
Tanpa mereka sadari, cuaca di luar yang sedikit mendung menambah suasana dalam kamar yang hanya ada dua orang manusia berlainan jenis yang kini tengah dipengaruhi nafs* yang sudah tidak bisa dikendalikan. Awalnya Sela menolaknya, namun karena kelihaian Ifan dalam membangun suasana membuat Sela terbuai juga, bahkan karena peristiwa semalam membuat mereka berdua kecanduan untuk mengulanginya lagi dan lagi hingga sore menjelang.
Terdengar suara ketukan dari luar, membuat mereka menghentikan aktivitas mereka dan segera membersihkan diri. Sela membuka pintu dan menemui sang pengetuk pintu.
"Maaf mbak, ada yang melaporkan kepada kami, jika saat ini mbak Sela membawa lelaki ke kamar mbak Sela, Apakah mbak Sela lupa dengan peraturan di sini, jika tidak boleh ada penghuni yang membawa lawan jenis ke dalam kamar kecuali sudah menikah" Cecar pemilik kos yang baru saja mendapat telepon dari para penghuni kos lain
"Maaf Bu, saya tidak sembarangan membawa lelaki ke kamar, namun kami sudah menikah dua hari yang lalu" Sela berusaha menjelaskan
"Tidak mungkin, dalam dua hari pergi dari kos dan kembali sudah dengan status berbeda, jangan mengada-ada, lebih baik sekarang saya lapor polisi"Kata pemilik kos dengan nada ketus
"Coba buktikan sekarang" Perintahnya
"Cincin ini bu, Cincin ini sebagai bukti jika kami sudah menikah" Sela memperlihatkan cincin yang terpasang indah di jadi manisnya
"Mana ada cincin sebagai bukti bahwa kalian sudah menikah? Mungkin akal-akalan kalian saja memakai cincin di jari itu" Pemilik Kos masih belum percaya
"Benar Bu.... ini adalah cincin pernikahan kami, dan foto ini juga sebagai bukti waktu akad nikah kami dilaksanakan" Ifan ikut menunjukkan foto yang ada di galeri ponselnya
"Apalagi hanya foto, bisa saja diedit. Jaman sekarang membuat editan foto seperti itu sangat mudah" Cibir ibu kos
"Tapi ini ada banyak bu.... tidak hanya satu foto saja" Ifan masih dengan bukti foto yang lain
__ADS_1
"Sebelum kalian bisa menunjukkan buku nikah kalian berdua jangan kira kami akan percaya jika pernikahan sudah terlaksana diantara kalian" Dengan suara keras ibu kos mengancam
Sela dan Ifan saling pandang, mereka meninggalkan buku nikah mereka di apartemen Ifan, untuk kembali mengambil ke sana membutuhkan waktu yang tidak sedikit, mereka berfikir bagaimana bisa membuktikan pernikahan mereka tanpa harus menunjukkan buku nikah mereka.
Masih terjadi kericuhan di tempat kos, Sela dan Ifan menghadapi sidang di ruang khususkhusus disaksikan para penghuni kos lain. Pemilik kos tidak mau jika tempatnya menjadi tempat maksiat, maka dia sendiri harus turun tangan menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas.
Ifan mencoba menghubungi mamanya, namun sudah panggilan ke dua puluh belum juga ada jawaban, Ifan masih berusaha menghubungi orang tuanya karena teman-temannya juga tidak ada yang tahu mengenai pernikahan mereka.
Beruntung bagi Ifan dan Sela, pada panggilan ke tiga puluh terdengar sapaan dari seberang.
"Ya Fan..... ada apa tumben menghubungi mama berulang kali, apa yang kamu butuhkan? Tidak mungkin anak lelaki mama butuh uang dari mama, bukannya uangmu lebih banyak dibanding uang mama?" Trisna belum memberikan waktu kepada Ifan untuk menjawab pertanyaannya
"Ma.... Ifan belum bicara tetapi mama sudah bicara panjang kali lebar kali tinggi, Ifan ada masalah serius Ma..... Pokoknya mama harus membantu Ifan sekarang juga" Untuk menghentikan ocehan mamanya yang banyak Ifan langsung mengatakan jika dia tersandung masalah
"Tidak bisa Ma, kali ini masalah Ifan tidak bisa Ifan selesaikan sendiri"
"Cepat bicara, sekali-kali jadi anak manja imut juga" Trisna meledek anaknya dengan senyum puas
Ifan menceritakan masalah yang menimpanya, namun Trisna malah tertawa mendengar ucapan sang putra, lagi pula mengapa harus di kamar kos, bukannya punya apartemen yang tidak akan mungkin ada orang yang berani mengusik mereka.
