
Pagi pagi sekali Johan pulang kerumah namun ia tidak mendapati siapapun selain pak Alex,setelah ia diberitahu mengenai kejadian semalam oleh pak Alex dengan segera Johan meluncur menuju rumah sakit dimana Iren dirawat.
"Sial!!Bodoh mengapa aku bisa meremehkan wanita itu dulu dia memang sangat lugu cihh" Gumam Johan sambil memukul setir mobil.
"Akan aku pastikan harta milik Valerrie jatuh ketanganku terlebih dahulu" Ucap Johan diiringi senyum devilnya.
Namun kejadian naas saat itu menimpa Johan saat melintasi perempatan jalan tiba tiba dari sisi kanan sebuah truck kontainer hilang kendali menabrak Johan hingga menyeretnya sepuluh meter jauhnya.
Kecelakaan bruntun tersebut melibatkan beberapa mobil yang lainnya turut menjadi korban namun yang terlihat parah adalah mobil yang dikendarai Johan karena tubuh Johan terjepit dan terjebak didalam mobilnya.
Sedangkan sopir truck kontainer sudah hilang bak ditelan bumi dilain sisi tidak jauh dari tempat kecelakaan terjadi seorang pria dengan tatto disekujut tubuhnya tengah berdiri mengamati dari dalam cafe.
"Itu setimpal untumu nyawa dibayar dengan nyawa" Ucap pria itu lirih sebelum menyesap kopi yang terhidang dimejanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didepan ruangan UGD Iren yang tengah duduk dikursi roda tidak henti hentinya menangis setelah mendengar kecelakaan yang menimpa Johan.
Meskipun ia sendiri telah dibuat kecewa oleh kenyataan yang baru saja Eylul katakan bersama pernyataan Jessica dan Clara namun cinta tetaplah cinta terlebih dia juga mengandung darah daging Johan.
"Maafkan kakak Iren sudah jahat terhadapmu" Ucap Eylul dalam batin sembari menatap kearah Iren yang dipeluk oleh Aysun.
Eylul mendekeat kearah Antonius yang sedari tadi berdiri dibelakan Iren.
"Bisakah aku minta tolong padamu,selidiki kasus kecelakaan Johan?" Ucap Eylul berbisik.
"Kufikir ini bagian dari rencanamu" Ucap Antonoius dengan berbisik pula.
"Aku tidak sekejam itu membuat adikku terluka dengan memisahkan calon ayah dan calon bayi" Ucap Eylul ditelinga Antonius.
Deg..deg..degg "Jatung kumohon kerja samanya mengapa saat didekatnya kau ingin loncat" Begitu perumpamaan yang dirasakan oleh Antonius saat wajahnya dan wajah Eylul hanya berjarak beberapa centi.
__ADS_1
"Lihat apa?mau kucongkel? Ucap Eylul dingin secara reflexs Antonius menjauhkan wajah dan badannya menjauhi Eylul yang menatapnya dengan tajam.
"Wajahnya saja bak bidadari tapi sifatnya iblis" Ucap Antonius dalam batin sambil menatap Eylul.
"Sabar nak tenanglah kasihan anak yang ada didalam perutmu jika kau seperti ini" Ucap Aysun lirih sambil mengelus lembut rambut panjang Iren.
"Kuatkan dirimu Ren Johan pasti selamat" Ucap Eylul ikut menenangkan Iren.
Namun bukannya mereda tangis Iren semakin pecah saat ia kembali mengingat saat pertama kali melihat Johan terbaring diatas brangkar yang didorong oleh beberapa perawat dengan kondisi tubuh yang berlumuran darah terlebih dibagian kepala.
"Kakak..aku membencinya tapi mengapa ini semua terjadi padaku hikss...hiksss..." Ucap Iren.
"Keluarga tuan Johan" Ucap seorang perawat yang keluar dari UGD.
"Saya istrinya bagaimana keadaan suami saya" Tanya Iren dengan cemas
"Tuan Johan saat ini masih kritis do'akan saja semua berjalan dengan lancar dan ini barang barang tuan Johan" Ucap Perawat tersebut dengan ramah sembari memberikan pakaian dan beberapa barang penting milik Johan kepada Iren.
Dengan segera Iren menerimanya dan memeluk baju hem milik Johan dengan tangisan yang kembali pecah namun tiba tiba menjadi sangat hening Iren tidak mengeluarkan suara sama sekali membuat orang disekitarnya memandangnya dengan tatapan bertanya.
