Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 22


__ADS_3

Malam hari,Mansion James.


Sembilan hari sudah berlalu pertanda jika masih tersisa satu hari esok Eylul berada dikediaman James.Kehadiran Eylul benar benar membawa banyak perubahan pada kehidupan sekitar James.


Membuat mansion besar itu terasa lebih hidup seperti kebanyakan rumah besar yang lain.Sifat Eylul yang tidak mempermasalahkan status,sangat mudah berbaur dengan siapapun terlebih ia selalu ceria membuatnya sangat disayangi oleh para pelayan dan bodyguard yang ada termasuk pak Sam yang diam diam sangat mengagumi Eylul.


Hal hal lucu seperti saat Eylul salah memanggil nama pelayan maupun bodyguard karena belum sepenuhnya hafal membuat sesuatu hal yang kelak akan sangat dirindukan oleh semua orang penghuni mansion.


Bahkan Lunara yang awalnya hanya hidup diatas putus asanya sendiri,berkat bujukan dan dorongan semangat yang tulus dari Eylul akhirnya ia mau menjalani terapi disebuah rumah sakit diCanada ditemani oleh Nislen.


Dibalik itu semua James juga memperhatikan seluruh aktivitas yang Eylul kerjakan melalui kamera CCTV yang ia pasang secara sembunyi.


Malam itu entah apa yang sudah terjadi dengan James ia meminta Han mengosongkan jadwalnya selama tiga hari.Sepulang ia dari kantor James juga mengurung diri diruang kerjanya dan berpesan pada Han bahwa dirinya tidak ingin diganggu.


James masih berkutat didepan layar monitor dan laptopnya hingga larut malam.Eylul yang saat itu juga terbangun dan menuju dapur untuk minum,menyadari bahwa James masih berada diruang kerjanya ia berinisiatif membuatkan James kopi.


tokk..tok...tokkk.. "Tuan saya buatkan kopi untuk anda" Ucap Eylul sambil membawa secangkir cappucino panas


"Masuk" Jawab James dari dalam.


"Aneh biasanya aku dilarang memasuki ruangan ini" Ucap Eylul dalam batin sebelum melangkah masuk.


Eylul meletakkan secangkir kopi cappucino yang ia buat dimeja kerja James.Sesekali Eylul melirik kesana kemari mengamati ruang kerja James.


"Tidak ada yang aneh kenapa aku dilarang masuk kesini" Guman Eylul dalam batin.


"Taruh dimeja sofa saja nanti mengganggu kerjaku." Ucap James tanpa memalingkan wajahnya dari layar laptop.


Tanpa menjawab Eylul segera berjalan memindahkan kopi buatanya menuju meja sofa.Saat Eylul akan berbalik dan pergi meninggalkan ruang kerja James tanpa sengaja kepala Eylul menabrak dada bidang James yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Eylul.

__ADS_1


"Maa..maaf tuan" Ucap Eylul dengan sedikit gugup.


"Mengapa kau bangun." Tanya James sambil terus mendekat kearah Eylul dengan perlahan.


Merasa akan terjadi sesuatu Eylul menjadi panik sendiri perlahan pula Eylul mundur namun sial bagi Eylul karena kakinya membentur meja.Eylul semakin gugup saat James terus saja mendekat bahkan saat itu jarak mereka berdua hanya beberapa centi saja.


Deru nafas James mampu dirasakan diatas ubun ubun kepala Eylul.Perlahan James memiringkan kepalanya dan sedikit menundukkannya membuat Eylul yang semkakin panik seketika memejamkan matanya rapat rapat saat wajah James sudah tepat berada didepan wajahnya.


"Kau fikir aku akan menciummu,cih mesumm" Ucap James tiba tiba dan seketika Eylul membuka matanya melihat James yang berada disampingnya menyeruput kopi yang barusan dia buat.


Pipi Eylul memerah dengan jantung yang masih terasa ingin loncat."Tidak!,lagi pula saya tidak ingin dicium oleh anda" Ucap Eylul sambil berlalu pergi meninggalkan James.