"Sudahlah, kalau mama tidak mau membantu kami, mama akan bertemu dengan kami di kantor polisi" Ifan semakin merajuk, yang membuat Trisna semakin tersenyum, karena sudah sangat lama dia tidak mendengar permintaan bantuan kepadanya
__ADS_1
"Baiklah, mama akan menjelaskannya, berikan ponselmu kepada pemilik kos"
Trisna berbicara cukup lama dengan pemilik kos. Menjelaskan perihal keberadaan anaknya di tempat itu. Pemilik Kos sudah bisa mendapatkan penjelasan dari Trisna mengenai hubungan Ifan dan Sela, namun Trisna minta tolong agar tidak di sebar luaskan karena ada sesuatu hal yang harus dijaga.
Sudah mendapatkan penjelasan, pemilik Kos akhirnya membubarkan keributan yang terjadi sore ini, mereka melanjutkan aktivitas masing-masing dan meminta tidak menyebarkan gosip yang belum sesuai dengan kenyataan. Namun, juga perlu waspada jika suatu saat terjadi lagi.
****
Sudah beberapa minggu Prabu mencari keberadaan putrinya, namun keberadaannya seperti ditelan bumi bahkan tanpa meninggalkan jejak sedikitpun. Broto sudah berkali-kali mengancam akan membatalkan semua kerja sama yang sudah mereka sepakati jika tidak bisa menemukan Sela dalam waktu dekat.
Marcel yang berada di kantor Broto juga dalam keadaan uring-uringan karena tidak bisa menemukan keberadaan mantan kekasihnya yang sebenarnya sangat dia sayangi, namun juga dia khianati setiap waktu dengan beberapa wanita lain. Dan bodohnya Sela selalu memaafkan semua perbuatan Marcel meskipun dengan mata kepalanya sendiri dia mendapati penghianatan itu, semua Sela lakukan demi keberlangsungan bisnis orang tuanya.
"Pokoknya Papa harus segera menghentikan semua proyek yang kita jalankan dengan perusahaan milik orang tua Sela" Marcel berbicara dengan keras
"Tidak semudah itu Nak, untuk menghentikan proyek yang sudah berjalan hampir setengahnya, kalau tidak diselesaikan kita bisa rugi besar dan akan sangat sulit kedepannya jika kita akan bekerja sama dengan perusahaan lain, karena mereka menilai perusahaan kita tidak profesional" Broto masih memikirkan keberlangsungan perusahaannya yang belum begitu besar dan belum memiliki pamor di kota ini
"Tapi Pa... apakah tidak ada cara lain untuk menghentikan kerja sama itu, agar mereka tidak semena-mena dengan kita lagi" Marcel masih. merajuk kepada Broto
"Cel.... lebih baik mulai sekarang kamu merubah tingkah lakumu itu, setiap wanita punya perasaan, jangan pernah kamu menyia-nyiakan masa mudamu dan berusahalah berdiri di kakimu sendiri dan jangan terus-terusan berlindung di bawah bayang-bayang papa" Broto memberika sedikit wejangan kepada Marcel
"Untuk apa Marcel harus bekerja keras, sedangkan di masa depan Marcel sudah dipastikan akan menduduki singgasana yang saat ini Papa tempati" Marcel sangat percaya diri karena dialah anak satu-satunya Broto
__ADS_1
"Memimpin perusahaan tidak semudah yang ada di benakmu, kalau kamu tidak memiliki kemampuan dalam mengelola perusahaan bukan tidak mungkin perusahaan yang akan menginjakmu" Nasehat Broto lagi
Namun, mendengar nasehat-nasehat yang keluar dari mulut Papanya membuat Marcel bertambah marah dan keluar dengan membanting pintu kantor Broto