BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
50


__ADS_3

Kekesalan Ifan terhadap mamanya mengenai Sita, masih terbawa hingga ke rumahnya. Bahkan Sela yang tidak tahu apa-apa menjadi sasaran kekesalannya. Padahal Sela sudah memasang wajah ceria ketika menyambut kedatangan suaminya, namun yang didapatkan dinginnya Ifan yang melenggang masuk tanpa menghiraukan keberadaannya.


Mendapat perlakuan yang tidak seperti biasanya Sela yang memang masih dalam keadaan yang sangat sensitif menumpahkan kekecewaan atas Ifan dengan menangis tersedu-sedu di atas kasurnya.


Saat ini Ifan yang dibuat berfikir keras, apa penyebab istrinya menangis dan ketika didekati dan ditanya malah semakin keras dan tidak mau berhenti. Ifan ingin keluar dari kamar mereka agar Sela bisa leluasa namun ketika mengetahui pintu terbuka, Sela semakin kencang dan berteriak. Ifan serba salah harus tetap ada di dalam atau keluar.


Karena bingung Ifan kini duduk di sofa yang ada di kamar, mengeluarkan laptopnya dan mulai menyalakannya tidak lupa beberapa berkas yang dia ambil dari dalam tasnya. Menyadari apa yang dilakukan oleh Ifan, kini Sela mulai bertindak.


"Kamu, kalau sampai di rumah masih memikirkan pekerjaan lebih baik pergi lagi saja" Tangisan Sela kini semakin kencang, Lagi-lagi membuat Ifan kelimpungan.


Setelah beberapa detik, dia baru menyadari jika dirinyalah yang salah, sejak memasuki apartemen dia tidak menghiraukan istrinya yang menyambut di depan pintu. Ifan mendekati Sela dan memegang lembut tangan Sela


"Maaf Sayang, tidak ada maksud mas mengabaikan kamu, tetapi saat ini mas dalam keadaan yang sangat kacau" Mem*luk erat tubuh Sela yang kini sudah mulai melunak


"Baiklah, sekarang kamu mau apa?" Tidak ingin berlarut-larut terjadi sesuatu yang menurut Ifan tidak masuk akal, Ifan mulai mengajukan sebuah tawaran


Wajah sumringah kini mendominasi Sela, air mata yang sejak tadi mengalir sudah tidak bersisa lagi, bergegas mengambil ponsel dan juga tas kecilnya tanpa menghiraukan wajah tanpa riasan. Sela menarik Ifan keluar dari kamar dan mengajaknya menyusuri jalanan yang tidak terlalu ramai untuk mencari sesuatu.


Ifan pasrah mengikuti kemanapun langkah istrinya, hingga sampai di dekat sebuah kedai kecil yang menjual bakso bakar, langkah kaki Sela berhenti tepat di depan kedai itu.


"Mau beli bakso bakar" Tidak ingin peristiwa di rumah terulang lagi, Ifan menuruti dan memesan beberapa tusuk memintanya untuk dibungkus

__ADS_1


"Bagaimana kabar Sita Mas? Apakah sudah diselamatkan?" Dalam perjalanan pulang Sela ingat tentang Sita yang mendapatkan musibah


"Sudah, tetapi ternyata hanya rekayasa Sita sendiri, hal itu membuatku marah, tetapi Mama masih juga membelanya" Ifan berusaha menyimpan kekesalannya agar tidak membuat Sela menjadi uring-uringan lagi, Ifan masih belum bisa menjaga emosi Sela yang sering kali berubah karena kehamilannya kini.


Tidak ada komentar yang keluar dari mulut Sela yang kini sedang penuh dengan bakso bakar yang dia beli. Sela menganggukkan kepalanya yang menurut Ifan itu pertanda bahwa Sela menangkap pembicaraannya.


"Say*ng bagamana menurutmu, apa yang harus aku lakukan?" Ifan masih menunggu tanggapan dari istrinya, namun diluar keinginannya yang akan mendapatkan sebuah masukan tetapi yang ditunggu masih terus mengunyah baksonya sambil menganggukkan kepala


Ifan tampak kesal ketika Sela memperhatikannya, perasaan Sela yang kini sedang bahagia membuatnya berkata lembut


"Ada apa lagi?"


