
Pagi itu Eylul seperti biasa Eylul membantu pak Sam menyiapkan sarapan bersama dengan juru masak yang lainnya.Hingga makanan itu sudah tertata rapi dimeja makan.
James baru saja menuruni anak tangga dari lantai dua dan bersamaa pula Han yang keluar dari kamar tamu yang terletak dilantai satu,seketika saja wajah Eylul yang melihatnya berubah menjadi merah merona saat ia mengingat kejadian kemarin malam saat ia tertidur dengan posisi dipangkuan James.
Dengan langkah perlahan namun pasti Eylul berusaha mundur. "Tuhan tolong selamatkan aku" Ucap Eylul dalam batin namun belum sempat jaraknya jauh dari meja makan tiba tiba.
"Temani akau sarapan!" Ucap James tegas sambil menatap kearah Eylul.
Akhirnya tanpa menjawabpun Eylul duduk disebelah kanan James dan berhadapan dengan Han yang duduk dikiri James.
Sesekali pula Eylul melirik kearah pak Sam dan Han berharap akan ada yang membantunya pergi namun sia sia pak Sam hanya menunduk sedangkan Han seakan tidak mau tau.
"Dasar jadi tidak ada yang membantuky nih,liat saja jika aku sudah pergi dari rumah ini" Ucap Eylul dengan wajah merah padam menatap tajam kearah Han.Sedangkan Han yang memproleh tatapan dari Eylul bersikap bak manusia tanpa dosa.
"pak Sam duduklah mari sarapan bersama" Ucap James tanpa memandang pak Sam yang tengah berjalan menuju kursi disamping Han.
"Tunggu apa lagi ambilkan makanku" Ucap James dingin sambil menatap Eylul.
Eylul hanya pasrah menuruti keingan James. Berbeda dengan Han yang terlihat santai dan menahan tawa pak Sam justru terkejut dengan apa yang barusan terjadi pada tuan mudanya.
"mataku belum rabun kan,apa barusan tuan muda meminta diambilkan oleh nona Eylul,astagaa" Ucap pak Sam dalam batin.
"Sepertinya tidurmu tadi malam nyenyak bos hingga sekarang kau berubah menjadi kucing yang kelaparan" Ucap Han dalam batin.
Eylul hanya memandang wajah Han dengan raut wajah yang terlihat kesal lantaran Ham tidak mau membantunya menghindari James.
"Han gajimu bulan ini aku potong tidak ada tapi tapian" Ucap James dingin karena sedari tadi James sudah memperhatikan antara Eylul dan Han.
"Yahh bos apa salahku sih" Ucap Han kini ganti dia yang terlihat kesal
"Salahmu adalah matamu" Ucap James dingin kemudian Han beralih menatap Eylul yang terlihat seakan bahagia dengan kekalahannya.
__ADS_1
"awas saja kau nona kita lihat seberapa banyak kau bisa menang dariku" Ucap Han dalam batin sambil menggenggam sendok makan dengan sangat kuat.
-----
Eylul tengah berjalan menuju taman belakang melewati beberapa ruang ruang para pelayan beristirahat tiba tiba ia menyadari bahwa satu hari ini ada yang berbeda.
Para pelayan bahkan pak Sam tidak banyak yang berbicara,tidak seperti hari hari sebelumnya yang dipenuhi canda dan tawa seperti keluarga besar.
Eylul tetap melanjutkan langkahnya hingga tibalah ia ditaman belakang mansion.Bunga bunga yang Eylul rawatpun terlihat kurang segar meskipun cuaca sedang bagus.
"Kok aku jadi sedih sih gini sih,pak Sam dan yang lainnya mendiamiku bahkan kalian juga terlihat kurang segar siang ini" Gumam lirih Eylul sambil memegang beberapa kelopak bunga.
Eylul terus berjalan menuju gazebo dan duduk diayunan panjang sambil termenung bahwa hari esok akan banyak perubahan yang terjadi tiba tiba ayunannya seakan didorong secara pelan dari arah belakang Eylulpun melihat.
"Tuan.." Ucap Eylul sendu.
"Kau merasa sedih hem?" Ucap James lembut.
"Menyebalkan tadi pagi dinginnya minta ampun dan sekarang hihh seperti bunglon saja" Gerutu Eylul dalam batin.
"Baiklah maafkan soal tadi pagi ya,kau mau memaafkanku tidak" Ucap James
Eylul yang berhati lembut seakan tidak bisa menyembunyikan isi hatinya.Eylul hanya mengangguk pertanda memafkan.
