BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
24


__ADS_3

"Fan, siapa yang bekerja sama dengan kita untuk membuat logo?" Ifan terkejut ketika melihat nama pengirim surat elektronik kepadanya


"Ada apa sih... memangnya kamu kenal siapa yang membuatnya?" Fandi kesal karena dikejutkan dengan suara Ifan yang berteriak kencang


"Aku juga belum mengenalnya secara pribadi, aku hanya melihatnya di sebuah web dan ada gambar-gambar bagus yang dijual di sana bahkan dia juga menawarkan pembuatan logo dengan harga yang sangat murah, jika dibandingkan dengan jasa pembuatan desain bisa tiga kali lipat dari harga yang ditawarkan, jadi aku mencoba memintanya untuk membuatkan desain untuk perusahaan kita, jadi kita bisa menghemat anggaran" Fandi yang kurang faham dengan maksud pertanyaan Ifan mencoba menjelaskan kronologinya agar tidak ada salah faham dengan Ifan


"Apakah kamu tidak menyukai hasil akhir dari logo yang dia kirim? Baiklah akan aku telpon segera dan membatalkan kerja sama" Fandi mengambil handphone dan mencari nomor pembuat logo


"Eh... eh... Taruh handphonemu, siapa yang menyuruhmu membatalkannya" Ifan khawatir jika Fandi sudah menelphone pembuat logo


"Jadi, bagaimana?" Fandi masih bingung


"Biar aku yang menghubunginya sendiri, mana nomornya" Untuk menghindari kecurigaan Fandi, dia memilih berpura-pura meminta nomor, dia tidak ingin status pembuat logo adalah istrinya, tetapi Fandi belum menyadarinya karena foto yang digunakan untuk profil telephone bukan foto Sela melainkan hanya sebuah gambar bunga mawar


****


Marcel masih belum menyerah untuk mencari keberadaan Sela, meskipun bak tertelan bumi, tapi dia merasa Sela masih ada di kota yang sama dengan dirinya.


Seperti malam ini, Marcel menyempatkan diri untuk berjalan-jalan ke taman kota, selain mencari udara segar dia juga sudah membuat janji dengan Tania, yang merupakan satu-satunya sahabat Sela selama ini.


"Hai, tumben kamu mengajak aku untuk bertemu?" Tania selama ini jarang bertemu dengan Marcel secara pribadi


"Cuma mau tanya, mengenai keberadaan Sela, Apakah kamu pernah bertemu atau berkomunikasi dengannya setelah dia pergi dari rumah?"


"Aku bertemu dengan Sela terakhir kali malam dimana dia meninggalkan rumah, setelah itu tidak pernah ada komunikasi dengannya lagi, bahkan dia tidak mau aku temani untuk mencari tempat tinggal"

__ADS_1


Malam ini mereka berdua hanya berbicara sekedarnya, tidak ada pembicaraan lain selain tentang Sela sampai mereka memutuskan untuk berpisah.


Marcel sendirian mendatangi tempat-tempat yang biasa didatangi oleh Sela dan dirinya ketika mereka masih bersama, namun hasilnya tetap nihil, bahkan tidak ada satu orangpun yang pernah melihat Sela datang ketempat itu setelah beberapa minggu yang lalu mereka datang untuk terakhir kalinya.


Rasa lapar dan haus mendera Marcel, dia mampir ke semuah mini market untuk sekedar membeli camilan untuk mengganjal perut. Duduk di kursi yang berada di depan minimarket dan berbincang dengan seorang petugas parkir.


"Apakah Mas sedang mencari seseorang?" Tukang parkir melihat dan mendengar beberapa kali Marcel menggumamkan kata-kata yang kurang jelas


"Iya Pak, saya sedang mencari pacar saya yang sedang marah kepada saya" Marcel berbicara dengan ramah


"Baru juga pacaran sudah sibuk ikut mencarinya, bukannya tanggung jawab orang tuanya mas?" Penjaga parkir yang berusia setengah baya heran dengan kelakuan anak muda zaman sekarang belum juga menjadi tanggung jawabnya terapi seolah-olah sudah menjadi kewajibannya untuk melindungi pacar


"Memangnya orang tuanya tidak mencari atau mengetahui keberadaannya?" Tanya penjaga parkir lagi


