
Orang-orang suruhan Sita kini selalu berada di sekeliling Ifan dan Sela, seperti saat ini mereka berada di lokasi yang dekat dengan apartemen mereka untuk mengawasi pergerakan dan mengikuti kemanapun mereka pergi. Jika mendapatkan kesempatan mereka harus segera melaksanakan perintah Sita sebelumnya.
Setelah hampir gelap, mereka sudah memutuskan untuk meninggalkan lokasi saat ini, namun mereka baru memasuki mobil sudah melihat mobil Ifan melintas di hadapan mereka. Posisi mereka yang sudah berada di dalam mobil membuatnya dengan cepat mengikuti laju mobil yang dikendarai oleh Ifan.
Ifan tidak menyadari sama sekali jika saat ini ada mobil lain yang mengikutinya semenjak dari apartemennya. Menuju ke sebuah lingkungan elit dan terjaga selama dua puluh empat jam, hanya orang yang memiliki akses ke lingkungan tersebut yang bisa memasukinya.
Orang-orang suruhan Sita merasa tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu dalam jarak aman agar tidak menimbulkan kecurigaan.
"Bagaimana ini, apakah kami harus menunggunya?" Seorang menunggu perintah dari Sita
"Kalian tunggu di sana, saya pastikan mereka tidak akan lama berada di sana, karena setahuku mereka tidak memiliki saudara ataupun teman yang tinggal di lingkungan tersebut" Tegas Sita untuk membuat perhitungan dengan Ifan sudah tidak bisa dihentikan oleh siapapun
Bu Marni sebelumnya juga sudah memberikan peringatan kepada Sita agar tidak melakukan perbuatan yang akan merugikan dirinya sendiri dikemudian hari.
Tepat di jalan yang sepi, Ifan melakukan mobilnya dengan kecepatan rendah, di ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan istrinya. Mereka saat ini sedang bahagia telah mendapatkan rumah yang nyaman untuk ditinggali, selain keamanannya yang terjamin selama dua puluh empat jam, Orang-orang yang tinggal di kawasan tersebut juga baik dan ramah.
Sedetik saja Ifan tidak memperhatikan jalan, di depannya kini sudah diblokade sebuah mobil dan membuat Ifan dengan reflek menghentikan laju kendaraannya mendadak. Hal ini membuat Sela yang tidak memperhatikan bahaya di depannya sedikit terpental.
"Aduh, kepalaku" Sela meraba dahinya yang terkena dashboard
"Maaf say*ng, di depan ada mobil yang menghadang" Perhatian Ifan hanya tertuju pada istrinya yang sedang kesakitan tanpa memperhatikan keadaan di luar mobilnya
Beberapa orang turun dari mobil yang menghadang Ifan, kini telah mengelilingi mobil Ifan yang terhenti namun pintunya masih tertutup rapat. Seorang diantaranya mengetuk dan berteriak agar Ifan segera keluar.
"Keluar" Beberapa kali kata itu terdengar dari dalam mobil.
Sela merasa ketakutan melihat orang yang terlihat sangat tidk bersahabat dengan membawa senjata tajam.
__ADS_1
"Jangan keluar mas, lebih baik kita mencari bantuan" Sela mencegah Ifan keluar mobil
Namun hanya beberapa menit mereka bisa bertahan di dalam mobil, karena kaca jendela kini sudah hancur dan memaksa Ifan untuk keluar dan menghadapinya. Terjadi perkelahian yang tidak seimbang antara Ifan dan orang-orang tersebut. Sela memberanikan diri keluar dari mobil ketika mereka masih sibuk, Sela berlari. mencari bantuan, menghadang orang-orang yang kebetulan sedang lewat.
"Pak tolong berhenti" Sela berulang kali memanggil mobil yang melintas, nafasnya yang tersengal-sengal karena capek berlari audah tidak dia hiraukan lagi, yang ada dalam pikirannya saat ini hanyalah Ifan
Mobil yang dicegatnya tidak berhenti, namun setelah beberapa meter di depan, mobil tersebut kembali dan menghampiri Sela yang hampir tidak sadarkan diri.
