
Beberapa hari kemudian Eylul pulang tengah malam bersama Antonius dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dres yang ia kenakan seakan tekoyak rambut sedikit acak acakan dan beberapa luka lebam diwajahnya.
Seperti biasa Iren akan menunggu kedatangan Eylul maupun Johan namun hal yang tak pernah ia sangka akan terjadi hal buruk.
"Kakak..kak kau kenapa" Ucap Iren dengan panik.
Lalu Iren memanggil pak Alex dan Aysun dengan triakan yang tak kalah lebih lantang dibandingkan dengan Eylul.Ekspresi pertama yang pak Sam dan Aysun tunjukkan hampir sama dengan Iren yang pertama kali melihat Eylul
"Hikss..hikss a..aku" Ucap Eylul dengan terisak didada Antonius.
"Sudah tenanglah tidak akan terjadi apa apa" Ucap Antonius sambil mendekap Eylul.
"Kakak apa sesuatu terjadi padamu?" Ucap Iren dengan wajah panik.
"Aku..hikss hikss-"
"Sudah biarkan aku saja yang menceritakan kepada mereka" Ucap Antonius memotong ditengah isakan Eylul
"Suamimu mencoba menyentuh dan menodai Eylul" Ucap Antonius sambil menatap lekat kearah Irentina.
Seakan tersambar petir disiang bolong Iren yang mendengarkan ucapan Antonius seketika terduduk dilantai.
"Tidak mungkin itu tidak mungkin kau bohong aku tau kau akan balas dendam padaku kan" Ucap Iren dengan tatapan kosong air matanya mulai mengalir dengan deras.
"Aku tidak berbohong Ren hikss..hikss" Eylul mendekati Iren namun Iren malah menjauh.
"Tidak kau pasti berbohong kak hikss hikss aku tau kau masih mencintainya kau jahat kak" Ucap Iren yang mulai histeris.
"Aku lihat sendiri,aku dan kakakmu berencana untuk pergi keClub Rose Night disana kami melihat Johan yang sudah mabuk dan dengan beberapa wanita saat ia mengetahui bahwa kami disana ia marah marah mungkin karena takut bahwa kami mengetahui dia laki laki seperti apa dan dia melampiaskan amarahnya dengan mencoba menodai Eylul,aku tidak berbohong disana juga ada kamera CCTV dan kau juga kenal dengan madam disana kan?" Ucap Antonius yang ikut berjongkok disebelah Iren.
Terlalu lama Iren terisak membuatnya kehilangan kesadaran dan pingsan untungnya ada Antonius disampingnya yang siap siaga menyangga tubuh Iren.
__ADS_1
"Ren Iren bangun" Ucap Antonius seraya menepuk pelan pipi Iren.
"Bawa dia kerumah sakit aku akan ganti baju dulu lalu menyusulmu dan bu ikutlah dengan mereka dan pak Alex kau jaga dirumah saja ya" Ucap Eylul.
Antoniuspun segera menggendong tubuh Iren menuju mobil dan membawanya menuju rumah sakit terdekat sedangkan Eylul berlalu menuju kamarnya untuk berganti pakaian setelah itu ia menghubungi Jessica.
"Trimakasihh atas bantuanmu madam" Ucap Eylul singkat.
Flashback On
Saat Eylul berada didalam ruang Jessica ia memberitahukan bahwa sepertinya Johan bermain main dibelakang Iren dan saat Eylul ditanya oleh Jessica tentang rencananya Eylulpun menjawab.
"Jika memang dia terbukti selingkuh dibelakang Iren maka aku memiliki rencana lain aku akan menjebak Johan membuat cerita seakan akan aku akan diperkosa" Ucap Eylul sedikit berbisik.
"Apa kau gila!!" Ucap Jessica setengah berteriak.
