BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
29


__ADS_3

“Selamat Bro” Dito memberikan ucapan selamat kepada Ifan setelah memeriksa Sela dengan hati-hati untuk memastikan kehamilan Sela yang sesungguhnya


“Maksud kamu apa?” Ifan merendahkan suaranya agar tidak terdengar oleh Selasa


Mereka berdua menghilang dibalik tembok yang merupakan ruangan khusus untuk Dito, sementara Sela masih membenahi pakaian yang dia kenakan.


“Jadi, kamu akan menjadi ayah yang sesungguhnya”


“Istriku hamil?” Ifan ,memastikan apa yang dia dengan dari Dito


“Iya, sekarang kamu tidak memalsukan kehamilan Sela, Sekali lagi selamat” Dito antusias memberikan selamat untuk sahabatnya


Untuk menghindari kecurigaan Sela, Dito dan Ifan segera keluar dan menghampiri Sela yang sudah duduk rapi di depan meja kantor milik Dito


“Bagaimana Dok? Apakah semuanya baik-baik saja?” Sela yang penasaran dengan hasil pemerikasaan bergegas menanyakan kondisinya sebelum Dito menduduki kursinya dengan benar


“Sebentar, saya ambilkan hasil USGnya terlebih dahulu” Dito mengambil gambar hasil pemeriksaan rahim milik Sela dan menjelaskan kepada mereka saat ini kandungannya sangat sehat, namun dalam beberapa bulan ke depan Sela harus mengurangi aktivitas berat demi kebaikan dirinya dan juga janin yang ada di rahimnya.


Dito tidak menjelaskan usia kandungan Sela saat ini, karena dia takut kebohongannya dengan Ifan waktu awal pemeriksaan sebelum terjadi pernikahan akan terbongkar. Sela juga tidak menaruh curiga serta tidak menanyakan usia kandungannya.


“Vitamin ini harus dihabiskan” Dito memberikan vitamin penambah darah untuk Sela dan berpesan jika merasakan sesuatu yang tidak nyaman harus segera menghubunginya


“Baik Dokter ganteng.....” Ifan dan Dito terkejut dengan ucapan Sela, Dito yang disebut hanya bisa nyengir sedangkan Ifan membelalakkan matanya ke arah Dito


“Sela pamit pulang dahulu, jika nanti Sela butuh sesuatu akan segera memanggil dokter Dito ganteng” Sela tidak menghiraukan tatapan mata Ifan yang sejak tadi mengintimidasi Dokter Dito


“Sa*ang kita pulang sekarang, kamu harus banyak istirahat demi janin yang ada di rahimmu” Ifan menggamit tangan Sela dan segera meninggalkan ruang praktek dokter Dito

__ADS_1


Sela mengerucutkan bibirnya, dia kesal dengan Ifan yang memaksanya pergi dari hadapan dokter Dito, Sela ingin mengurangi kesedihannya yang saat ini sedang mengandung namun belum ada rasa cinta untuk Ifan, meskipun Ifan sangat perhatian kepadanya hingga saat ini. Namun, dalam benaknya tertanam Ifan berbuat seperti itu juga karena kesalahan yang telah mereka perbuat dan mengharuskan mereka untuk bersama.


“Huft.....” Sela menghela nafas kasar


Mendengar Sela membuang nafas kasar, Ifan mengernyitkan dahinya seraya memandangi Sela yang kini duduk di kursi samping kemudi dengan wajah cemberutnya.


“Ada apa?”


“Mengapa hidupku jadi seperti ini, apakah ini semua karma karena aku telah berani membantah kedua orang tuaku dan meninggalkan mereka”


“Karma apa? tidak ada karma, kamu sudah dewasa semua keputusan sudah menjadi tanggung jawabmu, baik buruknya dirimu tergantung pada dirimu, semua sudah menjadi ketentuan dari Tuhan. Sebagai manusia kita hanya mengikuti alur dari sang pencipta”


“Mengapa bisa terjadi kerjadian yang sama sekali tidak aku inginkan, semua gara-gara kamu yang tidak sadar waktu itu, eh....sepertinya ada yang tidak beres?”


“Apa?”


