BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
25


__ADS_3

Ifan berjalan keluar ruangannya sambil senyum-senyum sendiri, hingga membuat setiap orang yang dilaluinya merasa takut, karena tidak biasanya Ifan bersikap seperti itu. Termasuk Fandi yang juga berjalan di sampingnya


“Apakah perusahaan kita mendapat tender besar?” Ifan melongo mendengar pertanyaan Fandi, karena seharusnya Fandi dahulu yang mengetahui jika perusahaan mendapatkan tender karena dari Fandilah semua tender bermula


“Maksudnya?”


“Apakah ada tender yang akan memberikan keuntungan besar bagi perusahaan kita? Hingga membuat orang-orang yang kamu lewati memandang aneh karena senyumanmu yang misterius itu” Fandi menjelaskan keadaan mereka saat ini yang menjadi pusat perhatian dari setiap orang yang dilalui


“Lebih dari sebuah tender besar, bahkan aku akan mendapatkan bonus yang sangat membahagiakan dalam hidupku melebihi apa yang sudah saya capai selama ini” Ifan masih membayangkan istrinya yang sudah dia ketahui bekerja sama dengan perusahaannya, sehingga dia akan lebih mudah menaklukkan hatinya


“Benarkah? Jadi, aku akan mendapat bonus besar di tahun ini” Fandi sangat senang membayangkan bonus akhir tahun yang akan dia dapatkan jika memang kebahagiannya bosnya tercapai


Ifan tidak menghiraukan lagi semua ocehan Fandi yang entah kemana jalurnya, yang terpenting saat ini dia sangat bahagia dan dipastikan akan mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini, mendapatkan hati dan seluruh hidup Sela, melalui kerjasama yang dilakukan oleh Sela dengan perusahaannya.


Sepanjang perjalanan Ifan tersenyum sendiri mengingat apa yang dia dapatkan sore ini di surat elektroniknya, bersiul mendendangkan sebuah lagu favoritnya yang selalu dia lantunkan ketika hatinya bahagia. Untungnya tidak ada satu orangpun yang bersamanya, jadi dia tidak mungkin akan di sebut orag gila.


“Selamat malam” Ifan masuk ke dalam rumah dan mendapati Sela yang masih sibuk menyiapkan makanan untuk mereka makan malam ini


Ifan duduk di kursi ruang makan dan mendapati meja makan yang sudah tersaji berbagai makanan, namun semua makanan sudah tidak layak untuk di makan.


“Di rumah ini ada kebakaran lokal ya?” Ifan memandang semua makanan yang sudah berubah warna menjadi hitam


“Iya, Karena ada seseorang yang sangat menyebalkan berulang kali menelphone ke nomor Sela yang mengaku dari perusahaan yang bekerja sama dengan Sela”


“Apa hubungannya dengan makanan gosong, orang hanya menelphone” Ifan masih belum tahu mengapa teror telephon yang dia lakukan kepada Sela Sore sebelum pulang tadi

__ADS_1


“Karena dia meminta untuk merubah desain, padahal desainnya sudah sangat bagus menurutku, dan yang membuat aku geram pada akhirnya dia memilih desain yang paling awal, menyebalkan sekalikan” Sela menumpahkan kekesalannya karena dia juga meninggalkan kompor yang masih hidup hanya untuk merubah desain yang dirubah sedikit hingga membuat masakannya menjadi gosong


“Kalau begitu kita keluar saja mencari makanan dan udara segar, lagi pula makanan ini sudah tidak enak dimakan” Usaha yang dilakukan Ifan untuk mencari alasan mengajak keluar Sela akhirnya terwujud meskipaun dengan cara yang sangat curang, bahkan mungkin Sela akan marah jika mengetahui penelphonnya adalah dia


“Tapi jangan jauh-jauh, takutnya nanti bertemu dengan teman-temanku” Sela tidak ingin jika temannya tahu mengenai keadaannya saat ini


“Teman atau mantan?”Ifan masih sempat menggoda Sela


“Jadi keluar tidak?Kalau masih banyak bicara lebih baik kita batalkan saja” Sela kesal mendapat pertanyaan dari Ifan


“Baiklah”Ifan berjalan memimpin dan Sela mengikutinya, masih dengan menggunakan kaos oblong dan juga celana selutut, Sela tidak menghiraukan bagaimana keadaannya saat ini yang sudah seperti seorang pembantu rumah tangga yang hanya mengikat rambutnya memakai karet gelang dan sandal jepit


Ifan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia ingin memiliki banyak waktu bersama Sela menghirup udara segar di malam hari menghilangkan rasa penat seharian karena pekerjaan. Memilih sebuah restoran mewah dan memesan ruangan pribadi melalui sambungan telephon sebelum mereka sampai di sana. Sela sempat mendengar percakapan Ifan jika mereka akan makan bersama dengan seorang klien yang akan memberikan banyak bonus.