"Tidak kau fikir dengan memberitahukan bukti bukti Johan yang bermain wanita itu akan membuat Iren percaya?tidak madam dia akan membenciku dan beranggapan bahwa aku berusaha balas dendam dan menghancurkan rumah tangganya namun jika menggunakan tubuhku sendiri dan sedikit acting darimu dan Clara maka ia akan percaya sepenuhnya.meskipun aku hanya bertemu Iren baru baru ini akan tetapi aku sudah cukup memahaminya satu orang berbicara tidak dan cukup tiga orang berkata ya itu sudah membuat Iren percaya" Ucap Eylul sambil berjalan kearah sofa.
"Aishh itu mudah sekali" Ucap Eylul.
Flashback off
Eylul tersenyum dengan licik didalam kamarnya menatap kearah sebuah foto keluarga yaitu foto mama papa dan dirinya saat berusia sepuluh tahun
"Akan kubalaskan kau Johan selama ini aku diam saja cukup kau membuat orang tuaku meninggal lalu menghianatiku tidka untuk Iren" Ucap Eylul dengan rahang yang mengeras.
Diperjalanan menuju rumah sakit Antonius membiarkan tubuh Iren bersandar pada dada bidangnya dan sesekali mendekap tubuh Iren dan tanpa sengaja menghirup aroma vanila pada rambut Iren.
"Kalian berdua mengapa memiliki aroma tubuh yang sangat menenangkan apalagi adikmu ini Eyl" Ucap Antonius dalam batin.
Sementara Iren diperiksa oleh dokter akhirnya Eylul datang dengan wajah dinginnya memilih duduk diantara Aysun dan Antonius diruang tunggu.
__ADS_1
"Dok bagaimana keadaan adik saya?" Ucap Eylul yang seketika berdiri saat melihat dokter yang memeriksa Iren keluar dari ruangan.
"Adik nona baik baik saja tapi kandungannya sedikit lemah diharapkan untuk menjaga ibu hamil agar tidak terlalu stress maupun syok karena itu sangat berbahaya bagi ibu maupun bayinya,dan untuk bapak usahakan selalu membuat istrinya selalu dalam keadaan bahagia ya saat ini pasien sudah boleh ditemani tapi biarkan istirahat ini obat resep obat dan vitamin bisa ditebus di apotik saya permisi dulu." Ucap sang dokter sambil berlalu pergi.
"Tapi..arhhh aku bukan suaminya" Ucap Antonius kesal untuk kedua kalinya orang mengira bahwa Antonius adalah calon ayah dari anak yang dikandung Iren.
Eylul hanya tersenyum tipis saat mendengar ucapan dokter dan Antonius iapun segera memasuki ruangan dimana Iren terbaring dengan selang infus yang tertancap diangan kananya.
"Maafkan kakak ya ini semua kakak lakukan demi kebaikanmu" Ucap Eylul lirih.
"Kau bisa menangis ya" Celetuk Antonius.
"Diamlah!" Bentak Eylul.
"Nak jangan keras keras kau ini perempuan bicaralah sedikit lembut Iren juga masih perlu istirahat" Ucap Aysun.
"Itu benar,jika perlu jewer saja telinganya bu dia selalu membentakku dan memarahiku entah setan apa yang mengikutinya" Ledek Antonius yang berdiri dibelakang Aysun.
"Kau!" Ucap Eylul sambil menyipitkan mata.
"Sudah sudah kalian ini tidak pernah akur,nak Antoni bisakah tolong ambilkan obatnya" Ucap Aysun sembari menyodorkan kertas resep kepada Antonius.
"Bu kau selalu membelanya aku ini anak ibu bukan dia" Ucap Eylul dengan cemberut.
"Itu berarti ibu lebih menyayangiku...wlekkk" Jawab Antonius sambil menjulurkan lidah dan berlari kecil meninggalkan ruangan Iren.
"Kauu awas saja!!" Ucap Eylul dengan kesal.
"Sudahlah Ishh adikmu sedang istirahat nanti terganggu kalian ini seperti Tom & Jerry saja jika bertemu tidak pernah akur" Ucap Aysun sambil berjalan menuju sofa..
BERSAMBUNG.
__ADS_1