Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 47


__ADS_3

Dua minggu sudah Eylul berada dinegara Italia ia berniat akan menetap disana bersama Aysun.Namun bertemunya dengan orang lama membuatnya mengurungkan niatnya dan berencana akan kabur kembali.


Disebuah cafe yang tidak terlalu ramai Eylul dududk dimeja pojok dekat jendela sambil menunggu seseorang.


Namun yang ia tunggu tidak juga kunjung datang Eylul berniat akan pergi meninggalkan mejanya namun tiba tiba ada tangan kekar yang melingkar diperutnya secara tiba tiba.


"Biarkan seperti ini sebentar saja" Ucap pria itu.


"lepaskan aku Perdi" Ucap Eylul datar.


"Hanya sebentar saja aku mohon"Ucap Antonius lirih setengah berbisik.


Eylul hanya diam pasrah ia tahu bahwa Antonius dan James adalah pria yang keras kepala sedangkan Antonius yang tidak mendapatkan perlawanan mengeratkan pelukannya dan menghirup dalam dalam aroma jasmine pada Eylul.


"Sudah cukup atau aku akan menembakmu"Ucap Eylul tegas.


"Mengapa kau mengikutiku kemari" Ucap Eylul saat ia sudah kembali duduk dikursinya.


"Kau tahu itu?"


"Yaa bahkan kau adalah orang yang kumintai foto kau orang yang diam diam membayarkan seluruh tagihanku kau orang yang sama saat aku mengajak ibu Aysun menaiki biang lala kau-"


"Ya itu aku Eyl,kau tau mengapa?"Antonius memotong ucapan Eylul dan sengaja menggantungkan perkataannya


"Aku hawatir padamu,saat kau jatuh dari atas jembatan aku yakin kau masih hidup karena anak buahku tidak menemukan jasadmu aku hampir gila Eyl jika bisa aku akan mengeringkan dermaga itu demi mencarimu" Ucap Antonius


"Kau membual lagi" Ucap Eylul sambil melipat tangannya didepan dada.


"Tidak Eyl saat itu aku bersumpah jika kau masih hidup aku akan membiarkanmu bebas dan tidak akan berniat memilikimu lagi" Ucap Antonius dengan sungguh sungguh sambil menyesap hot cappucino milik Eylul


"Perdi itu milikku" Ucap Eylul kesal.


"Manis sangat manis apa mungkin ini bekas bibirmu" Ucap Antonius menggoda.


"Cihh kau ini!"

__ADS_1


"Kau terlalu imut saat seperti ini Eyl,kau tau mengapa aku mengikutimu sampai kemari itu karena kau sendirian disini bersama wanita yang sudah menolongmu tanpa penjagaan sama sekali" Ucap Antonius.


"Lalu"


"Aku tahu jika kau masih hidup saat aku melihat sebuah rumah sederhana didekat dermaga awalnya aku mengira kau adalah Elma anak wanita itu karena rambutmu pendek tetapi setelah Jackson turun tangan aku tahu bahwa itu benar benar kau" Ucap Antonius.


"Bagaimana Emira?"


"Selama ini dialah yang menguatkanku,namun ia juga belum tahu bahwa kau masih hidup dan aku disini untuk menjagamu" Jawab Antonius


Kini giliran Eylul yang meminum Cappucino yang berubah menjadi hangat ia lupa bahwa gelas itu juga terkena bibir Antonius.


"Meskipun tidak bisa mencium bibir mungilmu setidaknya bekasnya saja tidak apa apa" Ucap Antonius dalam batin sambil tersenyum simpul


"Kau ini kenapa?" Ucap Eylul yang belum menyadari apapun


"Tidak ada,Eyl bisakah kau pulang kembali kenegara B aku tak masalah jika harus bolak balik dari negara A menuju tempatmu" Ucap Antonius .


"Eyl fikirkan Iren dia sendirian disana bayangkan saja mulai kecil tanpa ibu sedangkan posisinya saat ini hamil lihatlah ini"Ucap Antonius sambil menyerahkan beberapa foto diatas meja.


"Apa ini Johan?"Ucap Eylul dengan suara meninggi.


"Yaa dia bermain dibelakang adikmu jika kau tidak percaya kau bisa tanyakan secara langsung kepada Jessica kau masih ingat dia kan" Ucap Antonius.


Amarah Eylul mulai memuncak selama ini cukuplah dia yang dihianati oleh Johan tidak untuk adiknya yang begitu percaya dengan Johan apalagi saat ini Iren sedang mengandung darah dagingnya.


"Cukup malam ini kita brangkat kenegara B" Ucap Eylul dengan rahang yang mengeras.


"Hey kau harus memesan tiket pesawat dulu kan dan mobil kesayanganmu itu perlu dipaketkan dulu bee" Ucap Antonius menggoda.


"Cihh apa gunanya ada kau disini kau kan seorang mafia tentu saja memakai pesawat jet pribadimu dan untuk mobilku suruh anak buahmu mengurusnya" Ucao Eylul dongkol.


"Tidak mau kau saja belum memaafkanku dan aku bukanlah anak buahmu" Ucap Antonius dengan sedikit menahan tawa


"Persetan denganmu Perdi lupakan aku" Ucap Eylul sembari bergegas pergi meninggalkan Antonius sedirian.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen miliknya Eylul segera mengemas i barang barangnya begitupun dengan Aysun yang menuruti printah Eylul.


"Bu jika kita kembali dan tinggal dikediamanku maukah kau merawat dan menganggap Iren adikku seperti putri kandungmu seperti kau merawatku dengan penuh kasih sayang?" Tanya Eylul dengan lirih kepada Aysun yang membantunya mengemas barang barangnya.


"Elma kau ini bicara apa?tentu saja ibu mau ibu kehilangan satu putri ibu dan mendapatkan ganti dua putri kembar sekaligus ibu tidak akan menolak berkah Allah nak" Ucap Aysun.


"Trimakasih bu" Ucap Eylul haru sambil memeluk tubuh Aysun.


Tidak lama kemudian suara pintu diketok oleh seseorang dan Aysun memaksa akan membukanya.


"Siapa bu" Ucap Eylul yang berjalan menyusul Aysun.


"kau!!" Ucap Eylul


"Selamat sore tante dan Eylul?" Ucap pria itu ramah sambil menyengir.


"Kenapa kau kemari"


"Aku kan yang akan mengantarmu malam ini" Jawab Antonius.


"Elma ada tamu kok malah marah marah,sini nak silahkan masuk" Ucap Aysun mempersilahkan Antonius.


"Wleekkkk" Antonius menjulurkan lidahnya seakan mengejek Eylul


"Awas saja kau Perdi kau berani mengejekku akan kupastikan kau tidak bisa menjulurkan lidahmu seperti tadi"


"Coba saja jika kau bisa" Ucap Antonius lirih membuat Eylul semakin geram dan kesal.


"Untung ada ibu jika tidak habislah kau" Ancam Eylul.


"Kau hanya bisa mengancam ya sekarang ayo coba kalau kau berani" Tantang Antonius dengan ekspresi liciknya.


Eylul berjalan pergi menyusul Aysun didapur karena jika meladeni Antonius itu akan sia sia.


"Setidaknya bisa melihatmu selalu bahagia itu sudah cukup Eyl" Gumam lirih Antonius sambil menatap punggung Eylul yang berjalan pergi.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2