
Hari yang telah disepakati antara Ifan dan juga pimpinan perusahaan internasional untuk menandatangani kontrak sudah tiba. Ifan bersiap dengan menggunakan setelan baju formal dan menata rambutnya yang sudah berantakan dengan memotong sedikit rambutnya supaya lebih rapi dan terlihat segar serta tidak meninggalkan usianya yang masih sangat muda.
"Sa**ng kalau kamu mau membuka bisnis, mulai sekarang buatlah proposalnya terlebih dahulu, jika nanti proposalmu sudah jadi, akan aku pelajari dan aku akan menjadi investor pertamamu. Asalkan kamu memikirkan dengan matang bisnis yang akan kamu jalankan" Sebelum berangkat Ifan memberika rambu-rambu kepada istrinya agar mulai memikirkan usaha yang akan dia jalankan
"Apakah benar yang kamu katakan? Akan menjadi investor pertamaki sedangkan usahanya saja belum terpikirkan" Sela tidak percaya dengan ucapan Ifan, Pengusaha sekelas Ifan yang sudah bekerja sama dengan perusahaan internasional mau menginvestasikan dananya untuk usahanya yang belum berdiri
"Kami tidak percaya?Apapun yang akan kamu lakukan, aku akan selalu mendukungmu" Kata bersungguh-sungguh
"Terima kasih atas dukungannya..." Jawab Sela tulus
"Aku harus pergi dahulu untuk melakukan tanda tangan kontrak kerja sama yang sempat diundur beberapa hari yang lalu, kamu jaga diri baik-baik di rumah" Ifan mengec*p sekilas kedua pipi sela dan juga dahinya
Ifan memasuki mobil kesayangannya dan menyetirnya sendiri, dia terbiasa ke mana-mana sendiri, lebih leluasa dan tidak merepotkan orang lain, itu adalah prinsipnya sejak dahulu. Menyusuri jalanan yang sudah mulai padat, Fandi menelphonnya beberapa kali karena waktu yang sudah disepakati hanya tinggal sepuluh menit, lebih dari itu maka kerja sama dianggap batal.
"Fan, kamu di mana? Waktunya sudah tidak terkejar lagi.... Kalau sampai hari ini gagal maka, mereka tidak akan mau lagi membuka kesempatan kerja sama dengan kita" Fandi berulang kali melihat jam yang melingkar ditangannya sambil berbicara tanpa henti ketika panggilannya diterima
"Tenang saja, mereka tidak akan pernah membatalkan kontrak kerja sama kali ini maupun dimasa yang akan datang" Jawaban enteng Ifan membuat Fandi mendengus dan khawatir
"Ayolah... jangan bercanda disaat seperti ini" Fandi sangat khawatir
"Kirim orang ke sini, di sini sangat macet, suruh bawa motor sekarang juga" Ifan memberikan perintah
"Segera"
Kebetulan ada salah satu pegawai yang berada di dekat jalan yang dimaksud Ifan. Hingga tidak butuh waktu lama Ifan sudah berpindah mengendarai motor menuju tempat rapat. Melewati jalan yang paling dekat dan sampailah di tempat janjian. Kesempatan Ifan tinggal tiga menit, dengan kekuatan penuh Ifan berlari mencari lift, namun sayangnya lift tidak kunjung terbuka. Dia berlari melalui tangga darurat yang berada di samping lift dan mulai berlari menuju lantai enam belas.
Fandi mondar-mandir menunggu kedatangan Ifan dengan terus memperhatikan jam tangannya, tepat kurang satu setengah menit dari waktu kesepakatan Ifan muncul dengan peluh di dahi. Ifan merapikan baju yang dikenakan dan membersihkan peluh dindahinya sebelum memasuki ruang rapat.
__ADS_1
"Huft.... masih ada waktu" Gumam Ifan pelan
Fandi menunjukkan tempatnya dengan berjalan di depan Ifan, detik-detik terakhir waktu kesepakatan, Ifan baru menunjukkan mukanya.
"Sungguh, tidak profesional.... masih muda namun tidak bisa menghargai waktu. Haruskah kami memberi kesempatan?" Tanya Asisten perusahaan asing tersebut
"Maaf, bukan kehendak saya untuk datang terlambat"
"Apakah masih perlu kami ajarkan untuk mengatur waktu?"