Ifan yang sedang minum hampir saja tersedak mendengar ucapan Sela barusan. Dia berusaha tidak panik untuk menghindari kecurigaan jika semua itu hanyalah sandiwaranya agar bisa memiliki Sela yang merupakan teman kecilnya yang harus dia lindungi,


“Sekarang teknologi sudah sangat maju, tidak seperti dahulu yang harus menunggu beberapa minggu baru ketahuan” ifan membuat dalih yang bisa memperdaya Sela agar tidak ada rasa curiga lagi


***


Pekerjaan di perusahaan milik Ifan semakin hari semakin bertambah maju, dengan semakin pesatnya perusahaan maka semua karyawan juga dituntut untuk lebih giat lagi dengan memberikan bonus kepada karyawan yang mau bekerja lembur satu atau dua jam setiap harinya. Dengan iming-iming bonus besar semua karyawan menjadi bersemangat apalagi sekarang Ifan selaku CEO lebih dekat dengan karyawan, tidak seperti dahulu dia akan memberikan pekerjaan tapi tidak mau turun tangan secara langsung semuanya diserahkan kepada Fandi.


“Wah, semakin semangat bekerja apalagi Pak Ifan sekarang jarang marah” Sambut bersemangat seorang karyawan senior


“Benar banget, mengapa bisa berubah dengan cepat ya” Timpal karyawan yang lain

__ADS_1


“Mungkin Pak Ifan naksir salah satu karyawan di sini”


Banyak gosip yang beredar setelah aturan baru diumumkan, namun Ifan tidak memperdulikan gosip yang semakin berkembang di perusahaannya. Fandilah orang yang semakin gerah dengan pertanyaan-pertanyaan karyawan yang sudah senior.


“Lebih baik kalian sekarang semangat bekerja, jika Pak Ifan berubah pikiran jangan harap dapat bonus besar bahkan senyumnyapun pasti akan lenyap lagi” Fandi menggertak mereka yang masih asyik bergosip


Mendengar ucapan Fandi mereka segera fokus dengan pekerjaan masing-masing dan tidak ingin kehilangan bonus yang sangat menjanjikan meskipun hanya lembur satu jam.


Tania yang mendengar gosip jika CEO mereka naksir salah satu karyawan disana, sangat senang karena hanya dirinya yang memiliki usia muda dan belum berumah tangga. Setiap hari dia bersolek untuk menarik perhatian Ifan yang selalu memiliki hubungan kerja dengannya. Namun, sudah beberapa hari Ifan masih bersikap dingin terhadapnya.


“Bukannya hanya gue yang masih muda dan berlum berumah tangga, tetapi mengapa Pak Ifan sangat dingin denganku?”Tania pusing memikirkan gosip yang beredar di perusahaannya membuat pekerjaannya beberapa hari ini mengalami penurunan dan mendapatkan teguran dari Fandi selaku penanggung jawab atas pekerjaannya


“Tania, kamu harus lebih giat belajar karena beberapa hari ini pekerjaanmu sedikit mengalami penurunan, jangan sampai kamu sudah bersusah payah mendapatkan pekerjaan di sini, tetapi kamu tidak bersungguh-sungguh yang nantinya akan berakibat buruk terhadap pribadimu” Fandi tidak berani menegur keras


“Baik Pak, saya akan memperbaiki pekerjaan saya”


Tania mulai membenahi pekerjaannya yang kurang sempurna, dia tidak ingin dipecat dari perusahaan ini apalagi harus jauh dari Sang CEO yang menjadi idaman setiap wanita muda.


“Tania, kamu dipanggil Pak Ifan di kantornya” Fandi memanggil Tania atas perintah Ifan


“Baik Pak”Tania memperbaiki riasannya yang mulai memudar sebelum bertolak ke ruang Ifan


Tania bergegas ke ruang Ifan dengan wajah berseri berharap akan mendapatkan sesuatu yang membahagiakan. Tania memasuki kantor saat Ifan masih berada dalam panggilan telpon, Tania tidak berkedip memperhatikan postur tubuh proporsional milik Ifan hingga dia tidak menyadari jika saat ini Ifan tengah memandanginya dengan penuh tanda tanya.


“Hm” Suara Ifan mengagetkan Tania dan segera memalingkan mukanya ke arah lain


“Maaf Pak, apakah ada tugas untuk saya?”

__ADS_1


“Tidak ada yang begitu penting, saya hanya ingin bertanya sesuatu kepadamu” mendengar ucapan Ifan membuat Tania tersipu, dalam benaknya mungkin pertanyaan yang akan diajukan oleh Ifan ada kaitannya dengan gosip yang beredar di kantor beberapa hari ini


__ADS_2