
Selepas kepergian Broto dari rumahnya, Prabu mencari informasi ke beberapa teman Sela termasuk Tania.
"Apakah Sela saat ini ada di rumahmu Tan?" Prabu berbicara dengan Tania melalui sambungan telepon
"Maaf Om, Tania hanya bertemu dengan Sela sekali, malam itu saja ketika Sela pergi dari rumah" Tania menjelaskan waktu pertemuannya dengan Sela
"Apakah kamu benar-benar tidak tahu keberadaan Sela saat ini?" Prabu masih mencecarnya
"Benar Om, bahkan sudah beberapa hari Sela tidak. menghubungi Tania lagi" Prabu yang mendengar penjelasan Tania sedikit kecewa, dia yang berharap mendapatkan informasi dari Tania yang merupakan sahabat karib putrinya sejak lama pupus sudah.
Pagi itu juga, Marcel meminta Tania untuk menemaninya mencari keberadaan Sela. Mereka mendatangi beberapa tempat yang sudah sejak dahulu menjadi tempat persembunyian Sela ketika sedang ada masalah. Mereka juga memberikan kabar di setiap tempat yang mereka singgahi kepada Prabu.
Prabu mulai khawatir jika dia tidak bisa menemukan Sela. Prabu duduk di sebuah kafe yang berada tidak jauh dari kantornya mencari sekelilingnya berharap bisa menemukan Sela. Tanpa dia sadari dia melihat sosok yang sangat familiar di layar kaca yang sedang menayangkan sebuah prosesi pernikahan seorang anak konglomerat di kota ini dengan gadis yang tidak diketahui asal-usulnya dengan jelas. Begitulah narasi yang terpampang di sana.
Dalam hati Prabu berkata"Masih saja ada anak konglomerat mencari pendamping dari orang kalangan bawah yang tidak akan pernah disebutkan asal-usulnya agar tidak menjatuhkan bisnis mereka"
Namun Prabu tidak menyadari jika prosesi pernikahan tersebut adalah Sela putri yang dandan dengan cantik dan merubah wajahnya yang biasa terlihat polos, kini sangat berbeda.
****
Pagi itu Sela di dandan cantik okeh seorang MUA profesional yang didatangkan langsung oleh keluarga Ifan khusus untuk Sela persiapan ijab qabul yang diadakan secara mendadak karena pengakuan Ifan uang belum tentu kebenarannya. Namun dari pihak keluarga Ifan tidak mau jika nanti namanya menjadi tercemar karena salah satu penerusnya menghamili anak gadis orang tidak bertanggung jawab.
Penghuli dan semua persiapan dilakukan pagi itu juga, meskipun dalam waktu singkat namun semuanya tertata rapi dan terlihat elegan dengan dekorasi minimalis namun tetap mewah yang didominasi dengan warna putih dan emas tidak ketinggalan sedikit warna merah muda.
Tamu yang hadir hanya keluarga dekat dari pihak Ifan tidak ada satupun dari keluarga Sela yang datang, karena sudah menjadi permintaan Sela. Bahkan Sela juga meminta agar tidak ada yang menyebar acara pagi ini ke sosial media apapun. Namun, pada kenyataannya masih saja ada yang menyebarkan video pernikahan anak seorang konglomerat dengan gadis yang tidak diketahui asal-usulnya, begitulah judul yang disematkan dalam kabar itu.
__ADS_1
Beberapa jam setelah acara mendadak tersebut selesai, semua tamu sudah kembali ke rumah masing-masing, Trisna segera mengajak Sela dan Ifan mendatangi dokter spesialis kandungan yang merupakan salah satu kerabatnya, bahkan dokter tersebut adalah teman bermain Ifan sewaktu kecil hingga saat ini.
