
Lagi lagi Eylul terdiam seribu bahasa saat sebuah fakta yang sangat menyakitkan ia dengar dari mulut adiknya.
"Takdir macam apa lagi ini Tuhan mengapa saat aku mulai bangkit selalu saja ada hal yang membuatku jatuh kembali" Ucap Eylul dalam batin dengam berlinangan air mata.
Antonius membalikkan tubuh Eylul hingga mereka saling berhadapan dengan perlahan Antonius menghapus air mata yang mengalir membasahi pipi Eylul.
"Jangan menangis kau adalah wanita yang tangguh Eyl" Ucap Antonius yang mendapat anggukan dari Eylul.
Antonius menarik kepala Eylul hingga menempel pada dada bidangnya.
James yang menyaksikannya sendiri menjadi naik darah saat melihat kedekatan Eylul bersama laki laki lain apa lagi sampai berani menyentuh wanita yang selama ini menjadi candunya dalam diam.
"Beraninya kau" Ucap James sambil berjalan menghampiri Antonius dan Eylul.
Bughhh... Satu bogeman diberikan kepada Antonius oleh James hingga membuat tubuh Antonius terplanting kesamping.
"Berani kau menyentuh wanitaku akan kucincang jari jarimu itu" Ucap James dengan amarah yang berkobar.
"Memangnya kau berani?" Ucap Antonius dengan sringai kecil dibibirnya yang mulai berdarah.
Seakan ditantang Jamespun menghajar Antonius tanpa adanya perlawanan sedikit pun.
"Kau yang berengsek,selama ini kau hanya bersembunyi dibalik ketiak para wanita,seharusnya aku menyadari dari awal bahwa ada yang mencurigakan pada salah satu tamu tidak diundang ini" Ucap James
Bughh.."Dan ini untukmu yang juga berani menyentuh Adikku,aku memang melepas Eylulku tapi aku tidak rela jika ia disentuh pria lain" Ucap James lagi setengah berteriak sambil melayangkan sebuah tinjuan kewajah Antonius
Dorrr... satu tembakan melesat kearah atas gedung hotel membuat seluruh pandangan menatap lurus kearah siapa yang menarik pelatuk pistol.
"Hentikan!!" Teriak Eylul dengan lantang hingga membuat James berdiri dan menatap Eylul.
"Hentikan" Ucap Eylul untuk kedua kalinya dengan suara yang sangat lirih pilu
__ADS_1
James melangkah berdiri di hadapan Eylul "Maafkan aku Eyl?" Ucap James sambil mengatur nafasnya dan berdiri dihadapan Eylul
"Jangan menyentuhku!!" Ucap Eylul sarkas saat James akan memeluknya.
"Aku membencimu!!" Eylul melanjutkan kata katanya
"Maaf" Ucap James lirih.
"Jadi ini semua benar?"Ucap Eylul yang kembali kembali meneteskan air mata.
"Kau tau semuanya dari awal bahwa aku memiliki saudara kembar dan adikku sendiri lah yang menjualku?" Tanya Eylul dan James hanya mengangguk.
"Kau juga tau bahwa adikku yang membunuh orang tuaku James?" Tanya Eylul lagi lagi James hanya mengangguk.
"Kau juga menjadikanku pionmu untuk mengetahui situasi Antoni dengan memasang pelacak dan alat penyadap pada cincin yang kau berikam waktu itu?" Tanya Eylul lagi dan Jamespun kembali mengangguk.
Tubuh Eylul semakin bergetar ia mengapus sisa air matanya dan berbalik menuju Iren yang tengah duduk dengan posisi kaki dan tangan terikat.Eylul melepaskan semua ikatan yang ada pada tubuh Iren dan membantunya berdiri.Eylul juga memastikan kalung Iren terdapat foto yang sama.
"Kau iri padaku kan?baiklah aku tidak marah kepadamu,kau mau Johan?" Ucap Eylul datar Irenpun menjawab dengan sebuah anggukan disertai isakan.
"Kakak aku tau aku salah maaf..hikss hikss" Ucap Iren.
"Tidak perlu aku sudah memaafkanmu dan jadilah orang baik bukankah aku sudah memberikan seluruhnya apa yang aku miliki" Ucap Eylul dengan tulus.
"Aku tau kau adalah wanita yang baik" Ucap Nislen yang sejak tadi memperhatikan adegan mengharukan dihadapannya.
Suasana aula hotel berubah menjadi menegangkan kembali saat beberapa anak buah James yang berjaga diserang oleh segerombolan orang yang memakai penutup wajah.Suara tembakan saling bersautan menggema hingga didalam aula hotel.
"Lindungi mama dan Lunara Han!!" Printah James saat melihat ekspresi adik perempuannya yang mulai pucat ketakutan.
Han mengamankan Nislen dan Lunara dibalik sebuah kursi panjang yang tertutupi meja kaca berwarna hitam.
__ADS_1
"Nyona dan Nona bersembunyilah disini aku akan membantu taun James" Ucap Han sebelum ia berlalu.
"Ma..hikss hikksss Luna takut ma..Luna tidak ingin lumpuh lagi Luna tidak ingin kehilangan kak James hikss..hikss" Ucap Lunara diiringi dengan isakan tangisnya dalam pelukan Nislen.
"Itu tidak akan terjadi nak,sudah tenanglah biarkan kakakmu mengatasi nya dengan Han" Ucap Nislen menenangan Lunara ditengah bisingnya suara tembakan yang memekakan telinga.
James mencoba meraih Eylul agar ikut dengannya bersembunyi namun Eylul menolak dengan keras membuat James sedikit terkejut.
"Eylul ayolah jangan keras kepala aku tidak tahu siapa yang sudah menyerang kita" Ucap James sambil matanya menatap awas kearah sekitar.
"Itu aku" Ucap seseorang dari arah belakang James.
"Kau" Ucap James saat Antonius membuka topeng wajahnya.
James menembak kearah Antonius namun tembakannya meleset dan kedua kalinya ia menembak tapi Antonius berhasil menghindar.
"Cihh sialan aku tidak memiliki urusan denganmu" Ucap James.
Antonius tidak menggubris sama sekali ucapan James ia segera menyerang kearah James.Pertarunganpun tidak dapat dihindarkan Antonius terus saja menyerang dan James mencoba menangkis begitupun sebaliknya.Darah mulai berkucuran dari wajah dan lengan keduanya.
"Kau harus membayarnya,nyawa dengan nyawa James" Ucap Antonius yang sudah dipenuhi dengan amarah.
Dorrrr...Dua kali tembakan Antonius lesatkan hingga mengenai lengan kanan dan kiri James membuatnya kehilangan keseimbangan.
"Tamatlah riwayatmu James Alferd Anderson" Ucap Antonius disisa sisa tenaganya karena ia juga merasa menaklukan James bukanlah hal yang sangat mudah untuk dilakukan.
Antonius memukuli dan meninju wajah dan tubuh James yang sudah terkapar dilantai tidak berdaya dengan darah yang berkucuran.
Han mencoba menolong dan membantu James namun ia sendiri harus menghadapi dua orang yang berusaha menghalanginya,yaitu Jack dan Emira.
"Hentikann!!!"
__ADS_1
.
BERSAMBUNG DULU YAA..