"Kalau mereka tahu, tidak akan mungkin membiarkan saya untuk mencarinya Pak, mungkin bapak pernah lihat wanita ini?" Marcel memperlihatkan foto Sela yang tersimpan di galeri handphonenya


"Sepertinya saya pernah lihat mbak ini di sekitar sini, tapi kapan ya....?" Lelaki paruh baya itu mengingat-ingat peristiwa beberapa minggu yang lalu


"Di mana Pak? Kalau boleh tahu dia pergi ke arah mana?" Marcel memberikan pertanyaan bertubi-tubi kepada lelaki itu


"Bukannya dia kekasih pemilik mini market ini?" Lelaki itu ingat betul jika saat itu Sela bersama dengan pemilik minimarket dan berjalan berdua layaknya sepasang kekasih


"Tidak mungkin Pak, bahkan dia baru saja putus denganku kemudian pergi meninggalkan rumahnya, dalam waktu beberapa hari hal yang sangat mustahil jika sudah ada kekasih baru" Marcel tidak terima jika Sela dikatakan pergi dengan kekasihnya


"Siapa pemilik minimarket ini? Di mana dia tinggal?"

__ADS_1


"Namanya Mas Ifan, kalau tempat tinggal saya sendiri kurang begitu paham"


"Ifan? Mengapa nama ini tidak begitu asing?" Marcel bergumam


Marcel berpamitan setelah mendapatkan beberapa informasi yang menurutnya sudah cukup membantu, untuk yang lainnya suatu saat akan dia cari lagi petunjuknya.


Sarah menerima telephone dari Marcel yang mengabarkan jika saat ini dia sudah mendapatkan petunjuk mengenai keberadaan Sela saat ini, Marcel sempat bertanya tentang Ifan, namun Sarah sendiri belum pernah mendengar nama itu.


"Baiklah tante apabila Marcel mendapatkan informasi lagi akan segera saya kabarkan kepada tante, dan juga Marcel minta tolong agar tante Sarah mencari informasi mengenai Ifan siapa tahu dia saudara Om Prabu" Marcel curiga jika sebenarnya Prabu selama ini mengetahui keberadaan Sela karena menurutnya Ayah Sela tidak antusias mencari keberadaan putri tunggalnya


Setelah mendapat informasi dari Marcel, Sarah menginterogasi suaminya tentang anggota keluarga besarnya. Sebenarnya Sarah sejak dahulu tidak pernah mau tahu tentang anggota keluarga besar suaminya, yang dia tahu hanya keluarga dekat saja, hanya adik dan kakak iparnya.


"Tumben, Mama tanya semua anggota keluarga Papa, ada apa?"


"Bukannya memang sudah seharusnya mama tahu semua anggota keluarga Papa, untuk berjaga-jaga jika suatu saat mama bertemu mereka di jalan, agar tidak membuat malu Papa" Sarah tidak mau berterus terang


"Bagus kalau begitu, besok Papa luangkan waktu satu hari, kita berkunjung ke keluarga Papa, agar Mama tahu dimana mereka tinggal" Sarah sangat senang mendengar perkataan suaminya dengan begitu dia bisa mencari keberadaan seseorang yang bernama Ifan jika kecurigaan Marcel benar


Prabu juga merasa senang dengan rencananya tersebut dia sekaligus bisa mencari keberadaan anak semata wayangnya.


"Mama akan mempersiapkan oleh-oleh untuk mereka, bukannya kurang etis jika kita berkunjung ke rumah saudara tetapi tidak membawa buah tangan?" Prabu menyetujui usul Istrinya, Prabu menyangka jika istrinya sudah mau membuka diri dan mau mengenal keluarganya adalah sebuah keberkahan yang luar biasa yang selama ini dia nantikan.


"Tante sudah mendapatkan cara untuk mencari Ifan di keluarga suami tante" Sarah mengabarkan rencananya kepada Marcel jika besok dia akan melakukan kunjungan ke keluarga neneknya Sela


"Bagus tante, kita harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaiknya, jangan lupa tante menanyakan semua nama anggota keluarga Om Prabu"

__ADS_1


"Tante tidak akan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan mata, tunggu kabar baik dari Tante"


__ADS_2