
Sebuah insiden dimana Antonius mendapatkan sebuah pada dada kanannya secara tiba tiba dari senjata yang sudah dilengkapi peredam suara dan dua orang pria yang secara tiba tiba menyerang mereka.
Eylul terluka parah saat mencoba melindungi dirinya dan Antonius karena ilmu beladiri yang Eylul miliki belum sempurna.
Malam itu salah satu musuh Antonius melakukan serangan secara mendadak tanpa diduga sama sekali.
Dan saat Jackson menyadarinya itu sudah terlambat karena Eylul dan Antonius sudah tergeletak ditanah didepan dua orang pria yang salah satunya memegang senjata laras panjang.
Jackson menarik Emira untuk bersembunyi dibalik pohon yang sangat besar dengan wajah yang mulai berkeringat karena panik sambil mencoba menahan Emira.
"Jack kenapa tidak menolong bos dan kakak,ayo Jack kita lawan sekarang..hikss.hiksss" Ucap Emira diiringi isak tangis lirihnya.Jackson kembali menutup mulut Emira takutnya jika akan didengar oleh dua orang yang sedang menatap Antonius dan Eylul.
"Emira dengarkan aku,jangan ceroboh bos dan nona Eylul akan bertahan" Ucap Jackson setengah berbisik.
"Tapi jack"
"Percayalah padaku,Emira kita kemari tidak membawa pengawal jika kita melawan kita akan mati konyol kau lihat kan dibawah tadi banyak sekali yang sudah mengepung tempat ini,jadi tenanglah tunggu mereka semua pergi lalu kita selamatkan bos Antoni dan dan nona Eyl" Ucap Jackson menenangkan Emira.
Dan tidak lama kemudian muncullah lagi dua orang dari arah tangga yang diduga adalah rekan dari orang yang sudah menyerang Antonius.
"Bodoh kenapa kemari hanya berdua dan tidak membawa pengawal,untuk apa dia jauh jauh kemari menyetir mobilnya sendiri mau romantis dengan salah satu jalangnya?" Ucap salah satu pria itu.
"Sudah ayo tinggalkan saja sebelum anak buahnya menemukan bosnya yang sudah tewas" Ucap pria yang lainnya lagi.
Akhirnya setelah dirasa cukup aman dan tidak ada orang lain lagi Jackson dan Emira berlari menuju Antonoius dan Eylul.
"Uhukk..uhukk se..selamatkan P..Perdi" Ucap Eylul lirih sambil memegang i perutnya yang terasa sangat sakit karena sempat mendapatkan tendangan dan beberapa pukulan dibadan dan wajahnya.
Karena kondisi Antonius yang sudah tidak sadarkan diri karena terlalu banyaknya datag yang keluar dan Eylul yang tidak memungkinkan untuk berjalan.
Jackson dan Emira memutuskan menggendongnya menuju mobil dan melaju menuju rumah sakit.
"Menagapa aku selalu hawatir,mengapa rasaku tidak karuan jika bos Perdi terluka seperti aku hanya anak buahnya saja" Ucap Emira dalam batin sambil sedikit sedikit melirik kearah Antonius.
__ADS_1
Seaampainya dirumah sakit dokter Baron sudah mempersiapkan segala kebutuhan selama penanganan Antonoius berlangsung atas perintah Jackson yang sempat menghubungi pihak rumah sakit.
"Jack apa yang terjadi dan siapa wanita itu?" Tanya dokter Baron sambil mendorong brangkar Antonius menuju ruang oprasi diikuti brangkar Eylul.
"Selamatkan keduanya nanti kujelaskan" Ucap Jackson dingin
Sesampainya didalam ruang oprasi Antonius dan Eylul berada ditempat yang sama hanya tertutup tirai bangsal.
"Jack golongan darah Antonoius itu sangat sulit dan stock dibank darah rumah sakit habis" Ucap dokter Baron panik.
"Darahku O+" Ucap Eylul lirih dibalik tirai.
