Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 5


__ADS_3

Sudah seminggu Eylul menjalani harinya ditempat yang menurutnha kotor dan ia sudah banyak belajar mengenai sisi gelap yang tak pernah ia bayangkan.Eylul diajarkan merayu tamu yang tak jarang dari mreka adalah lelaki hidung belang.Menemani para tamu minum serta memakai pakaian yang sangat minim dan ketat. Kini Eylul mulai menerima takdirnya toh baginya percuma saja ia meronta karena memang tidak mudah untuk kabur dari Club Rose Night milik Jessica


Malam itu saat Eylul menemani tamunya yang sedang minum tiba tida dipanggil untuk menemui Jessica.


"Eylul kau disuruh madam keruangannya"ucap salah satu pegawai bar bernama Max


"om sebentar ya bosku memanggilku" ucap Eylul dengan senyum yang dibuat buat


"iya cepatlah kembali cantik"balas lelaki yang dipanggil om oleh Eylul itu sambil tersenyum genit.Seketika Eylul bergidik merasa antara geli dan jijik.


Tanpa basa basi lagi Eylul segera beranjak dan saat berada diluar ruangan sudah ada dua penjaga yang menunggu Eylul untuk dipersilahkan masuk.


"Ya madam,ada perlu apa memanggil saya"ucap Eylul dengan posisi berdiri menghadap Jessica yang duduk dikursi kebesarannya dengan kaki yang segara ditaruh diatas dimeja


Kemudian Jessica beranjak dan berdiri tepat dihadapan Eylul."Kulihat kau cukup pintar dan cepat dalam belajar,huhh...tidak sia sia juga aku bertransaksi dengan dia"ucap Jessica sambil berjalan memutari Eylul yang berdiri tegap.


"Eyl besok pagi kau ikutlah berlatih menembak?"ucap Jessica dengan nada santainya.

__ADS_1


Eylulpun menjawab dan berbalik bertanya "baiklah,tapi mengapa harus ada latihan menembak ditempat ini?"


"Ya karena setiap wanita yang disini juga dilatih untuk menjadi agen yang handal dimana nantinya bisa kujual kepada para mafia " jawab Jessica sambil berjalan kearah sofa.


"kemarilah akan ku jelaskan" sambung jessica sambil menepuk nepuk sofa memberi isyarat agar Eylul duduk disampingnya..


"apakah aku termasuk orang yang kelak nantinya akan kau jual?"tanya Eylul yang sudah duduk disamping Jessica.


"entahlah kita lihat seberapa lihai kemampuanmu besok,tetapi dilihat dari caramu yang cukup cepat dalam menarik perhatian para tamu mungkin aku tidak akan menjualmu,kebanyakan dari para mafia yang memsan darikh memang meminta wanita yang masih virgin untuk dijadikan penembak jitu dan tentunya sudah melalui tahap seleksi" jawab Jessica sambil memainkan gelas wine yang sudah kosong..


"lalu bagaimana dengan yang tidak lolos apa yang terjadi dengan mereka?" ucap Eylul dengan penasaran


"lalu bagaimana dengan yang menolak printahmu" tanya Eylul..


"pilihannya hanya satu,yaitu mati!" jawab Jessica dengan nada penekanan menatap tajam kearah Eylul.


Eylul yang ditatap tajampun hanya bisa memilih diam pasrah tidak bergeming sedikitpun

__ADS_1


"aku akan berusaha dan berlatih menembak saja setidaknya dengan ini nyawa dan harga diriku terselamatkan" batin Eylul dengan wajah yang mulai pucat membayangkan hal hal yang akan terjadi kedepannya


"kau tidak perlu takut seperti itu Eyl bagaimanapun juga kau anak buahku sekarang.Hahahhahah" jawab Jessica dengan tawa yang keras membuat Eylul semakin merasa takut.


"mm madam aa..apakah aku boleh bertanya satu hal lagi" ucap Eylul..


"Katakanlah" jawab Jessica dengan santai dan menuangkan wine lalu meneguknya secara perlahan


"apakah disini aku boleh memakai HP" tanya Eylul dengan sedikit ketakukan


"Boleh saja tapi nanti setelah kau benar benar bisa menembak,sekarang kau pergilah" jawab jessica sambil menunjuk arah pintu agar Eylul meninggalkannya..


"baik madam"...


Setelah keluar dari ruangan Jessica Eylul kembali mencerna setiap perkataan Jessica yang sudah mengambil keputusan sepihak.


"Bisa bisanya dia menjadikanku penembak tanpa izinku tapi jika tidak maka aku akan dijadikan ****** disini,tidak...tidak lebih baik aku berlatih dengan keras saja setidaknya itu bukan berarti aku menjual tubuh" Gumam Eylul lirih

__ADS_1


"Eii kemana om tadi apakah dia pulang?sudahlah mungkin juga mendapatkan ****** lainnya" Ucap Eylul sembari memutuskan untuk pergi menuju kamarnya.


BERSAMBUNG.


__ADS_2