
Mansion Antonius.
Eylul sedang berada didalam mobil yang dikemudi oleh Antonius menuju kesebuah tempat.
Hingga mereka sampai disebuah pemakaman umum.Eylul turun dari mobil dan mengikuti langkah Antonius.
"untuk apa dia datang kemari" Ucap Eylul dalam hati.
Eylul berhenti melangkah saat menatap beberapa nisan makam,ia kembali teringat kedua orang tuanya yang sudah meninggal.
"Ayo" Ajak Antonius sambil menggandeng tangan Eylul "Aneh biasanya dia akan membunuh siapapun yang menyentuhnya" gumam Antonius dalam batinnya.
Mereka berjalan menghampiri toko bunga dan lagi lagi Eylul mengingat tentang James saat ia melihat bunga mawar merah tua.
"Aku mau ini,boleh" Ucap Eylul datar sambil menunjuk kearah beberapa tangkai bunga mawar merah tua.
Antonius hanya tersenyum mengiyakan saja atas kemauan Eylul.
Antonius terus menggandeng Eylul berjalan perlahan diantara makam makam yang berjajar rapi.
Hingga mereka sampai disalah satu makam yang bertuliskan nama "QASIH DILARA TAMANI".Eylul ikut berjongkok disebelah Antonius dengan banyak pertanyaan dibenaknya mengenai tentang makam siapa yang Antonius datangi.
"Ma..aku datang menjengukmu" Ucap Antonius sembari menaburkan bunga diatas tanah makam.
Seketika Eylul membulatkan matanya saat mendengar kalimat yang barusan terucap dari mulut Antonius.
"Perdi in..ini-" Ucap Eylul terbata bata.
"Ya Eyl ini makam ibuku" Ucap Antonius lirih dengan raut wajah yang berubah sendu.
"Aku turut berduka dan semoga ibumu tenang dialam sana"Ucap Eylul
"Aku tunggu dimobil saja mungkin kau perlu waktu untuk sendiri" Ucap Eylul lagi sembari pergi meninggalkan Antonius.
Seperginya Eylul,Antonius kembali menatap batu nisan itu dan mengusapnya perlahan "Ma dia itu sebenarnya wanita baik baik kok hanya sedikit dingin dan keras kepala seperti mama hehehe" Ucap Antonius yang diakhiri dengan senyum lirih sembari mengusap air mata yang mulai menetes dipipinya.
"Ma restuilah kami semoga kami bisa bersama selamanya,Perdi pamit dulu ya ma takut dia menunggu terlalu lama" Ucap Antonius sebelum ia beranjak pergi.
Nama Perdi sendiri sebenarnya adalah panggilan untuk Antonius kecil dari ibunya dan setelah kematian ibunya tidak sembarangan orang yang dibolehkan memanggil Antonius dengan nama Perdi atau jika tidak nyawapun bisa melayang.
__ADS_1
Dari saat itu hingga sekarang hanya Emira dan Eylul lah yang dibiarkan begitu saja saat memanggilnya dengan sebutan Perdi.
"Bisa kau ceritakan padaku" Ucap Eylul dingin saat Antonius memasuki mobil.
Antonius menoleh dan menatap Eylul dalam dalam,kemudian Antonius menggenggam kedua telapak tangan Eylul.Antonius mulai menceritakan dengan mata yang terpejam.
"Baiklah jika kau ingin tahu Eyl.
Almarhum Papaku dulunya seorang pimpinan mafia meski saat itu anggota dan tingkat kejahatannya tidak ada bandingannya denganku sekarang.
Suatu ketika mama mengetahui bahwa papa menyukai wanita lain.Saat itu mama baru saja melahirkan adik perempuanku yang sekarang usianya satu tahun lebih muda darimu.
Mama menitipkan adikku disebuah panti asuhan tanpa sepengetahuan siapapun sebelum ia mendatangi hotel xxx.
Mama melihat sendiri dimana papa berselingkuh disebuah hotel dengan wanita yang ternyata adalah istri dari teman bisnisnya.
Mama memberi kesempatan kepada papa untuk memilih mama atau selingkuhannya.Dan ternyata papa lebih memilih selingkuhannya.Mama benar benar syok dan melayangkan sebuah timah panas tepat didahinya.
Seketika Mama tewas dihadapan papa dan selingkuhannya.Seandainya saja aku tidak telat selama dua menit mungkin aku masih bisa menolong mama." Ucap Antonius dengan berlinang air mata.Dirinya seakan kembali pada masa lalu kelam beberapa tahun yang lalu.
Eylul menggenggam kuat tangan Antonius,bahkan Eylul sendiri seakan berada didalam cerita masalalu Antonius.
Eylul mengusap wajah Antonius lembut dengan wajah sendunya.Ia tidak mengira tentang masalalu Antonius.
"Dan kau tau Eyl setelah kematian mama,papa sama sekali tidak peduli dengan diriku dia semakin berambisi bisa melanjutkan hidupnya dengan selingkuhannya namun selingkuhannya menolak karena dia sedang hamil anak keduanya dengan suami sahnya yang tidak lain adalah teman bisnisnya papa.
