BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
27


__ADS_3

Pertemuan antara Sela dan Papanya semakin intens berkat bantuan dari Ifan yang melakukan kerja sama dengan Prabu. Antara Sela dan Ifan belum berterus terang mengenai statusnya yang sudah menjadi suami istri. Sepengetahuan Prabu saat ini Sela bekerja untuk Ian, hingga suatu saat ketika mereka makan bersama, terlihat nafsu makan Sela yang tidak seperti biasa, hal itu mengundang rasa penasaran di hati Prabu.


"Tumben Sel, kamu makan seperti orang kesetanan, jarang-jarang kamu makan dalam porsi yang berlipat" Prabu memandangi putrinya yang sudah menghabiskan dua porsi makanan utama di tambah satu gelas besar es teler,


"Sudah lama Sela tidak makan enak Pa.... jadinya Sela ingin menghabiskan semua makanan ini, rasanya sangat beda jika makan bersama Papa"


Prabu tidak lagi menaruh curiga dengan porsi makan putrinya setelah mendengar penjelasan dari Sela.


Ifan sebenarnya juga curiga dengan tingkah Sela yang tidak seperti biasa, memintanya untuk membeli beberapa makanan yang bahkan jarang dia makan, coklat almond yang menjadi makanan favoritnya entah sejak kapan kini tergantikan oleh makanan yang bercita rasa keju, yang menjadi makanan favorit Ifan.


Ditengah mereka menikmati makan siang bersama Ifan mendapatkan telephone dari orang kantor.


"Iya, ada apa?" Sapa Ifan singkat


"Begini Pak, saat ini ada berkas yang harus segera bapak tanda tangani karena harus dikirim ke perusahaan yang bekerja sama dengan kita" Tania yang kini bekerja sebagai pembantu Fandi memberikan kabar kepada Ifan


"Baik, tetapi saat ini saya sedang makan dengan klien, apakah kamu bisa mengantar ke sini?" Ifan masih ingin bersama dengan Sela dan Prabu mendengarkan semua cerita tentang Sela sejak kecil yang jarang memiliki teman


Ifan tersenyum mendengar semua cerita Prabu, Sela tidak pernah berubah sejak dahulu, ketika mereka masih bersama ketika kecil dulu. Sela yang selalu bermain dan manja terhadapnya, bahkan hanya dialah yang menjadi teman bermain Sela.


"Selamat siang Pak Ifan, ini berkas yang harus bapak tanda tangani" Tania menyerahkan stopmap warna coklat dan belum menyadari keberadaan Sela di sebelahnya. Kebetulan Prabu saat ini sedang ke toilet


Indra penciuman Sela mengenali bau parfum yang sangan familiar menyeruak semakin lama semakin tajam. Tania mendekat ke arah meja Ifan yang sebelumnya sudah diketahuinya. Berjalan dengan elegan rambut tergerai indah, rok di atas lutut membuat lelaki yang melihatnya terpana dengan kecantikan Tania.


"Maaf Pak, ini berkas yang harus ditanda tangani" Tania mendekat dengan menunduk menyamakan tingginya dengan Ifan yang sedang duduk menikmati makanannya. Tania tidak memperhatikan wanita yang sedang duduk di seberang meja Ifan


Ifan memicingkan matanya saat melihat karyawannya memakai pakaian yang sedikit terbuka di tempat umum, Ifan segera merebut map di tangan Tania dan memerintahkan Tania untuk berdiri dengan benar.


Mata Sela membulat ketika mendapati wajah yang sangat dia kenal dan dalam beberapa bulan tidak dia temui.

__ADS_1


"Tania.... " Sela berdiri ingin memeluk sahabatnya melepas rindu, namun Tania menghindar dia berperilaku seolah tidak mengenal Sela


Sela terlihat sangat kecewa dengan sikap Tania, namun Sela berfikir positif, mungkin Tania malu bertemu dengan dirinya dengan memakai pakaian yang tidak seperti biasanya. Saat ini Tania sangat berani memakai pakaian yang memperlihatkan lekuk tubuhnya yang bertujuan untuk menarik perhatian sang Bos muda yang sangat tampan dan berwibawa, bahkan di kalangan semua pegawai perempuan di perusahaan itu menilai Ifan sangat sulit untuk ditaklukkan dan perlu kerja keras hanya untuk sekedar berbicara.


