BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
45


__ADS_3

Sarah merasa curiga dengan sikap Prabu akhir-akhir ini. Prabu yang biasanya mengurung di kamarnya kini sering keluar rumah dengan alasan makan atau bertemu dengan klien di luar. Bahkan sekarang tidak pernah mengungkit tentang Sela berbanding terbalik dengan awal-awal Sela meninggalkan rumah, Prabu selalu uring-uringan.


Memang semenjak Prabu mengetahui keberadaan Sela, dan juga statusnya saat ini. Prabu lebih semangat dalam menjalani hidup, apalagi setelah mengetahui latar belakang Ifan yang juga merupakan orang yang selalu melindungi Sela sewaktu kecil. Kini pekerjaan Prabu lebih banyak bekerja sama dengan perusahaan milik Sela.


Seperti malam ini Prabu, Sela dan Ifan berencana bertemu untuk makan di sebuah restoran yang cukup sederhana, meskipun tempatnya sederhana namun menyediakan tempat privasi bagi orang-orang yang tidak ingin terganggu dengan keberadaan orang lain.


Di ruangan khusus itulah mereka makan dan menghabiskan waktu hingga hampir tengah malam, melepas rindu karena sudah beberapa minggu tidak bertemu.


"Fan, kamu harus menjaga Sela dengan baik, bagaimanapun juga dia adalah anak kesayangan kami. Mudah-mudahan suatu saat mamanya bisa menerimamu sebagai suami Sela. Untuk saat ini papa belum bisa mengatakan yang sebenarnya kepada mama kalian, Papa titip Sela sampai sisa masa hidupnya" Prabu terbata-bata ketika memberikan pesan kepada menantunya


"Papa tidak perlu khawatir, Ifan akan menjaga Sela sekuat tenaga Ifan, asalkan papa percaya dengan Ifan, kehidupan Sela tidak akan ada yang berani mengganggu" Ifan berjanji dengan sungguh-sungguh sambil menatap mata Sela dalam sesekali dia juga memandang Prabu sebagai jawaban yang ditunggu-tunggu


Mereka melanjutkan makan malam, tanpa ada yang mengganggu.


Sela dan Ifan pulang ke apartemen mereka dengan wajah sumringah, restu dari Prabu merupakan salah satu booster bagi keduanya dalam menjalani kehidupan rumah tangga mereka kedepannya, meskipun Sarah belum mengetahuinya namun mereka berencana akan memberitahunua dalam waktu dekat.


Ifan semakin menunjukkan rasa sayangnya kepada Sela dengan tindakan-tindakan kecilnya, bahkan saat ini tangan kirinya tidak lepas dari menggenggam tangan Sela yang sedang duduk di kursi samping kemudi, dengan sesekali menatapnya dengan penuh kasih.


Yang ditatap hanya berpura-pura tidak melihatnya, meskipun dalam hatinya rasanya ingin melompat kegirangan.


"Kok senyum-senyum, memangnya ada yang lucu?" Ifan sudah tidak bisa menahan untuk tidak menggoda Sela ketika melihatnya sedang tersenyum tanpa ada yang dia perhatikan


"Siapa bilang, Sela senyum-senyum tanpa sebab. Ada yang membuat Sela bahagia saja" Sela harus bisa menutupi salah tingkahnya di depan Ifan, meskipun mereka sudah resmi sebagai suami istri, namun bagi Sela masih malu jika harus mengakui semuanya, bahkan saat ini mereka lebih cenderung seperti masih awal pacaran yang pastinya masih menjaga diri.


"Memangnya apa yang membuatmu bahagia?"

