BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
17


__ADS_3

Pramusaji mulai beraksi, memberanikan diri membuat suatu kegaduhan agar Sela bisa menghadap ke arahnya dengan cara berpura-pura menjatuhkan nampan yang kini berada di tangannya. Suara yang cukup nyaring akibat dari nampan yang jatuh membuat para pengunjung yang tidak begitu ramai mengalihkan pandangan ke satu titik.


Marcel tidak menyiakan kesempatan yang sudah dibuat oleh pramusaji, dia segera mengarahkan bidikannya ke wajah Sela. Beberapa kali Marcel memperhatikan gambaran yang berhasil dia ambil. Setelah memastikan jika memang benar wanita itu Sela, Marcel mencoba mendekat dan memasang muka marah.


"Wow..... " Marcel bertepuk tangan dengan keras seraya berjalan ke arah meja Sela dan Ifan


"Sungguh wanita murahan, masih punya pacar dan saat ini malah makan dengan cowok lain. Sedangkan orang tuamu saja sibuk dan panik mencari ke sana-ke mari, eh.... yang di cari malah asyik selingkuh...." Marcel mendekatkan wajahnya ke arah Sela


"Maaf, siapa anda?" Sela dengan berani bertanya kepada Marcel


"Apa kamu bilang? Pacar sendiri dilupain?" Marcel masih berbicara dengan nada kesal


"Maaf, anda salah orang. Saya tidak punya pacar seperti anda, bahkan saat ini saya sudah bersuami. Silakan anda pergi dari sini atau akan ada sekiriti yang akan mengusir anda" Sela masih tenang menjawab tuduhan Marcel


"Baru beberapa minggu pergi dari rumah, namun sudah berlagak sombong, memangnya sudah punya uang sendiri?" Marcel masih merendahkan Sela


Ifan masih duduk diam memperhatikan kedua insan yang saat ini sudah menjadi mantan sedang ribut di depannya. Dalam diam Ifan mempelajari apa yang melatar belakangi pertengkaran diantara kedua orang di hadapannya ini. Setelah mendengar beberapa kalimat yang keluar dari mereka, Ifan bisa menyimpulkan bahwa keduanya pernah terlibat asmara, namun saat ini mereka sudah putus.


"Maaf, mengapa Anda marah-marah dengan istri saya?" Ifan berusaha setenang mungkin menghadapi lelaki dihadapannya yang saat ini sedang diselimuti amarah


"Kalian memang aktor dan aktris yang sangat kompeten, bahkan sangat kompak mengatakan bahwa kalian suami istri" Marcel masih mengira jika mereka berdua berbohong


"Kami bukan orang yang pandai berakting, apa yang keluar dari mulut kami adalah kebenaran, dan lebih baik sekarang anda pergi dari hadapan kami" Ifan masih berlaku sopan terhadap Marcel


"Aku akan pergi dari sini tetapi dengan membawa dia" Kini tangan Sela sudah dicengkeram kuat oleh Marcel dan menyer*tnya ke pintu keluar

__ADS_1


Peristiwa itu membuat Ifan tidak bisa memeredam amarahnya, istri yang sangat dia cintai dan dia jaga, kini di depan matanya ada seorang laki-laki yang dengan mudahnya menyer*tnya seperti bin*tang yang tidak punya nilai.


"Berhenti" Teriak Ifan menghentikan aksi Marcel dengan memberikan hadiah berupa b*gem mentah tepat di pipi sebelah kanannya yang mengakibatkan dia tersungkur dengan cairan merah yang mengalir dari mulutnya.


Serangan tiba-tiba yang dilakukan oleh Ifan, membuat Marcel dalam keadaan yang tidak siap menerima serangan, sehingga membuatnya merasakan nyeri di pipi dan mulutnya. Marcel bangkit dan melakukan serangan balik terhadap Ifan, namun karena keadaannya yang sudah tidak stabil maka dengan mudah Ifan menangkisnya.


Pert*ngkaran tidak bisa dielakkan lagi antara keduanya saling serang dan akhirnya keduanya mengalami lebam di wajah mereka, pengunjung lain tidak mau terlibat dalam pert*ngkaran itu dan memilih menjadi penonton. Namun lain halnya dengan Sela yang sudah berlari mencari bantuan untuk bisa melerai keduanya.


