Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 39


__ADS_3

"Terkejut kah?" Ucap Eylul.


Eylul tengah berdiri diatas panggung bersama Iren yang duduk disebuah kursi dengan posisi masih belum sadar tangan dan kakinya diikat.


"Kenapa ada dua kak Eylul" Ucap Lunara


suasana aula pesta yang tadinya ramai menjadi hening semua pandangan tertuju pada Eylul dan Iren.


"Hay Lunara sayang masih ingatkah denganku" Ucap Eylul


"Jika kau bingung jawabannya masih ada pada kakakmu itu" Ucap Eylul lagi dan Lunarapun menatap kearah James


"Eyl aku bisa jelaskan"


"Jangan panggil namaku" Ucap Eylul sarkas dan membuat Iren tersadar.


"Emhh ka..kau" Ucap Iren terkejut saat melihat Eylul berdiri disampingnya.


"Lepaskan aku" Teriak Iren sambil meronta ronta


"Sstttttt diamlah" Ucap Eylul sembari menaruh jari telunjuknya pada bibir Iren.


"Para undangan dan hadirin sekalian mohon maaf atas ketidak nyamanan anda tapi pestanya sudah berakhir karena kami ada urusan keluarga kalian dipersilahkan untuk meninggalkan aula ini dan Lunara maaf kakak telah mengacaukan pestamu" Ucap Eylul lantang dan akhirnya satu persatu para undanganpun pergi meninggalkan aula


Tinggallah beberapa anak buah Antonius dan keluarga James.


Suasana kembali hening hingga tidak ada satupun yang membuka mulut hingga.


"Johan lepaskan aku" Ucap Iren dengan keras namun Johan tetap terdiam berdiri ditempatnya tanpa berkutik ia tahu bahwa ada beberapa sniper yang mengincarnya dari tempat tersembunyi.


"Wahh wah wahh...lihatlah kekasihmu itu dia saja lebih menyayangi nyawanya sendiri,kalian ini cocok ya satunya pelakor satunya lagi fuckboy" Ucap Eylul sambil mengitari Iren


"Apa maksudmu kau Eylul palsu kan,Luna selamatkan kak Eylulmu ini" Ucap Iren.

__ADS_1


"Apa maksudnya ini" Ucap Lunara mulai bingung


"Jangan bawa bawa Lunara dalam hal ini,kau yang sudah menyamar menjadi aku menguasai kediaman Valerry beserta seluruh aset yang papaku miliki,wanita rubah" Ucap Eylul


"Akui kejahatanmu atau kekasihmu akan tiada..upsss maksudnya suamimu" Ucap Eylul dengan sringai.


"Jangan sakiti Johan" Ucap Iren mulai cemas karena dibelakang Johan memang sudah ada seorang pria yang menodongkan senapan tepat dikepala Johan


Eylulpun berjalan kebelakang panggung dimana banyak rangkaian bunga mawar yang tertata dengan rapi,Eylul mengambilnya dan kembali berjalan menuju Iren


"Eylul hentikan!" Bentak James.


"Diam!! Siapa kau berani membentakku" Ucap Eylul tak kalah membentak hingga membuat Nislen dan Lunara terkejut melihat Eylul yang sangat jauh berbeda dari yang mereka ketahui.


"Akui siapa dirimu atau kau akan melihat Johan lenyap didepan matamu!" Ucap Eylul mengancam.


Ceklek Suara senapan yang sudah siap untuk menembak Johan


"HAHAHAHA kau fikir aku akan takut dengan ancamanmu,aku tau benar kau itu gadis lemah bahkan jangankan membunuh manusia membunuh semutpun kau tidak akan tega" Ucap Iren disela sela ketakutannya.


Dorr... Satu tembakan Eylul lesatkan mengenai paha Johan membuat Iren terbelalak begitupun dengan James Nislen dan Lunara


"Aghkkk Tolongg" teriak Johan


"Iren katakan saja ku mohon aku bisa mati sayang" Ucap Johan dengan rintihannya.


"Yaa akulah yang membunuh kedua orang tuamu" Ucap Iren dengan berkaca kaca melihat Johan tidak berdaya menahan sakit dibagian pahanya.


