang benar" Ucap Eylul.
Tak lama kemudian beberapa anak buah pria itu berjalan menghampiri Eylul dan memasangkan rompi bom yang sama.
"Haahhahahaha kau fikir aku bodoh hah" Ucap pria itu dengan tertawa yang sangat lantang.
Tak lama kemudian hujan peluru menyusul tawa pria itu serangan dadakan yang Eylul ketahui itu adalah pertolongan Jackson yang membawa anggota pasukannya dan dari atas tiga hellikopter mengepung jembatan yang mengubungkan dua pulau yang dipisahkan oleh sebuah dermaga.
"Menyerahlah tempat ini sudah aku kepung jika kau masih sayang terhadap nyawamu"Ucap Antonius dari dalam Hellikopter yang jaraknya tidak terlalu tinggi dari permukaan jembatan.
Pria itu memilih mundur karena banding pasukan yang tidak imbang.Namun sebelum ia pergi pria itu sempat menekan tombol remot dan melemparnya kedalam dermaga."Selamat Tinggal" Ucapnya
Bom yang terpasang pada tubuh Eylul dan Emira mulai aktif dan hanya menunjukkan waktu sisa tiga menit.
Jackson segera menghampiri Eylul dan Emira disusul dengan Antonius yang melopat dari atas helikopter.
"Jack selamatkan mreka berdua" Printah Antonius
"Bos waktunya hanya kurang dari tiga menit aku hanya bisa menyelamatkan salah satunya saja" Ucap Jack dengan wajah yang sangat cemas
"Aku tidak mau tau selamatkan mreka berdua Jack" Ucap Antoni membentak.
__ADS_1
"Selamatkan Emira terlebih dahulu karena dia yang memakai bom dulu,kau tenangkan fikiranmu Jack aku percaya kau pasti bisa menyelamatkanku juga" Ucap Eylul tenang tanpa ada rasa takut diwajahnya.
"Tapi Eyl-"
"Jangan buat Jackson panik"Ucap Eylul memotong perkataan Antonoius.
Akhirnya Jackson berusaha semaksimal mungkin menonaktifkan bom yang terpasang pada tubuh Emira.Suasana menjadi hening terdapat kepanikan tersendiri disetiap wajah yang menyaksikannya hingga waktu hanya tinggal satu menit kepanikan dan kecemasan semakin menjadi.
tit..titt..tiitt..tiitttt..
Duarrrrrrrr Terjadi ledakan yang sangat dahsyat saat Jackson berhasil melepaskan rompi yang dikenakan Emira dan melemparnya kearah kiri jembatan.Bom itu meledak sesaat sebelum menyentuh air.
Ledakan bom susulan juga terjadi dari arah samping kanan jembatan
"Eylull!!!!" Teriak Antonius
Semua orang tiarap akibat ledakan bom susulan bahkan Jackson menyembunyikan Emira didalam dekapannya.
"Emira!tidak mungkin" Ucap Antonius sambil berlari kesisi kanan jembatan dan melihat kebawah
Jackson dan Emirapun menyusul Antonius dan melihat sendiri kearah bawah jembatan.
"Kak Eylul hikss hiksss kakakkk" Ucap Emira yang mulai menangis histeris.
"Semuanya cepat cari Eylul dibawah aku ingin dia ditemukan sekarang!!" Printah Antonius kepada anak buahnya.
"Kakakk kau berjanji akan menjadi kakakku selamanya hikss hiksss" Ucap Emira hingga akhirnya dia pinsan dengan sigap Jackson yang disampingnya menangkap tubuh Emira.
"Jack kau bawalah Emi dan panggilkan dokter aku akan menunggu hasil Eylul disini" Ucap Antonius dengan raut wajah yang berkecambuk.
Jacksonpun menggendong tubuh Emira ala bridal style menuju mobil dan membawanya kerumah sakit.
Sedangkan Antonius masih mondar mandir diatas jembatan berharap Eylulnya masih selamat meskipun ia sendiri sempat berfikiran negatif karenya nyatanya Eylul jatuh dari atas jembatan dengan bom yang terpasanf pada tubuhnya
"Bodoh kenapa aku tidak menyadari bahwa ia akan senekat ini!Aku bersumpah jika kau kembali dengan selamat aku akan pergi jauh meninggalkanmu Eylul!" Ucap Antonius.
Bersambung
__ADS_1