Seorang satpam dengan perawakan tinggi besar datang melerai dengan beberapa kali teriakan, namun tidak didengar oleh keduanya. Untuk menghentikan hal itu satpam mencoba melakukan penyer*ngan kepada keduanya. Pukulan keras kini bisa menghentikan keduanya.


Mereka di bawa ke pos satpam dan dimintai pertanggung jawaban mengganti semua kerugian yang mereka sebabkan. Mereka memilih segera menggantinya daripada diangkurt ke kantor polisi yang pastinya akan menurunkan nilai saham perusahaan jika sampai disebarkan oleh media.


"Kalian, jangan karena memiliki banyak uang bisa melakukan apapun seenak sendiri" Omel Satpam setelah mengetahui mereka adalah anak dari pengusaha


"Dia bukan istrimu, dia adalah kekasihku" Marcel juga tidak mau kalah


"Saat dia meninggalkan rumahnya dia bukan lagi pacarmu, camkan itu" Ifan terus saja berusaha menjatuhkan argumen Marcel


"Baiklah kita lihat saja, diantara kita siapa yang paling benar dan berkuasa, kita buktikan di luar" Marcel masih belum menerima semua ucapan Ifan, meskipun semua ucapan Ifan benar


"Sudah.... sudah.... kalian lebih baik segera keluar dari sini dan jangan pernah menginjakkan kaki di sini lagi dikemudian hari. Pergi...." Satpam mengusir keduanya


Ifan membayar semua makanan yang dia pesan sebelum meninggalkan tempat makan, perut yang awalnya minta diisi kini sudah tidak terasa lapar lagi. Ifan mengajak Sela segera kembali ke apartemen sebelum Marcel berbuat lebih nekat lagi.


"Lebih baik kita segera kembali, bukan tidak mungkin jika mantanmu itu akan berbuat lebih nekat lagi, aku tidak ingin kamu terluka karena perbuatan dia yang tidak pernah dipikirkan terlebih dahulu" Jari mereka saling bertaut dengan kuat, hal itu membuat Marcel yang melihatnya terlihat menahan amarah

__ADS_1


Marcel masih mengikuti mobil yang dikendarai Ifan, dia ingin tahu dimana mereka saat ini tinggal. Sudah setengah jam namun mereka belum sampai ditempat tujuan. Marcel belum mengalihkan pandangannya dari mobil di depan sana. Karena fokus Marcel hanya tertuju pada mobil yang membawa Sela, hingga dia tidak menyadari dia menabrak marka jalan dan mengakibatkan dirinya terpental dan kaget.


Karena kondisi yang menimpa Marcel, dia kehilangan mobil yang menjadi incarannya.


"B*lsh*t, mengapa harus terjadi sekarang?" Marcel turun dari kemudinya dan mengecek kerusakan yang terjadi pada mobilnya


****


Sela dan Ifan sudah memasuki unitnya, Ifan segera memesan makanan secara online untuk mengisi perut mereka yang sempat tertunda.


"Say*ng, aku tinggal ke bawah dahulu" Ifan pamit untuk pergi ke mini market yang ada di dekat apartemen untuk membeli salep oles untuk mengobati pergelangan Sela yang terlihat memar karena genggaman Marcel yang kuat


Setelah mendapatkan semua obat yang diperlukan, Ifan segera kembali kebetulan di bawah sana dia bertemu dengan Dito yang juga berbelanja.


"Fan, bagaimana keadaan istrimu. Kamu benar-benar gila, jika sampai ketahuan tidak hanya dirimu yang hancur tetapi karir gue juga akan hancur. Jika suatu saat itu terjadi makan kamu harus bertanggung jawab atas kehidupanku di masaa depan" Dito yang harus mengikuti drama yang dibuat Ifan, merasa telah menodai janjinya sebagai seorang dokter


"Tidak akan pernah terjadi, kali ini dia akan benar-benar mengandung anakku" Ifan menjawab santai


"Mengapa kami mati-m*tian mendapatkan dia, sedangkan banyak wanita di luaran sana yang mengejarmu untuk mendapatkan cintamu"


"Ada rahasia yang kamu tidak ketahui"


"Karena dia anak kecil yang selalu bermain denganmu dahulu?"


"Kamu salah, masih ada alasan kuat mengapa aku harus melindunginya"

__ADS_1


__ADS_2