Disitu papa marah dan menjadi kejam terhadap siapapun,entah setan apa yang merasuki papa hingga papa berbuat nekat membunuh temannya karena menganggap sebagai penghalang dirinya dan selingkuhannya itu.
Saat itu aku tidak menyaksikan secara langsung hanya mendengar dari beberapa pasukan papa yang ikut menyerang kediaman temannya bahwa papa sudah menghabisi temannya dan menembak seorang gadis kecil berusia sekitar tujuh tahun.
Papa sangat dibuat gila oleh wanita ****** itu hingga tewas karena overdosis obat obatan terlarang dan beberapa minuman beralkohol.
Akupun juga dibuat gila dimana semua hak waris yang papa miliki harus jatuh pada tanganku karena aku anak lelaki satu satunya papa,awalnya aku menolak dengan keras namun akhirnya kesempatan itu aku gunakan untuk mencari adikku yang entah dimana" Ucap Antonius dengan tatapan kosong.
"Jangan bersedih ya,sekarang cium dan hiruplah aroma mawar ini" Ucap Eylul sembari menyodorkan setangkai mawar yang ia minta ditoko bunga.
Antoniuspun mengeryitkan dahinya dengan ucapan Eylul seakan akan bertanya untuk apa.
"Sudah lakukan saja hirup aromanya dengan rilexs maka kau akan tenang,terkadang jika aku gelisah maupun banyak beban aku bermain main dengan mawar ini,ayo cobalah" Ucap Eylul dengan antusias.
__ADS_1
Antoniuspun menuruti kemauan Eylul dan menghirup secara perlahan mawar dari tangan Eylul."Mungkin ini alasannya mengapa dia selalu memesan bunga mawar segar setiap hari dan ditaruh didalam kamarnya bahkan cincin yang dia kenakan saja berukir bunga mawar" Ucap Antonius dalam batin sambil memperhatikan telapak tangan Eylul.
"Eyl kemana cincin yang biasanya kau gunakan" Ucap Antonius secara tiba.Eylulpun melihat sendiri jari jarinya sambil mengingat ingat apakah jatuh lalu hilang.
"Ohh tadi aku lepas sebentar saat mandi mungkin masih diatas meja rias kamar" Ucap Eylul santai.
"Sepertinya penting apakah dari seseorang yang spesial?" Tanya Antonius.Sontak Eylul terdiam mengingat memang cincin itu sangatlah spesial yang diberikan langsung oleh James.
"Eyl hey.."Ucap Antonius menyadarkan lamunan Eylul.
"Ahh hemmn iya i..itu" Ucap Eylul tergagap.
"Apakah itu dari kekasihmu?dan kalung liontinmu juga sepertinya sangat penting" Ucap Antonius.
"Apakah sekarang tugasmu memperhatikan apa yang ada ditubuhku hehh?Baru saja kau seperti lelaki normal yang memiliki hati dan seketika berubah kembali huh" Ucap Eylul dengan kesal dan sedikit menjauh dari Antonius.
"Tidak Eyl,aishh bukan itu maksutku jad-"Antonius terdiam karena tangan lembut Eylul membungkam mulutnya.
"Kau ini berisik sekali,ya ini penting bagi hidupku ini satu satunya kenang kenangan dari kedua orang tuaku" Ucap Eylul.
"Setidaknya aku menepati janjiku untuk tidak membocorkan identitasmu kepada siapapun meskipun itu membohongi pria brengsek ini" Ucap Eylul dalam batin.
Antonius melepas paksa tangan Eylul "Aku ini atasanmu kenapa kau seperti ini dan tadi kau bilang aku seperti lelaki normal?memangya selama ini aku tidak normal apa" Ucap Antonius dengan sedikit geram yang dibuat buat.
"Kau memang lelaki tidak normal alias kurang waras" Ucap Eylul dongkol sembari memalingkan wajahnya menatap jendela samping.
"Ohoo kau mau lihat tidak Eyl bagaimana normalnya Antonius,mau aku tunjukan? bahkan wanita di hareemku saja setiap malam selalu mengantri loh" Ucap Antonius dengan seringai kecil disudut bibirnya.
Eylul berbalik menatap Antonius dengan senyum manisnya perlahan lahan Eylul menyingkap dres yang ia kenakan sehingga menampilkan paha putih mulusnya.
Antonius menelan salivanya dengan kasar saat Eylul tiba tiba bertindak diluar dugaannya.
"Eyl cukup hentikan" Ucap Antonoius saat merasa ada yang keras tetapi bukan batu dibalik celananya.
"Kenapa kau mau menunjukkan normalnya dirimu kan" Ucap Eylul dengan wajah menggoda sambil mendekati Antonius.
Badan Eylul dan Antonius hampir saja menempel,wajah mereka benar benar dekat bahkan deru nafas Eylul dapat dirasakan oleh Antonius,Eylulpun melingkarkan satu tanganya dileher Antonius san satu tangannya memeluk punggung Antonius.
Namun tiba tiba Antonius tercengang sambil memohon belas ampunan dari Eylul.
__ADS_1
Bersambung.