James berpindah ikut duduk disamping Eylul.Perlahan James menarik kepala Eylul agar bersandar dibahunya.
"Entah permainan takdir macam apa ini yau kau berikan tuhan" Ucap James dalam batin
"Biarlah setidaknya hatiku terasa nyaman saat dia disampingku,apa aku mencintainya tidak! Jangan Eylul karna dia tidak mungkin mencintaimu kau terlalu terbang tinggi?"Ucap Eylul dalam hati
"Jika ingin menangis maka menangislah aku mengerti bahwa kau merasa berat meninggalkan tempat ini,aku sendiri tidak bisa membantumu." Ucap James
__ADS_1
"Eyl aku sudah katakan padamu kau tidak boleh gentar dengan jalan hidupmu selanjutnya,kau harus kuat siapapun musuhmu yang ada didepanmu dia tetaplah musuhmu tidak ada pengecualian sama sekali kau mengerti" Ucap James lagi sambil membelai kepala Eylul.
"Nanti sore kau bersiaplah gunakan baju yang sudah kusiapkan dikamarmu,karena untuk terakhir kalinya aku ingin melihat cantikmu" Ucap James.
Eylul hanya terdiam menahan rasa kecambuk yang dia rasakan perasaan senang sedih gelisah yang menjadi satu.Dengan perlahan Eylul berdiri ingin masuk menuju mansion namun tiba tiba James memeluknya dari belakang membuat Eylul sedikit terkejut.
"Tuan lep-"
"Diamlah,biarkan seperti ini sebentar Eyl" Ucap James memotong perkataan Eylul dengan nada sendunya.
"Jangan seperti ini tuan,aku takut rasa nyaman yang kau ciptakan membuatku sakit seperti tertusuk duri" Ucap Eylul dalam batin dan air mata yang ia coba bendung sedari tadi akhirnya jatuh juga dengan cepat Eylul mengusapnya agar James tidak tahu.
"kau seperti bunga mawar itu Eyl indah dan harum namun juga berduri,aku pasti akan menyelamatkanmu Eyl tapi tidak sekarang" Ucap James dalam batin sambil membenamkan kepalanya lebih dalam lagi ditengkuk leher Eylul.
Lima menit berlalu James melepaskan pelukannya dari tubuh Eylul.Eylul sendiri masih bingung dengan perlakuan James padanya.Tanpa berfikir panjang dan tanpa menoleh kebelakang Eylul berjalan pergi memasuki mansion meninggalkan James sendirian.
Eylul mulai memasuki kamar dan memilih melanjutkan menangisnya karena iapun tidak tahu apakah ada hari esok untuknya menangis,karena sebelumnya ia hanya diberi tahu oleh Jessica bahwa orang yang menginginkannya adalah ses
orang pimpinan mafia.
Hingga menjelang sore hari Eylul sudah bersiap dan berdiri didepan cermin besar memandang dirinya sendiri didalam cermin,Dress putih tanpa lengan dengan panjang dress selutut dandanan make up tipis serta high hels sepatu berhak tinggi berwarna hitam tidak lupa juga dua pistol jenis glock yang terselip disamping kanan dan kiri pahanya pemberian James.
Eylul menurun i anak tangga dengan anggun dan memepesona siapapun yang melihatnya tidak akan mengira bahwa Eylul sebenarnya sorang seniper,wanita pembunuh bayaran.
"Bahkan kau lebih pantas menjadi seorang tuan putri". Gumam James lirih sambil memperhatikan Eylul yang berjalan menuju dirinya.
"Dimana orang orang yang akan mengantarku tuan" Ucap Eylul sembari tersenyum menyembunyikan apapun yang dirasakan.
"Aku dan Han yang akan mengantarmu," Jawab James sedangkan Han memilih diam.
Eylul menatap pak Sam sambil berjalan kearahnya,pak Sam hanya diam seribu kata menatap balik Eylul."pak Sam jaga kesehatan anda yaa jika kau lelah mintalah ijin kepada tuan James untuk cuty,aku pamit dulu maaf jika aku banyak merepotkanmu." Ucap Eylul dihadapan kepala pelayan yang sudah menginjak usia kepala enam itu.
__ADS_1
Akhirnya Eylul berangkat sore itu diantar oleh James dan Han menuju bandara yang sudah ditentukan terjadi keheningan selama diperjalanan dengan fikiran masing masing hingga tiba tiba..
Bersambung