Sela berfikir jika nanti dia akan sedikit menjauh dari Ifan jika makan malam kali ini untuk bertemu klien dan membicarakan bisnis. Dia tidak ingin merusak image Ifan yang membawa seorang pembantu makan di restoran mewah. Sela baru menyadari pakaian yang dia gunakan kurang tepat untuk makan di tempat mewan. Sepanjang perjalanan Sela hanya diam menikmati pemandangan kota yang sudah beberapa minggu tidak pernah dia lihat lagi.


Marcel berdiri seketika saat melihat seorang wanita yang sangat dia kenali dengan kondisi yang tidak seperti biasanya yang selalu bersih dan berdandan cantik berjalan mengikuti langkah seorang laki-laki. Dia berjalan mendekat untuk memastikan jika matanya tidak salah melihat. Semakin dekat semakin jelas, dia adalah wanita yang selama ini dia cari kesana kemari dan baru kali ini membuahkan hasil.


Marcel berusahan memeluk Sela yang berjalan menunduk, namun dengan cepat tangan Marcel ditangkis oleh Ifan yang menyadari jika ada seseorang yang sejak tadi memperhatikan istrinya.


“Siapa anda? Jangan sekali-kali memegang orang yang tidak anda kenal” Ifan berpura-pura tidak tahu, meskipun sebenarnya dia tahu betul siapa lelaki yang saat ini berhadapan dengan mereka


“Anda tidak perlu tahu, saya adalah pacarnya” Marcel dengan berani menatap tidak suka terhadap Ifan yang ikut campur dengan urusannya


“Benarkan Sayang.....”Marcel meraih tangan Sela dan mencari pembelaan

__ADS_1


“Maaf, saya tidak mengenal anda” Sela berjalan menjauhi kedua lelaki


“Jadi, pekerjaanmu sekarang menjadi seorang pembantu rumah tangga setelah meninggalkan rumahmu?” Marcel berteriak hingga membuat semua pengunjung restoran memperhatikannya


Sela mendengar ucapan Marcel kembali mendekati keduanya.


“Aku bukan seorang pembantu rumah tangga, aku memiliki pekerjaan” Sela berbicara lantang di depan Marcel


“Pakaiannya saja seperti itu, masih belum mengakuinya. Bahkan semua orang yang melihatmu juga akan berfikir hal yang sama denganku”


“Siapa bilang?” Fandi yang baru datang melihat Sela dan Ifan sedang berseteru dengan seorang lelaki dan mulai mendengarkan percakapan mereka


“Dia bukan pembantu rumah tangga, tetapi dia pacar dari bos saya”Fandi tidak mungkin membuka rahasia sahabatnya


Percakapan yang tidak kunjung usai diantara mereka mengakibatkan keributan dan membuat seorang satpam mengusir mereka.


“Semua ini karena kamu, bahkan makanan yang sudah saya bayar belum sempat aku makan


Mendengar ucapan Marcel, membuat Sela tertawa terbahak-bahak.


“Bahkan makanan saja begitu sangat kau sayangi, tetepi mengapa kau selalu menyia-nyiakan aku?” Sela ingat jika dahulu dia selalu menjadi cadangan dan memilih wanita lain.


Sela berlari menuju mobil Ifan yang masih terparkir di tempat yang sama.


“Sekali lagi kamu berani berbicara dengan pacar saya, maka kamu akan tahu akibatnya” Ifan mengikuti langkah Sela yang sudah mendekat ke arah mobilnya

__ADS_1


“Baiklah, kita tunggu siapa yang akan menang mendapatkannya” Marcel mengancam dan segera melajukan motornya keluar dari tempat parkir restoran


__ADS_2