Namun sesaat kemudian ia merasa ada yang sedang menahan tangannya sat itu juga Eylul menoleh.Memang benar saat itu James memegang tangan Eylul dan tangan satunya lagi masih asik meminum kopi buatanya dengan perlahan.


"Siapa yang menyuruhmu pergi" Ucap James tanpa memandang Eylul.


"Temani aku malam ini." Tanya Eylul.Dan seketika itu pula kedua bola mata Eylul seakan akan mau jatuh dengan perkataan James.


"Temani aku lembur disini,kau fikir apa dasar mesum." Jawab James sambil menarik Eylul kasar menuju meja kerjanya.


"apalagi sekarang dan dia menyebutku mesum", Ucap Eylul dalam batin dengan wajah yang sudah merona memerah


James duduk dikursinya dengan satu tangan yang bekerja dan satu tangannya yang masih memegang tangan Eylul.Beberapa menit kemudian James melihat Eylul yang mulai lelah dengan posisi berdirinya dengan segera James menarik Eylul hingga terduduk dipangkuannya.


Sontak saja membuat Eylul kaget dan ingin berdiri namun kembali ditahan oleh James.Eylul masih saja meronta ingin bangun namun usahanya sia sia karena James memeluknya dengan erat dari arah belakang.


"Tu..tuan lepaskan saya." Ucap Eylul dengan panik.


"Diamlah akan segera aku selesaikan pekerjaanku,jika kau masih bergerak seperti ini aku tidak menjamin apa yang terjadi selanjutnya." Ucap James dengan sedikit nada penekanan.

__ADS_1


"Tapi tuan." Celetuk Eylul.


"Aku tidak main main dengan perkataanku,ingatlah aku ini masih laki laki normal loh,nona"Ucap James dengan nada menggoda tepat disamping telinga Eylul.


"persetan denganmu tuan jika tau akan seperti ini aku tidak akan berbaik hati membuatkanmu kopi tadi" Ucap Eylul dalam hati dengan kesal Eylul terpaksa menuruti keinginan James.


James merasa puas saat ia bisa menaklukan Eylul apalagi jika Eylul marah atau kesal itu seakan sudah menjadi candu baginya,tiada hari tanpa James mencari gara gara dengan Eylul hanya agar Eylul kesal padanya.


Sudah satu jam berlalu Eylul yang sudah tidak kuat menahan kantuknnya akhirnya tertidur dengan posisi duduk dipangkuan James,badan yang bersandar didada bidang James dan tentunya kepalanya yang tepat samping kiri James.


Dengan jarak sedekat itu saat James menoleh kearah kiri maka pipinya yang terdapat bulu halus itu akan secara langsung menempel pada pipi Eylul.


James menyudah i kerjanya tanpa mematikan layar monitor,tangan satunya beralih memegang pinggang Eylul dan tangan satunya lagi menyibak anak rambut diwajah Eylul.


Cukup lama James memandang Eylul dari arah samping hingga Eylul mengulet dan duduk menyamping dipangkuan James.Tangannya memeluk James seakan ia takut jatuh sedangkan kepalanya ia susupkan diantara leher James.


James memeluk Eylul lagi dengan perasaan yang aneh dalam dirinya.Baginya ini pertama kalinya James mau menyentuh seorang wanita setelah kejadian masa lalunya.


"jalan takdir macam apa ini,kita dipertemukan untuk dipisahkan lalu akan dipertemukan kembali namun tidak untuk saling memiliki,seandainya aku bisa lebih cepat datang dalam kehidupanmu" Gumam James lirih sambil medekap tubuh mungil Eylul.


"Dan perasaan macam apa ini aku sudah memutuskan cukup mama dan Luna saja wanita yang ada dalam hidupku dan kenapa sekarang harus ada dirimu.Apakah aku sudah jatuh cinta?" Gumam James lagi sambil sebelum ia ikut tertidur dengan kepalanya yang ia senderkan dikepala Eylul.


Bersambung.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


Maaf ya kakak kakak telat upnya.


Happy reading.

__ADS_1


__ADS_2