"Tidak ada apa-apa, baksonya enak"


****


"Apakah kamu tidak ada kerja sama dengan perusahaan milik Ifan?" Tanya Tania kepada Marcel yang saat ini mereka berdua sedang berbincang


"Aku tidak ada kerja sama dengan dia"


Pembicaraan mereka berdua tidak jauh dari Sela dan Ifan, berita yang muncul sangat mengejutkan mereka berdua. Harapan untuk memiliki sudah tertutup. Orang yang sama-sama mereka cintai kini sudah memiliki satu sama lain. Bahkan kemungkinan untuk merebutnyapun sangat nihil. Seorang Ifan tidak akan mudah melepaskan apa yang sudah menjadi miliknya.

__ADS_1


"Apakah mereka sudah sah di mata hukum dan agama? Mengapa banyak dari kalangan pebisnis tidak mengetahui berita tersebut. Harusnya pernikahan seorang Ifan pengusaha muda nan sukses adalah berita penting bagi para pewarta, namun pada kenyataannya mereka tidak ada yang tahu" Matcel masih meragukan kebenaran mengenai pernikahan Sela dan Ifan, berita sebesar itu mengapa tidak ada satu orangpun yang mengetahuinya


Tania tidak bisa berkata lagi, sebenarnya perkataan Marcel sangat masuk akan. Setidaknya ada beberapa pewarta yang mengetahui berita tersebut namun pada kenyataannya tidak satupun yang mengetahui.


"Huft" Tania membuang nafasnya sangat kasar, seharusnya dia tidak memperlakukan Sela sekasar itu, bukannya dulu mereka berdua adalah sahabat baik, tetapi mengapa dia sangat kasar kepada Sela, yang bahkan saat ini Sela adalah istri dari Bos besar ditempat dia bekerja. Rasanya Tania ingin keluar dari perusahaan itu, tetapi untuk saat ini mencari pekerjaan sangat sulit apalagi mencari perusahaan sekelas milik Ifan.


****


Dito bicara sangat heboh di sambungan telepon yang menampakkan Ifan dan juga Fandi di layar handphonenya.


"Wow, sahabat kita menjadi trending topik di dunia maya, semua media online membicarakanmu. Gila.... ini berita gila yang pernah aku baca" Dita tidak berhenti bicara dan membungkam keduanya


"Biasa saja, hanya berita pernikahan, mengapa semuanya menjadi heboh, memangnya mereka tidak pernah mendapatkan berita semacam itu, mereka saja yang membesarkannya" Tidak ada satupun berita tentang dirinya yang menarik untuk Ifan baca, semua berbicara seolah mereka tahu segalanya.


Ada yang mengatakan jika, Ifan dijebak oleh Sela. Ada pula yang mengatakan cinta pada pandangan pertama. Ifan membiarkan semua bergulir semau mereka, tidak ada keinginan untuk melakukan klarifikasi, yang paling penting dia sudah mengabarkan pada dunia bahwa dirinya kini sudah berstatus sebagai suami orang.


Dito sangat mengapresiasi perbuatan Ifan kali ini, supaya tidak ada lagi orang yang mengaku sebagai pacar ataupun wanita simpanannya. Untuk menjaga keberlangsungan jalannya perusahaan. Bukan tanpa alasan jika ada berita tentang skandal dalam diri Ifan pasti akan sangat berpengaruh dengan harga saham dan juga kepercayaan pihat-pihak yang saat ini sedang bekerja sama.


Bahkan keputusan Ifan untuk tidak terlibat secara langsung dengan sebuah kerja sama dengan Marcel yang pastinya dengan tujuan terselubung, Dito sangat mendukungnya, Antara Ifan, Fandi dan juga Dito mengatahii dengan jelas apa yang diinginkan Ifan di masa mendatang.


"Yang terpenting kamu harus main aman, jangan sampai istrimu menjadi amcaman bagi dirimu, namun kamu kami harus menjaga istrimu dengan baik, agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang akan menjatuhkanmu" Dito merasa takut, jika wajah Sela sudah terekspos di media. Pasti orang yang tidak suka dengan Ifan pasti akan bertindak memanfaatkan Sela

__ADS_1


__ADS_2