__ADS_1


"Banyak hal"


"Misalnya? Apakah yang duduk di sini merupakan salah satu penyebab kamu bahagia?" Ifan mengerlingkan matanya kemudian menatap tajam manik milik Sela


Tidak mau menjawabnya terus terang, Sela hanya tersenyum simpul sebagai jawabannya, dan hal itu membuat Ifan ikut tersenyum simpul sambil berucap


"Kamu akan selalu bahagia jika bersamaku, dan tidak akan pernah aku biarkan siapapun melukai perasaanmu" Ifan berucap sungguh-sungguh, mengusap lembut rambut Sela yang tergerai


"Terima kasih Mas... "


****


Setelah Marcel dipercaya oleh Broto untuk ikut andil dalam pengelolaan perusahaan, mau tidak mau dia juga harus sering bertemu dengan klien-klien perusahaan, keluar masuk tempat makan untuk sekedar cara membuka pembicaraan. Malam ini, Marvel kebetulan mendapatkan perintah dari Broto untuk mewakilinua bertemu dengan salah satu klien bonavid bagi perusahaan mereka, namun klien tersebut tidak mau diajak bertemu di tempat yang mewah, di hanya mau bertemu di tempat sederhana untuk menghindari pertemuan dengan orang-orang yang mengenalnya dikalangan atas.


Marcel menyapa Prabu setelah mendapati papa Sela keluar dari ruangan itu namun Ifan dan Sela masih berada di dalam. Mereka baru keluar saat Marcel dan Prabu terlibat pembicaraan serius. Karena sebelumnya Sela sudah melihat keberadaan Marcel di luar sana.


"Selamat malam Om Prabu" Marcel menyapa dengan hormat


"Eh.. Marcel. Apa kabar?" Prabu berbasa-basi


Mereka berdua membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan kerjasama Prabu dengan Broto uang kini sudah berjalan hampir selesai.


"Kamu ada janji dengan seseorang?"


"Iya Om, perintah Papa untuk bertemu dengan klien, karena beliau sedang tidak enak badan"

__ADS_1


"Oh.... Semoga sukses ya... "


"Terima kasih Om"


Prabu berpamitan, karena hari sudah larut, selain sudah mengantuk dia juga ada pekerjaan yang harus diselesaikan malam ini juga. Sebuah perencanaan sebuah proyek kecil yang didanai oleh Ifan.


Marcel sebenarnya ingin bertanya mengenai keberadaan Sela saat ini, namun karena sungkan untuk berbicara lebih lama dengan Prabu, dia hanya bisa mengurungkan niatnya. Awalnya Marcel mengira Prabu sedang makan malam dengan Sela, sepintas dia melihat Sela tidak jauh dari tempat duduknya.


"Mungkin hanya perasaanku saja, tidak mungkin Om Prabu bertemu dengan Sela, bukannya mereka belum mengetahui keberadaan Sela sampai saat ini" Batin Marcel


Orang yang ditunggu oleh Marcel sudah datang, Fandi orang yang menjadi klien dari Marcel kali ini, Fandi merupakan penanggung jawab dari salah satu anak perusahaan milik Ifan. Semua kebutuhan untuk menjalankan perusahaan berada di tangan Fandi, termasuk dengan siapa akan bekerja sama tidak ada kaitannya dengan Ifan.


"Pak Fandi" Marcel memanggil Fandi yang sudah terlihat di dekat pintu masuk restoran


Karena Fandi merasa sudah sangat terlambat, dia berjalan dengan cepat ke arah Marcel.


"Selamat malam Pak Broto" Fandi tidak tahu jika dihadapannya ini adalah anak dari Broto orang yang sudah membuat janji dengannya


"Maaf Pak, saya Marcel anak dari Pak Broto. Maaf beliau menyerahkan pekerjaan ini kepada saya"


"Oh, maaf Pak Marcel. Karena sebelumnya saya belum bertemu dengan beliau"


Mereka berbasa-basi sebelum membahas inti dari kerja sama kali ini. Diawali dengan makan terlebih dahulu sebagai pembuka. Pembicaraan berjalan dengan lancar. Hasil yang diharapkan juga sudah disepakati tidak ada perjanjian yang saling merugikan di antara kedua perusahaan. Terakhir tinggal tanda tangan kerja sama yang sudah mereka sepakati menandatangani kerjasama dihadapan Broto esok pagi. Meskipun kerja sama kali ini sudah diserahkan kepada Marcel, namun Broto masih belum bisa melepaskan secara keseluruhan.


"

__ADS_1


__ADS_2