"Baiklah ternyata omonganmu benar juga Perdi" Ucap Eylul tanpa ekspresi ia juga mulai berkaca kaca setelah mendengar ucapan dari Iren


"Mengapa kau menghabisi orang tuaku!" Ucap Eylul dengan penuh amarah.


"Dia bukan orang tuamu kandungmu Eyl"Ucap Iren

__ADS_1


"Lalu" Ucap Eylul yang semakin syok mendengar ucapan Iren,Eylul tahu bahwa dari tatapan mata Iren dia berkata jujur.


"Dia orang tua angkatmu,aku iri padamu karena kehidupanmu lebih layak sedangkan aku hanya tinggal disebuah panti asuhan karena itulah aku membunuhnya aku merencanakan sebuah kecelakaan palsu bersama Johan" Ucap Iren mulai berlinangan air mata.


"Hanya karena wajahmu mirip denganku bukan berarti apa yang kumiliki itu milikmu" Ucap Eylul dingin


"Itu milikku juga termasuk Johan" Ucap Iren dengan nada lirih namun terdapat sringai kecil disudut bibirnya


Eylul terdiam tubuhnya seakan goyah mendengar fakta dari Iren bahwa kekasih yang dulunya sangat ia cintai berbuat kejam dan menghianatinya


Plakkk..plakkk "Tamparan ini untukmu wanita ******" Ucap Eylul setelah menampar Iren dua kali dengan penuh amarah


"Tampar aku sepuasnya Eyl,dan kau mau tau kelanjutannya.Namaku adalah EYLUL IRENTINA VALERRIE kita adalah kembar kita terlahir dari seorang ibu pela**r hahahah" Ucap Iren dengan tertawa terbahak bahak.


"Tidak kau berbohong kau hanya mirip denganku" Ucap Eylul dengan langkah terpundur hingga ia hampir jatuh namun dengan sigap Antonius memeganginya dan membantunya untuk tetap berdiri tegap.


"Itulah faktanya kau adalah kakakku Eyl,suatu hari ibu akan melahirkan kita disebuah rumah sakit namun nyawanya tidak tertolong dan saat itu munculah keluarga angkatmu yang mengadopsi kita berdua namun saat usia kita satu tahun keluargamu menaruhku dipanti asuhan dan lebih memilihmu karena kau memiliki tanda lahir bulan sabit merah dibawah pusarmu yang dianggap akan membawa keberkahan,aku sakit hati Eyl aku iri kehidupanku harus berbagi dengan anak panti sedangkan kau begelimang harta kemewahan dan kasih sayang dari orang tuamu aku selalu berambisi mendapatkan apa yang kau miliki termasuk Johan" Ucap Iren dengan tegas meski air matanya masih deras mengalir membasahi pipinya.


Eylul semakin tidak menduga kenyataan yang ada dihadapanya kakinya semakin bergetar jika saja tidak ada Antonius yang memegangi bahunya dari belakang mungkin ia sudah jatuh bersimpuh.


"Apa buktinya?" Ucap Eylul datar.


"Kita memiliki kalung yang sama itu pemberian ibu,kalung liontin berbentuk hati punyamu warna emas karena kau kakak dan punyaku berwarna perak karena aku adik" Ucap Iren


Eylulpun memegang kalung lionting yang ia pakai dan memperhatikan Iren yang juga memakai kalung yang sama hanya berbeda warna.


"Kalung itu bisa dibuka dan didalamnya terdapat foto kecil ibu kau dan aku,bukalah jika kau masih tidak percaya bahwa aku adikmu yang sudah dibuang oleh orang tua angkatmu" Ucap Iren


Eylulpun terdiam dan melepas kalungnya secara perlahan bertahun tahun ia gunakan namun Eylul tidak menyadari bahwa bandul liontin itu bisa dibuka.


Eylul membukanya dengan perlahan lahan hingga benar didalamnya memang ada foto seorang wanita yang terpejam dengan dua bayi baru lahir disamping kanan dan kirinya.


"Kau sudah lihat bukan?itu adalah permintaan terakhir ibu kepada keluarga angkatmu kak Eylul" Ucap Iren dengan sedikit penekanan saat ia memanggil Eylul dengan sebutan kakak.

__ADS_1



BERSAMBUNG DULU YAA..


__ADS_2