Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 46


__ADS_3

Eylul dan Aysun telah sampai diNegara tujuan mreka yaitu Italia sebelum melanjutkan acara jalan jalan Eylul telah memesan sebuah apartemen mewah untuk beristirahat.


"Elma,bangunlah nak makan malam dulu" Ucap Aysun membangunkan Eylul yang tertidur disofa ruang tamu.


"Emhh..aku mandi sebentar bu" Ucap Eylul kemudian ia bangun dan bergegas menuju kamarnya.


Pagi harinya Eylul bersiap untuk mengajak Aysun jalan jalan mengelilingi Italia dam tujuan utamanya adalah Menara Pisa.


Eylul memutuskan untuk naik angkutan umum saja karena mobil sport yang ia paketkan belum juga sampai.


"Tunggu sebentar bu aku melupakan sesuatu"Ucap Eylul saat berada dilantai bawah apartemen,ia berniat akan kembali menuju apartemennya namun secara tidak sengaja ia menabrak seseorang.


"Sorry sir,I didn't mean to " Ucap Eylul sambil menundukkan kepalanya sedangkan orang yang ia tabrak hanya diam saja tidak bergeming Eylulpun mendongakkan kepalanya untuk melihat.


"Hello sir?" Ucap Eylul sambil mengayungkan tangannya dihadapan wajah pria yang telah ia tabrak.


"Ohh..Yes it's okay no problem" Jawab pria itu setelah ia tersadar dari lamunannya.


"Then Excus me,once again sorry sir" Ucap Eylul sembari pergi dan tersenyum.


Pria itu menatap punggung Eylul yang berjalan pergi meninggalkannya.


"Bodoh kenapa aku tidak mengajak dia berkenalan.


Sudahlah semoga saja akan bertemu kembali" Gumam pria yang telah ditabrak Eylul.


"Elma apakah ada sesuatu yang tertinggal" Ucap Aysun.


"Ya bu,dan aku tidak mungkin kan meninggalkannya itu sangatlah penting" Ucap Eylul sambil menunjukkan sesuatu kepada Aysun


Sebuah figura foto seorang gadis remaja mengenakan seragam sekolah wajahnya sangat manis dengan rambut lurus yang dikuncir kuda dan ditangannya memegang sebuah thropy.


Aysun berkaca kaca menatap barang yang barusan diambil oleh Eylul.Ia mengambil dan memeluknya.


"Bagaimana kau ingat nak"Ucap Aysun

__ADS_1


"Bagaimana aku lupa bu ini kan keinginan trakhir Elma,sudah jangan bersedih kita let's go" Ucap Eylul dengan ceria menarik lengan Aysun dan berjalan menuju halte bis.


"Imut sekali" Ucap seseorang misterius lirih yang bardiri agak sembunyi tidak jauh dari keberadaan Eylul.


Eylul telah sampai pada monumen bangunan menara pisa yang termasuk dalam tujuh keajaiban dunia tersebut ia memperhatikan Aysun yang tersenyum haru dan sesekali menitikan air matanya.


"Bu jangan bersedih bagaimana jika aku memfotomu bersama Elma" Ucap Eylul secara tiba tiba.


Aysun hanya mengernyitkan dahinya tidak mengerti dengan ucapan Eylul.


"Begini ibu pegang foto Elma berdirilah disana dan aku akan memfotomu,jadi itu sama saja Elma sudah mewujudkan impiannya membawamu kemari okey" Ucap Eylul.


"Satu..dua Senyumm" Ucap Eylul yang mulai fokus memfoto Aysun menggunakan camera yang yang sedari tadi ia kalungkan dilehernya.


"Trimakasih nak" Ucap Aysun terharu.


"Ibu ayolah harusnya kau bahagia,jika kau bersedih aku yakin Elma pasti juga akan sedih,yahh" Ucap Eylul sambil memeluk Aysun.


"Bagaimana kalau kita foto bertiga" Ucap Eylul.


Eylulpun memperhatikan sekitarnya dan ia melihat seorang pria sendirian yang lewat didepannya menggunakan topi hitam dan masker hitam.


"Excusme Sir" Panggil Eylul dan pria itupun menoleh.


"Can I please take a photo of me" Ucap Eylul dan tanpa menjawab perkataan Eylul pria tersebut mendekat meminta kamera Eylul.


"Kenapa rasanya tidak asing ya sama orang ini" Ucap Eylul dalam batin dan akhirnya Eylul dan Aysun difoto oleh pria yang ia mintai tolong.


"Thanks sir" Ucap Eylul ramah dan lagi lagi orang tersebut tidak menjawab ucapan Eylul ia hanya mengangguk dan pergi begitu saja.


"Orang aneh" Ucap Eylul lirih.


"Bu ayo sekarang kau mau kemana lagi?" Tanya Eylul.


"Entahlah ibu tidak tau nak" Jawab Aysun.

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita makan siang saja diluar sekalian berbelanja kebutuhan kita" Ucap Eylul.


"Yasudah ayo" Jawab Aysun.


akhirnya mereka pergi menuju restoran kecil yang ada dikota pisa dan setelah itu menuju sebuat pusat perbelanjaan mereka bercanda gurau bersama seakan tanpa beban mungkin bagi orang yang tidak tahu akan menganggap Eylul dan Aysun sebagai anak dan ibu kandung.


Hingga hari sudah sore matahari yang tadinya bersinar dengan cerah mulai tertutup awan mendung Eylul tengah duduk bersantai dibalkon apartemennya dengan secangkir kopi cappucino.


Walaupun ingatannya belum sepenuhnya pulih namun Eylul masih mengingat kejadian dimana James dan Antonius telah membohonginya.


Eylul termenung sejenak saat ia mengingat bahwa selama ini ia hanyalah sebuah pionnya James dan Antonius ia hanya digunakan sebagai ajang balas dendam satu sama lain.



"Nak mengapa kau melamun,kau memikirkannya lagi ya" Ucap Aysun secara tiba tiba dan seketika pula Eylul tersadar.


"Hanya terlintas saja bu" Ucap Eylul datar.


"Nak antara cinta dan benci itu memang sedikit rumit kau harus segera keluar dan memutuskan mana yang kau pilih" Ucap Aysun


"Kau benar bu dan aku sudah terjebak disana,akan sulit untuk mempercayai orang yang selama ini hanya mempermainkanku" Ucap Eylul menatap kosing kearah jalanan yang tidak terlalu padat.


"Ibu yakin keputusan yang kau ambil itu adalah yang terbaik" Ucap Aysun sambil membelai rambut Eylul.


"Trimakasih bu hanya kau yang mendukungku" Ucap Eylul


"Jika bisa memutar waktu aku tidak ingin terjebak pada situasi seperti ini," Ucap Eylul dalam batin ia menyembunyikan kepalanya pada pelukan Aysun.


Bagi Eylul Aysun adalah tempat ternyaman untuknya berbagi kesedihan ia benar benar menyayangi Aysun seperti ibunya begitupun sebaliknya.


**HAYO PENASARAN GAK NIH HATI EYLUL BERLABUH KEPADA SIAPA YAA.


IKUTIN TERUS BMH JANGAN LUPA RATENYA YAA.


HAPPY READING

__ADS_1


SALAM AUTHOR MHAY CHUNSS🍒**


__ADS_2