"Tapi nona kau juga terluka itu akan membuatmu dalam bahaya" Ucap dokter Baron.
"Aku saja" Ucap Emira tiba tiba
"Dokter Baron bukankah golongan darahku sama dengan bos Antoni,aku selalu siap memberikan darahku kapanpun dan berapapun" Ucap Emira lagi dengan penuh keyakinan.
"Ehemm..bisa kau mulai oprasinya Ron" Ucap Jackson sambil menatap tajam kearah dokter Baron.
"Ahh i..iya Jack bisa kau keluarlah dulu" Ucak dokter Baron.
"Mulutmu adalah nyawamu Ron" Ucap Jackson setengah berbisik saat melewati dokter Baron.
Glekkk..Dokter Baron menelan salivanya dengan kasar "Dasar mulutku ya Tuhan aku masih sayang pada nyawaku" Ucap dokter Baron dalam hati.
Hingga kurang lebih selama tiga jam oprasi Antonoius berjalan,Jackson masih setia menunggu diluar ruangan dan sesekali mengatur keamanan rumah sakit.
"Bagaimnana kondisinya Ron" Ucap Jackson saat dokter Baron baru saja keluar.
"Oprasinya berjalan dengan lancar akan tetapi mungkin dia akan mengalami koma beberapa hari karena pelurunya mengenai paru parunya,dan wanita itu juga tidak mengalami luka yang serius hanya saja ada sedikit masalah pada sistem pencernaannya dan beberapa luka ditubuhnya yang perlu dijahit" Ucap dokter Baron
"Lalu kapan mereka akan pindah?" Tanya Jackson
__ADS_1
"Sebentar lagi,kau boleh melihatnya" Ucap dokter Baron.
Jacksonpun segera bergegas memasuki ruang oprasi melihat langsung keadaan bosnya yang terbaring dengan slang infus ditangannya dan alat bantu pernafasan dihidungnya.
"Emira" Panggil Jackson saat ia melihat Emira juga terbaring disamping Antonius dengan tangan yang tertancap jarum infus,wajahnyapun sedikit pucat.
Emira hanya menoleh dan tersenyum dengan wajah pucatnya.
"Kau pasti kuat" Ucap Jackson
Akhirnya mereka dipindahkan menuju ruang rawat inap VVIP.Jackson memesan agar ruangan Antonius dan Eylul tidak dipisah dengan alasan keamanaan.
Brangkar Antonius dan Eylul didorong oleh beberapa perawat sedangkan Emira yang duduk dikursi roda didorong oleh Jackson.
Kini kondisi Antonius maupun Eylul sama sama belum sadar.
"Jack kau pulanglah dulu ganti pakaianmu agar orang orang tidak takut saat melihatmu" Ucap Emira.
Lalu Jackson menyadari bahwa ia masih memakai baju yang sama saat Antonius tertembak dan artinya darah yang ada pada baju Jackson adalah darah bosnya.
"Aku bisa menelfon beberapa anak buah untuk mengantarnya kemari" Ucap Jackson santai.Namun ia juga menyadari bahwa baju yang dikenakan Emira juga sudah kotor.
"Yahh baiklah aku akan pulang kau mau aku bawakan baju sekalian?" Ucap Jackson dan mendapat anggukan saja dari Emira.
Akhirnya Jackson pergi meninggalkan Emira yang berada didalam ruangan tersebut bersama Antonius dan Eylul.
beberapa jam kemudian "Astaga Emira mengapa kau ceroboh Jack tidak mungkin kan memasuki kamarmu dan mengambil baju gantimu" Gumam lirih Emira dan seketika fikirannya melayang kemana mana
"Dia akan tau isi lemariku lalu bagaimana jika dia tau tentang baju dalamku..tidak ..tidak mungkin apa aku telvon saja ya" Ucap Emira dalam batin
Namun ia tidak menemukan ponselnya akhirnya Emira hanya pasrah sambil membayangkan bagaimana jadinya jika Jackson mengambilkan pakaiannya dan baju dalamannya😁😁
Bersambung
__ADS_1