"Selamat siang dokter ganteng....." Sapa mama Trisna ketika memasuki ruang praktik dokter spesialis kandungan yang masih muda dan tampan
"Selamat siang Tante Trisna.... apakah ada yang bisa Dito bantu?" Dokter Dito membalas sapaan Trisna
Sela melihat pemandangan di depan matanya yang sangat menakjubkan, terlihat tidak berkedip hingga dikagetkan oleh Ifan
"Awas, bola mata keluar.... Sudah ada cowok ganteng di sini masih saja melirik cowok lain. Apalagi sudah sah, jangan pernah melihat cowok lain" Ifan terlihat sangat posesif ketika melihat Sela memandangi Dito sang sepupu
"Gantengan juga dokter Dito" Sela mencibir ke arah Ifan yang dengan sombongnya membanggakan diri
"Eh, ada Ifan juga. Masuk Fan" Dito yang baru menyadari kedatangan Trisna diikuti oleh Ifan.
Dito melongo ketika melihat Ifan dengan posisinya menggenggam tangan Sela berjalan memasuki ruang prakteknya.
"Istri gue, yang harus diperiksa" Dito tertawa mendengar pengakuan Ifan
"Kapan kamu nikahnya? Baru juga kemarin kita bertemu, sekarang sudah nikah saja"
"Kalau tidak percaya tanya saja sama Mama, dan yang perlu kamu ingat jangat pernah melirik istriku?" Ifan memperingatkan terlebih dahulu sebelum Dito memeriksa
"Tidak mungkin, aku meliriknya. Tapi, seandainya dia masih sendiri, boleh juga sebagai calon ibu dari anak-anakku"Dito sakin gencar menggoda Ifan terlihat sangat marah
" Kapan periksanya jika terus bicara?" Ifan mulai naik darah dengan tingkah keponakannya
__ADS_1
"Sabar dulu, lagi pula alatnya juga masih disiapkan"
Sela sudah berbaring dan mulai dibantu seorang perawat, Dito mulai bersiap untuk memeriksa Sela. Baru mau memeriksa, namun tangannya sudah dicekal oleh Ifan dengan erat.
"Awas, hati-hati.... jangan sampai kamu memegang istri gue"
"Lebih baik sekarang kamu periksa sendiri jika tidak percaya denganku. Ini.... " Dito menyerahkan alat periksa USG kepada Ifan, namun ditolak oleh Ifan
"Makanya diam dulu, jangan banyak bicara dan tunggu hasilnya" Bentak Dito karena sudah muak dengan sahabat sekaligus saudaranya yang terlalu posesif
Ifan terpaksa mundur untuk menghindari amukan Dito yang sudah terlihat dengan jelas. Dito mulai memeriksa Sela dengan hati-hati. dia juga tidak ingin terkena amarah Ifan jika dia ceroboh memeriksa Sela.
Beberapa detik kemudian Dito mulai bersuara untuk menjelaskan mengenai keadaan kandungan Sela.
"Sepertinya kandungan mbak Sela cukup bagus dan harus selalu terjaga keamanannya, jangan banyak pikiran dan juga bekerja terlalu berat. Jika memaksa makan akan fatal akibatnya diusia kandungan yang masih sangat muda"
"Apakah saya masih bisa bekerja seperti biasa Dok? Pekerjaan saya tidak terlalu berat kok" Sela bertanya dengan hati-hati
Ifan melirik ke arah Dito, yang dengan cepat direspon oleh Dito "Begini mbak Sela, sebaiknya istirahat terlebih dahulu agar yang berada di dalam rahim benar-benar kuat"
"Berapa lama saya tidak boleh bekerja Dok?"
"Setidaknya tiga bulan ke depan diawal trimester pertama, karena ditrimester pertama masih sangat rentan dan rawan akan keguguran"
"Fan, kamu sebagai seorang suami juga harus siap siaga dalam setiap kondisi yang dialami oleh istri kamu, tidak boleh sembarangan dalam bertindak, bahkan omongan yang menyakitkan untuk wanita hamil jiga berpengaruh bagi perkembangan janin" Dito berpesan kepada Ifan
__ADS_1
"Tante juga akan selalu siap siaga menjaga menantu kesayangan tante"Trisna juga ikut antusias mendengar penjelasan Dito
Setelah mendapatkan resep obat yang harus dikonsumsi oleh Sela, mereka bergegas kembali ke rumah untuk istirahat dan juga mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan Sela. Namun sebelum kembali ke rumah Ifan, Sela meminta untuk ke tempat kosnya terlebih dahulu untuk mengambil baju-baju dan juga lainnya.