
Sore harinya Eylul bersama Jackson dan beberapa pasukan yang ia bawa berangkat menuju negara P.
Semua berdasarkan strategi yang Eylul buat mulai dari pembagian tugas Emira tetap berada disamping Antonius untuk menjaga dan memberi komando langkah Eylul jika rencana mereka gagal atau dalam situasi bahaya.
Malam harinya Eylul dan pasukannya sampai di negara P dan lokasi mereka berpijak tidak jauh dari mansion Daniel.
"Are you ready" Ucap Eylul yang saat itu menjadi pemimpin pasukan.
"Yeesss" Jawab seluruh pasukan dengan kompak.
Seluruh pasukan yang Eylul bawa nantinya akan dibagi menjadi tiga kelompok dimana ada yang mengikuti Eylul dan mengikuti Jackson yang akam bergerak dari arah samping kanan dan kiri mansion sedangkan satu kelompok pasukan lagi akan membuat gaduh didepan mansion hingga beberapa anak buah Daniel akan bersibuk diluar.
"Emira kau disana" Ucap Eylul melalui handsfreenya
"Emira siaga,CCTV pendekteksi musuh sudah mati" Jawab Emira.
"Kau hanya memiliki waktu satu jam mulai dari SEKARANG!!" ucap Emira lagi penuh dengan penuh penekanan diakhir katanya.
Eylul dan Jackson melancarkan aksinya melumpuhkan beberapa penjaga tanpa suara hingga mereka memberi kode kepada salah satu kelompoknya agar mulai membuat kegaduhan.
Terjadilah genjatan senjata antara pasukan Eylul dan anak buah Daniel.Eylul dan Jackson segera menerobos masuk mansion melalui jendela yang berhasil mereka pecahkan.
Dor..dor..dorrr..bughh Suara tembak menembak tidak pernah terhenti dari pistol yang digenggam Eylul dan Jackson.
"Kak lantai atas" Ucap Emira.
Eylulpun memberikam isyarat mata kepada Jackson agar melindungi langkahnya menuju lantai atas.Jackson yang menangkap kode dari Eylul dan segera saja menyerang siapapun yang akan menghentikan Eylul.
Eylul sampai dilantai atas tanpa tergores sedikitpun dan benar saja saat sampai dilantai atas Daniel dan beberapa anak buahnya sudah menyambut kedatangan Eylul.
"Berani sekali kau datang kemari,siapa kau?" Ucap Daniel dengan senyuman ganjil
__ADS_1
Eylul tidak menjawab maupun menggubris ia malah semakin mendekati Daniel dan menyerangnya dengan tangan kosong.Eylul sadar bahwa peluru yang ia miliki semakin menipis belum nanti anak buah Daniel akan maju..
Dengan kemampuan yang ia miliki Eylul menyerang Daniel hingga musuhnya terpojok.
"Tunggu apa lagi kalian serang dia" Perintah Daniel dengan sedikit membentak.
Seluruh anak buah Daniel menyerang Eylul secara bertubi.Eylul sendiri sudah mulai merasakan tubuhnya lemah dikarenakan energimya belum terkumpul total dan ada beberapa luka jahitan yang belum kering.
"Kak kananmu dibawah lukisan!!" Ucap Emira ditengah semakin berkurangnya tenaga yang ia miliki.
Eylulpun segera menoleh dan melihat sebuah Nodachi tersimpan pada kotak kaca seperti aqurium.
Eylulpun berlari dan sesekali melompat menendang kotak kaca tersebut hingga pecah dan mengambil Nodchi yang ada didalamnya.
Dengan tenanga yang masih tersisa Eylyl menebas siapapun yang ada dihadapannya menggunakan Nodachi hingga titik penghabisan anak buah Daniel.
Eylul kembali menyerang Daniel menggunakan tangan kosong secara bertubi tubi hingga Daniel menjadi babak belur.
"Salahmu sendiri sudah berani mengusik kehidupanku dan menyerangku terlebih dahulu dibukit malam itu" Ucap Eylul sambil melepas topi dan penutup wajahnya.
"Kau?" Ucap Daniel bergetar.
"Ya aku,ucapakan selamat tinggal"
Dorrr..
"Akhhkkk.." Teriak seorang perempuan yang mengorbankan dirinya menjadi tamen dihadapan Daniel.
"Fatimah" Ucap Daniel lirih sambil menahn tubuh perempuan dihadapannya.
Eylul sedikit kaget pasalnya sejak kapan ada perempuan yang memakai pakaian serba tertutup dari ujung rambut hinggal ujung kaki bahkan wajahnya juga tertutup kain.
__ADS_1
"Nona..ja..jangan bunuh tu..tuanku" Ucap wanita itu tersenggal dengan suara yang lembut.
"Kau masih kuampuni Daniel" Ucap Eylul sebelum melangkah pergi meninggalkan Daniel yang sudah tidak berdaya bersama seorang wanita yang memakai pakaian serba tertutup.
Eylul berjalan menuruni anak tangga dengan tergesa gesa melihat banyak pula pasukannya yang kalah dan anak buah Daniel yang mungkin bisa terus bertambah.
Dorr pyarrr...Eylul menembak kearah atas dan mengenai lampu gantung yang mewah.Semua aktivitas didalam maupun diluar mansion terhenti dan beralih tertuju pada Eylul yang berdiri ditengah tengah serpihan beling lampu.
"Perhatian!!Bos kalian Daniel Isaac sudah kalah!Kalian masih memiliki kesempatan mundur dan menyerah atau maju dan berakhir seperti bos kalian!" Ucap Eylul dengan berteriak.
Akhirnya seluruh anak buah Daniel memilih menyerah dan membiarkan begitu saja Eylul pergi dan pasukannya yang tersisa.
"Bawalah jasad teman kalian untuk dikebumikam secara layak ditanah air kalian" Perintah Eylul kepada pasukannya.
Setelah misi balas dendam itupun Eylul dan Jackson terbang kembali menuju negara A dengan pasukannya baik yang masih hidup maupun sudah gugur.
Didalam pesawat wajah Eylul semakin pucat karena menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.Hingga Eylul pingsan dihadapan Jackson
"Nona..nona Eylul bangunlah" Ucap Jackson sambil menepuk pipi Eylul
"Gawat jika dia kenapa napa bisa habis aku nanti dicincang bos,bodoh harusnya aku tidak setuju dengan rencananya" Ucap Jackson dalam batin.
Jackson mengangkat tubuh Eylul dan membaringkannya pada ranjang yang terdapat dalam kabin pesawat.
"Darah"Ucap Jackson saat ia melihat tangannya sendiri
Ia sadar bahwa darah itu berasal dari tubuh Eylul yang baru saja ia gendong.Karena Eylul memakai kaos hitam dan jaket hitam jadi Jackson tidak menyadari ada luka ditubuh Eylul..
Jackson menjadi panik dan mau tidak mau dia sendirilah yang harus membalut luka Eylul menggunakan kain kasa hingga mereka sampai dinegara A
Bersambung dulu
__ADS_1