"Ini" Ifan menyerahkan berkas yang sudah dia tanda tangani dengan muka datar tanpa ekspresi, berbanding terbalik jika berbicara dengan Sela penuh dengan senyum dan hangat


Tania menerimanya dan segera berpamitan, wajahnya dibuat seimut mungkin untuk menarik perhatian Ifan.


"Terima kasih Pak, saya akan segera mengirimnya ke klien. Semoga hari Pak Ifan menyenangkan" Ifan mengibaskan tangannya mengusir Tania


Sela hanya bisa menyaksikan kepergian sahabatnya yang tidak menoleh ke arahnya sama sekali, seperti orang yang tidak pernah saling mengenal.


"Huft.... " Sela membuanf napas kesal


"Ada apa? Apakah masih kurang makanannya?"


"Sudah, sudah kenyang kok" mood Sela berubah drastis setelah! mendapat perlakuan yang kurang menyenangkan dari sahabat satu-satunya


"Heem" Sela menjawab singkat tanpa ada keinginan memperpanjang perkataannya lagi


"Dia salah satu karyawan baru yang bertugas membantu Fandi menangani perusahaan" Ifan sebenarnya tidak ada niat untuk mengatakan siapa yang baru saja mendatanginya, namun karena sikap Sela yang berubah menjadi pendiam dia berinisiatif mengatakannya


"Oh...." Hanya kata itu yang keluar dari mulut Sela


****


Tania membanting berkas yang dibawanya di atas meja dengan keras, membuat karyawan lain kaget dengan tingkah Tania yang baru saja masuk ke ruangan ini.


"Bisa-bisanya cewek sial*n itu makan bareng Pak Ifan, dengan baju yang kumal lagi... Sebenarnya ada hubungan apa Sela dengan Pak Ifan, hingga aku yang sudah berdandang cantik dan s*ksi begini tidak bisa menarik perhatiannya sama sekali" Gerutu Tania

__ADS_1


Fandi masuk ke ruangan yang sama dengan karyawan lain dan mendapati Tania yang sedang berbicara sendiri.


"Ada apa, apakah berkas yang harus ditanda tangani Pak Ifan sudah selesai?" Tania terlonjak kaget mendengar pertanyaan dari Fandi


"Su.... Sudah Pak, ini berkasnya"


"Mengapa kamu bawa ke kantor lagi, harusnya kamu kirimkan setelah mendapatkan tanda tanda Pak Ifan, sekarang lebih baik kamu berangkat dan menyerahkan berkas itu ke klien kita, karena sudah ditunggu"


"Tapi Pak, bolehkah saya bertanya?"


"Apa?"


"Apakah Pak Ifan punya kekasih?"


"Kamu datang ke kantor ini untuk bekerja atau bergosip, kalau kamu mau bekerja segera kirim berkas itu... jangan sekali-kali kamu ikut campur urusan pimpinan jika kamu tidak mau dipecat dari sini dan tidak akan pernah diterima di perusahaan lain untuk selamanya"


Tania bergegas meninggalkan ruangan setelah mendapatkan gertakan dari Fandi, Tania takut jika dia harus keluar dari perusahaan ini sebelum dia berhasil mendapatkan hati Ifan yang menjadi pujaan setiap wanita termasuk dirinya.


Tania meninggalkan kantor mengendarai kendaraan kantornya diantar seorang sopir perusahaan membelah jalanan yang cukup ramai.


"Bukannya ini perusahaan Om Prabu?" Tania baru menyadari tujuannya adalah perusahaan bokapnya Sela saat mobil yang dia tumpangi memasuki area parkir perusahaan


"Wah... mereka licik, Ayahnya bekerja sama dengan Bos besar, dan anaknya membantu dengan menjadi wanita tidak benar" Tania berfikir jika Sela membantu ayahnya dengan cara menggoda Ifan


Tania menyusuri perusahaan milik Prabu mencari ruangannya dengan bertanya kepada seorang resepsionis di depan kantor. Setelah mendapatkan informasi Tania segera mengetuk pintu


"Selamat siang Om" Tania sudah sangat dekat dengan keluarga Sela


"Selamat siang, oh Tania.... ada apa?"

__ADS_1


"Cuma mau memberika berkas untuk Om, dari perusahaan Pak Ifan"


"Terima kasih" Prabu menerima berkas dan berbincang dengan Tania sebelum sahabat anaknya itu kembali


__ADS_2