BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
23


__ADS_3

Karena ulah Ifan, membuat pekerjaan Sela ikut tertunda, untungnya sudah ada gambaran dalam benak Sela. Sehingga dia tinggal menuangkan dalam desainnya. Hingga malam menjelang Sela membuat beberapa desain logo yang akan dia ajukan ke perusahaan yang sudah memesan kepadanya.


Sebelum waktu yang ditentukan berakhir, Sela mengirimkan pekerjaannya melalui surat elektronik. Tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan balasan, dari perwakilan perusahaan memilih salah satu desain yang cukup menggambarkan pimpinan perusahaan dan juga perusahaan itu sendiri.


Melalui panggilan telephone kerja sama berlanjut.


"Baik Pak, akan saya dempurnakan terlebih dahulu logonya, setelah selesai akan saya kirim secepatnya" Sela sangat senang semua desainnya disukai oleh perwakilan perusahaan, namun pastinya hanya satu yang dipilih dan harus segera disempurnakan mengenai pemilihan warna dan lain sebagainya


"Kami tunggu kabar selanjutnya"


"Terima kasih Pak...."


Hari ini Ifan datang ke kantor dengan wajah cerah, dia selalu tersenyum ketika melewati setiap karyawannya. Membuat mereka bertanya-tanya mengenai perubahan sikap sang penguasa perusahaan.


"Pak Ifan kalau senyum membuat hati meleleh" Kata seorang pegawai wanita


"Benar banget..... rasanya hati ini terbawa oleh beliau"


"Aduh.... senyuman si bos manis banget..... gula saja kalah manisnya"


Masih banyak lagi sanjungan yang keluar dari mulut karyawan-karyawannya melihat senyum yang sangat langka terlukis pada wajah bos mereka.


Ifan memasuki ruang kantornya diikuti oleh Fandi yang sudah siap membawa berkas siap untuk dieksekusi hari ini.


"Ada angin apa, hingga raut wajahmu berubah seratus delapan puluh derajat?" Fandi juga sangat penasaran terhadap perubahan yang terjadi pada sepupunya hari ini


"Berubah apanya, dari sejak orok juga wajahku ganteng dan tidak ada yang menandingi, hingga membuat mereka terkesima jika melihatku" Dengan penuh percaya diri dan tidak beralih dari berkas di hadapannya, Ifan menjawab pertanyaan dari Fandi


"Hari ini ada wawancara pegawai baru, tinggal menunggu persetujuan dari kamu" Fandi melaporkan kegiatan penting perusahaan


Perekrutan pegawai sudah dilaksanakan beberapa hari yang lalu dan saat ini tinggal menunggu persetujuan dari Ifan, karena perekrutan kali ini berkaitan langsung dengan pekerjaan Ifan.


"Baiklah, nanti akan aku pilih sendiri yang berhak menduduki jabatan itu, Ada berapa kandidat yang sudah dipersiapkan oleh HRD?" Tanya Ifan


"Sesuai dengan permintaanmu, ada tiga kandidat kuat yang sudah di pilih, dua laki-laki dan satu perempuan, Semua sesuai dengan persyaratan yang sudah kamu tentukan sebelumnya"


"Jam berapa?"

__ADS_1


"Jam sepuluh"


Ifan harus menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum wawancara akhir dengan para pelamar pekerjaan tersebut. Fandi baru teringat jika logo yang dipesan oleh Ifan untuk kerjasama dengan perusahaan asing yang baru disepakati sudah ada, tinggal penyempurnaa.


"Secepat itukah?" Tanya Ifan ketika mendapat laporan, namun bagi Ifan itu adalah hal yang sangat di luar ekspektasinya, setidaknya mereka akan memerlukan waktu seminggu atau dua minggu


"Iya, dia profesional banget, bahkan baru kemarin aku menelphonnya dan tadi sudah mendapat email dengan berbagai pilihan gambar"


"Coba kirim ke saya, biar aku pilih"


"Sudah aku pilihkan, dan akan diselesaikan penyempurnaan secepatnya"


"Jangan sampai mencari orang yang tidak tahu desain"


"Aku jamin kamu akan menyukainya"


Mereka masih berkutat dengan pekerjaan masing-masing.