"Ren itu-" Ucap Eylul terhenti.
"Aku tidak memiliki warna lipstik seperti ini kak" Ucap Iren lirih sebelum ia pingsan.
Wajah ketiganya menjadi panik tak hanya karena melihat Iren pingsan melainkan ada darah dan air yang sedikit bening merembes keluar dari paha Iren.
Dengan segera Antonius mendorong kursi roda Iren menuju ruang khusus bersalin diikuti oleh Aysun dan Eylul yang menyususl dibelakang.
"Tidak ini bukan dari rencana aku hanya ingim memberikan Johan sedikit pelajaran itu memang warna lipstik Clara saat bekerja tapi kejadian kecelakaan ini tidak..tidak..aku tidak merencanakan ini" Ucap Eylul dalam batin.
"Dokter!!dokter!!?Selamatkan dia!!" Teriak Antonius menggema saat berada didepan ruangan bersalain.
__ADS_1
Seorang perawat keluar dan menggantikan Antonoius mendorong kursi roda Iren memasuki ruangan.
"Keluarga pasien tunggu diluar sepertinya nyonya Iren akan melahirkan sedikit lebih cepat dari waktu yang diperkirakan kami akan segera mengoprasinya" Ucap Dokter sebelum berlalu pergi tanpa menunggu jawaban dari pihak Iren.
"Kalian tunggu Iren disini ibu akan menunggu Johan" Ucap Aysun dan mendapatkan anggukan saja dari Eylul.
"Perdi adikku akan baik baik saja kan" Ucap Eylul sembari menyenderkan kepalanya dibahu Antonoius.
"Tenanglah Iren pasti akan selamat bersama bayinya jika dokter itu gagal maka bersiap siap saja aku akan meledakkan rumah sakit ini"Ucap Antonius kali ini ia hanya berdiam pasrah meskipun ingin rasanya memeluk Eylul yang sedang kalut disampingnya ia teringat akan sumpahnya diatas jembatan saat ia merasa putus asa.
Beberapa jam menunggu seorang dokter keluar bersamaan dengan kedatangan Aysun Eylul bimbang mana dulu kabar yang akan didengar.
"Selamat tuan bayinya laki laki tampan pula hanya saja harus tinggal disini selama beberapa minggu karena tubuh mungilnya masih lemah" Ucap sang dokter kepada Antonius lagi lagi dokter tersebut mengira bahwa Antonius adalah ayah dari bayinya Iren.
"Bagaimana dengan Iren" Ucap Antonius dan Eylul bebarengan.
"Nyonya juga selamat keadaannya juga sangat lemah karena proses persalinan yang belum waktunya terlebih saat ini ia sedang tertekan,kedepannya pastikan nyonya Iren tidak banyak fikiran dan istirahat yang cukup" Ucap Dokter tersebut.
"Nanti setelah pasien dipindahkan keluarga pasien baru bisa melihatnya saya permisi dulu" Ucap Dokter lagi seraya pergi.
"Sykurlahh..Perdi keduanya selamat" Ucap Eylul tanpa sadar buliran bening mengalir dipipinya Eylul memeluk Aysun dengan ekspresi tidak bisa ditebak antara tersenyum maupun menangis.
"Ibu bagaimana oprasi Johan" Ucap Eylul secara tiba tiba.
Seketika pula ekspresi Aysun yang tadinya ikut terharu berubah menjadi datar dan menatap Eylul dengan nanar sambil menggelengkan kepala.
Eylul mengerti bahasa Aysun ia terpundur beberapa langkah dan dengan sigap Antonius menyangga bahu Eylul.
"Tidak mungkin bu Iren baru saja melahirkan anak mereka bagaimana Iren bisa menerima kenyataan ini..tidak katakan ini bohong bu Johan masih hidupkan" Ucap Eylul menyangkal fakta yang baru saja ia dengar buliran beningnya kembali mengalir.
"Ini kenyataannya nak kuatlah demi Iren dan bayinya sudah kehendak takdir" Ucap Aysun menatap iba kepada Iren begitupun Antonius.
__ADS_1
Disatu sisi Eylul bahagia karena Iren dan bayinya selamat dan disatu sisi lainnya Eylul berduka atas kematian Johan yang tidak terselamatkan.Eylul memikirkan bagaimana nasib Iren dan anaknya kelak. karena bagaimanapun juga ank Iren membutuhkan figuran seorang ayah dikehidupannya nanti.
BERSAMBUNG