"Maaf, lain kali.... "
"Tidak ada lain kali lagi, waktu kami sudah sangat banyak kamu sita dan masih bilang ada lain waktu lagi?" Bentak asisten itu lagi
"Sudahlah, kalau kamu banyak bicara pastinya akan menambah waktu yang terbuang sia-sia, Saya harus mendengar sendiri presentasi dari pimpinan perusahaan yang akan bekerja sama dengan kami, dan kami beri waktu dua menit untuk menjelaskan, jika dalam dua menit kamu tidak bisa menjelaskan detailnya, saya anggap kerja sama kali ini gagal dan tidak ada kesempatan lagi di lain waktu"Ifan mengangguk dan mempersiapkan presentasi sesuai dengan permintaan pimpinan perusahaan internasional yang bernama Jason
Jason memperhatikan penjelasan Ifan dan sangat tertarik dengan konsep yang disampaikan bahkan keuntungan yang akan diperolehnya juga dijelaskan dengan sangat praktis dan mudah dicerna.
Jason meminta asistennya untuk menyiapkan penanya untuk bersiap tanda tangan kontrak kerja sama dengan senyum mengembang di wajahnya. Mereka berdua bergantian menandatangani kontrak kerja sama dan diakhiri dengan berjabat tangan.
Rasa lega dihati Ifan dan Fandi setelah Jason dan teamnya meninggalkan tempat rapat.
"Wow.... keren... satu setengah menit mampu membuatnya p*as dengan penjelasanmu dan langsung tanda tangan" Fandi memuji kepandaian dan kecerdikan Ifan
"Harusnya kami belajar banyak hari ini" Ifan menyombongkan diri
"Pastinya"
__ADS_1
Mereka meninggalkan gedung tempat pertemuan untuk kembali ke kantor dan menyelesaikan persiapan pekerjaan yang baru saja kesepakatannya tercapai. Mulai membuat team penanggung jawab dan lain sebagaimana.
Sela masih sibuk dengan laptop di depannya, laptop pinjaman dari Ifan yang sudah lama tidak terpakai. Sela ingin memulai usahanya dengan tangannya sendiri dan tidak akan memanfaatkan uang Ifan. Meskipun dia sendiri yang menjanjikan untuk menjadi investor.
Membuat sebuah desain logo dan juga desain baju-baju, Sela menyelesaikan dua puluh desain seharian dan mengunggahnya berharap ada orang yang akan membelinya.
Hingga malam menjelang Sela masih belum beranjak dari tempat duduknya, meregangkan otot-ototnya dan baru menyadari jika hari sudah malam, namun Ifan juga belum ada di rumah. Sela menyimpan laptopnya dan membersihkan diri dan menunggu Ifan pulang.
Dering telephon membuat Sela kaget dan bergegas mengangkatnya.
"Halo, selamat malam, benarkah ini dengan mbak Sela?" Tanya seseorang dari seberang sana
"Iya benar, saya sendiri. Siapa ini?" Sela tidak mengenal nomor telephon yang masuk ke ponselnya
"Maaf sebelumnya, saya tertarik dengan desain-desain yang mbak buat, saya bermaksud untuk menawarkan pekerjaan untuk mbak. Kami ingin meminta mbak untuk membuatkan desain logo baru untuk perusahaan kami yang akan kami luncurkan minggu depan. Apakah mbak bisa membuatkannya?"
"Saya harus mengenal terlebih dahulu mengenai perusahaan anda"
Penelephon menjelaskan dengan detail dari perusahaannya hingga pemiliknya yang sangat pemilih dan juga sangat kamu namun masih sangat muda dan energik serta sangat cerdas.
"Baiklah, dalam dua hari ke depan akan saya buatkan beberapa sketsanya terlebih dahulu, kemudian anda bisa memilihnya baru nanti akan saya sempurnakan"
"Kami tunggu kabar baiknya dua hari lagi"
Sela mengakhiri panggilan yang masuk bersamaan dengan Ifan yang muncul di depan pintu kamar mereka.
"Telephon dari siapa?" Ifan cemberut karena sempat mendengar suara penelphon adalah seorang cowok
__ADS_1