"Sudah waktunya, kita harus segera ke tempat wawancara" Fandi melihat jarum jam sudah menunjukkan jam sembilan lebih lima puluh menit


"Bukannya lebih baik kita sudah siap di tempat terlebih dahulu?" Fandi tidak akan pernah lupa dengan prinsip Ifan yang lebih baik menunggu dari pada menunggu


"Itu kalau kita membuat janji dengan investor, kalau dengan mereka, tidak seharusnya kita menunggu, tapi..... merekalah yang harus menunggu" Ifan menangkap tanda tanya yang tersirat dalam raut muka Fandi


*****


Di tempat yang sudah ditentukan untuk wawancara terakhir sudah ada tiga orang yang sedang menunggu di ruang tunggu yang sudah disediakan ada dua orang laki-laki muda yang berdandan rapi dan juga seorang wanita yang terlihat sangat modis dan berpendidikan. Ifan berjalan di dampingi oleh Fandi yang selalu setia di sampingnya, senyumnya tidak pernah luntur sari wajah tampannya. Berjalan menyusuri koridor dengan penuh wibawa, baju yang melekat pada tubuhnya terlihat sangat pas dan elegan.


Ifan menduduki kursi yang sudah dipersiapkan oleh HRD. Seperti biasa Fandi di sebelah kanannya dengan membawa berkas pendaftaran ketiga peserta wawancara.


Ketiganya tidak ada yang berbicara, mereka sedang memikirkan bagaimana bisa menghadapi pimpinan perusahaan yang terkenal sangat tegas dan juga tidak menerima kesalahan sedikitpun, mereka gelisah di tempat duduknya masing-masing sambil komat-kamit melafalkan do'a agar diberikan kelancaran.


"Wah, CEOnya ganteng banget, wangi lagi" Batin wanita satu-satunya yang berkesempatan untuk bertemu dengan CEO dan melakukan wawancara


Dengan pandangan memuja, wanita itu tidak mengalihkan pandangannya sedetikpun dari wajah Ifan.


Ketika wawancara wanita itu juga menjawabnya dengan genit dan nada manja ketika mendapat pertanyaan dari Ifan.

__ADS_1


"Apakah anda memiliki pengalaman kerja sebelumnya?" Tanya Ifan


"Belum Mas.... Eh... Pak" wanita itu menjawab dengan gelagapan


"Apakah kamu terbiasa bekerja sama dengan team?"


"Iya, saya selalu aktif ketika mendapat tugas berkelompok bahkan saya juga selalu memberikan kontribusi yang besar dalam kelompok"


"Siapa nama anda?"


"Tania Hapsari"


"Baiklah, saya kira wawancara kali ini saya cukupkan, dan akan ada pemberitahuan hasil dari masing-masing pelamar"


Ifan mengakhiri sesi wawancara dalam waktu singkat, dan sudah mendapatkan pelamar mana yang akan dia terima.


"Fan, segera hubungi pembuat desain logo, saya harap hari ini juga selesai semua pekerjaan"


****


Di rumah, Sela hanya memiliki satu pekerjaan yaitu menyelesaikan pesanan logo dari sebuah perusahaan. Masih ada waktu cukup lama ketika dia menyelesaikan logo yang dia buat. Untuk menghilangkan rasa penatnya karena di rumah sendirian, Sela memilih untuk menyibukkan diri di dapur, belajar membuat makanan ringan dan mudah dibuat, membuka sebuah aplikasi yang menyediakan berbagai macam resep masakan.


Sela mulai menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan setelah beberapa kali memperhatikan cara membuatnya. Untungnya semua sudah tersedia di kulkas.


Tidak terasa waktu sudah sore hari, panggilan telephone berulang kali tidak didengae oleh Sela. Segera Sela membersihkan tangannya tanpa tersisa sedikitpun noda. Segera dia telephone balik sang penelphone.


"Halo selamat sore, maaf Pak, tadi tidak mendengar panggilan telephone anda" Sela meminta maaf terlebih dahulu sebelum orang di seberang sana mengeluarkan suara


"Iya hanya ingin menanyakan apakah desain logo yang kami inginkan sudah sempurna?"


"Sudah siap, apakah harus sekarang saya kirim?"


"Kami tunggu segera, karena akan dilihat oleh pimpinan kami"


"Baik-baik, segera saya kirim"


Sela menghidupkan laptopnya dan mengirimkan desain yang telah dia selesaikan sejak tadi.

__ADS_1


__ADS_2