"Sel, Sela" Dito beberpa kali menepuk pipi Sela untuk menyadarkannya
Akhirnya Dito berhasil membuat Sela sadar, Sela menceritakan keadaannya saat ini. Dito segera memanggil anak buahnya untuk datang ke tempat yang sudah dia sebutkan. Dito menuntun Sela untuk masuk ke dalam mobilnya dan bergegas menuju tempat Ifan untuk membantunya.
Ifan hampir kehabisan tenaga menghadapi orang-orang itu, Dito datang tepat waktu dan segera membantu Ifan. Tidak lama anak buahnya dengan mengendarai sepeda motor berdatangan, membantu menghajar orang suruhan Sita hingga babak belur dan kocar-kacir berlari meninggalkan tempat kejadian.
"Bagaimana keadaanmi Fan?" Dito khawatir melihat wajah sahabatnya sudah banyak darah
"Sela aman di dalam mobilku"Dito membantu Ifan berdiri dan membawanya ke mobilnya, karena tidak memungkinkan Ifan membawa mobil sendiri
"Kamu bawa mobil Ifan ke bengkel agar diperbaiki anak-anak" Dito meminta salah satu anak buahnya untuk membawa mobil Ifan ke bengkel langganan mereka
"Siap Bos"
Dari dalam mobil Dito terdengar suara Sela berteriak kencang
"Mas.... tolong Sela"
Ifan berlari menghampiri Sela tanpa menghiraukan rasa sakit yang saat ini dia rasakan. Melihat darah segar mengalir di kaki Sela, Ifan ikut berteriak
__ADS_1
"Dito, cepat bantu Sela" Sebenarnya Dito sudah berada di belakng Ifan, namun belum melihat jelas apa yang terjadi dengan Sela
Tangan Ifan menarik kuat Dito agar cepat memeriksa Sela. Dito terkejut melihat peristiwa di depannya.
"Cepat masuk, kita harus segera ke rumah sakit" Dito memerintah Ifan untuk masuk ke mobil, dan segera melakukan mobil dengan cepat. Dito tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang keluar dari mulut Ifan, dia hanya fokus pada jalanan
Dito menghubungi bagian unit gawat darurat rumah sakit agar bersiap di depan ruangan tersebut. Benar saja ketika mobil Dito berhenti di depan pintu beberapa tenaga medis sudah mendekat dan bersiap untuk melaksanakan perintah.
Kalian angkat Sela dan bawa masuk, jangan lupa Ifan juga segera kalian bersihkan lukanya dan obati dengan segera. Dengan sigap mereka segera melaksanakan perintah, Dito bersiap menyiapkan perlengkapan yang dia butuhkan untuk membantu Sela.
"Sel, kamu harus tetap terjaga, jangan sampai kamu tertidur. Tahan sebentar selagi kami membersihkan semuanya dan jangan banyak gerak" Dito menginstruksikan dengan tegas
Dito mulai melakukan pemeriksaan terhadap Sela, mengambil beberapa gambar bagian perut. Sela, sementara dua orang perawat wanita membersihkan sisa darah yang kini sudah kering dan mengganti baju Sela dengan baju rumah sakit, agar lebih nyaman.
Dito masih serius memperhatikan gambar yang tertera di layar monitor, Ifan tiba-tiba masuk dan menginterogasi Dito.
"Bagaimana keadaan janin yang ada di dalam perut Sela Dit?"
"Lebih baik kamu bersihkn dan obati dulu lukamu sebelum mendengar semua penjelasanku" Dito tidak tega melihat sahabatnya terluka
Ifan menurut dan mendapatkan pengobatan di ruangan yang sama dengan Sela. Karena Ifan tidak mau berjauhan dengan istrinya.
"Fandi, segera ke rumah sakit" Dito memanggil Fandi tanpa menjelaskan yang sebenarnya
Sudah menjadi kebiasaan mereka jika ada yang memanggil dengan singkat berarti ada sesuatu yang sangat penting dan tidak boleh bertanya, dan harus segera datang sesuai dengan perintah.
Setibanya di rumah sakit Fandi melihat dua orang suami istri yang saat ini sedang terbaring pada bed yang berdekatan, Fandi tidak bisa berkata-kata lagi, mendekati Dito meminta penjelasan.
__ADS_1