BENIH TANPA CINTA

BENIH TANPA CINTA
47


__ADS_3

Dering telepon resepsionis terdengar, ada suara yang sangat mengintimidasi dari seberang sana. Mereka meminta dihubungkan dengan pemilik perusahaan jika tidak ingin terjadi sesuatu dengan Sita yang kini di tangan mereka.


Terpaksa sambungan telepon dihubungkan ke ruangan Ifan. Fandi yang ikut menikmati makanan yang dibawa Sela mengangkatnua tanpa meminta izin Ifan yang sedang bermanja kepada istrinya.


"Hah, siapa pacar Ifan? Tidak mungkin, anda salah mencari orang"


Masih terdengar suara keras dari sambungan telepon tersebut dan mengatakan jika Ifan tidak mau bicara mala jangan disalahkan jika terjadi sesuatu dengan wanita yang ada di sana.


Ifan mengambil gagang telepon itu, mendekatkan ke telinganya. Tanpa ada aba-aba teriakan dari seberang telepon membuat reflek tangan Ifan melemparkannya.


"Ada apa?" Sela khawatir sesuatu terjadi pada Ifan dan segera berlari ke arah Ifan yang melemparkan gagang telepon tersebut


"Tidak apa-apa s*yang, aku hanya kaget dengan teriakan orang itu" Ifan mem*luk erat Sela yang kini di dekatnya. Meraih kembali telepon dan mendengarkannya.


"Maaf, ini siapa dan ada kepentingan apa" Ifan berusaha sabar menghadapi penelphone


"Anda harus segera menyelamatkan pacar anda, jika tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya" Suara mengintimidasi terdengar sangar dominan


"Maaf, yang anda maksud pacar saya siapa? Saya tidak mempunyai pacar, mungkin anda salah menghubungi orang"


Penculik tetap saja meminta Ifan untuk segera menyelamatkan Sita dengan membawa uang tebusan. Mereka memberikan waktu satu kali dia puluh empat jam, jika tidak ada yang datang maka tidak akan ada yang selamat.

__ADS_1


Mendengar nama Sita, Ifan terlihat gusar. Baru juga bekerja beberapa hari tetapi sudah membuat ulah.


"Di mana sekarang?" Sebenarnya Ifan enggan untuk menyelamatkan Sita namun karena alasan kemanusiaan, hatinya tergugah meskipun bukan dirinya sendiri yang akan berangkat ke sana


Penculik menyebutkan sebuah alamat, menurut penyelidikan alamat tersebut berada di sebuah desa terpencil yang terletak jauh dari pusat kota.


"Bagaiamana mas?" Meskipun Sela belum pernah bertemu secara langsung dengan Sita, namun sebagai sesama perempuan rasa takut itu pasti sama


"Mas, kamu harus membantunya. Aku tidak bisa membayangkan jika hal itu terjadi padaku" Sela semakin takut jika membayangkan hal tersebut terjadi padanya


Mendengar suara Sela yang semakin serak karena merasa ketakutan, Ifan mulai menghubungi beberapa orang yang bisa dimintai tolong tanpa harus melibatkan polisi. Yang pertama adalah Fandi, dia diminta untuk menyamar sebagai dirinya. Karena Ifan tidak mau secara langsung terlibat didalam penyelamatan kali ini. Takutnya jika dia yang menjadi peran utama, Sita kedepannya akan sering menggunakan nama dirinya jika terjadi sesuatu lagi.


Sela ingin segera kembali ke apartemen mereka, rasa takut menjalar ke dalam tubuhnya. Entah dosa apa yang dia perbuat hingga suaminya terlibat dalam kasus penculikan terhadap salah satu pegawainya. Setahu dia, suaminya belum pernah memiliki hubungan apapun dengan seorang wanita. Tidak hanya mendengar dari mulut suaminya sendiri namun juga mendengar dari teman-teman dekat Ifan.


Sela tidak pernah meragukan kejujuran suaminya mengenai kesetiaannya kepada dirinya. Namun, apa sebenarnya motif dari penculikan ini sangatlah tidak wajar. Orang yang baru saja bekerja di perusahaan bahkan mengaku sebagai pacar dari pemilik perusahaan.


"Mas, sepertinya untuk saat ini aku takut jika diketahui secara umum bagaimana statusku saat ini"


"Tidak perlu takut, aku akan berusaha untuk menjagamu. Bahkan menurutku lebih baik kita segera mengumumkan pernikahan kita untuk menghindari orang-orang yang mencari keuntungan"


Sela hanya bisa mengikuti rencana Ifan. Bahkan saat ini mereka keluar ruangan milik Ifan. Hal itu membuat heboh seluruh isi kantor. Tania yang mengenal siapa Sela segera menghampirinya

__ADS_1


"Sela, kamu mengantar makan siang buat Pak Ifan, memangnya pekerjaan di rumah Pak Ifan sudah selesai? Lagi pula kamu tidak pantas berada di perusahaan ini, ijazah apa yang kamu miliki?" Perkataan Tania lebih membuat kaget, tangan Sela yang berada di genggaman erat seorang Ifan, namun ada seorang yang berkata seperti itu


Banyak yang berspekulasi jika Sela hanya sebagai pembantu rumah tangga, tetapi juga ada yang berfikir dia hanya sebagai pelampiasan hawa nafsu Ifan.


Sela terdiam mendengar ucapan sahabatnya, orang yang dulu paling dekat dengannya, namun dengan terang-terangan kini merendahkan dirinya. Menyembunyikan muda di balik punggung Ifan adalah jalan terbaik baik Sela saat ini. Namun, sebelum berhasil Sela bersembunyi, Ifan menarik tangan Sela dengan lembut.


"Baiklah, sepertinya semua ini harus saya buka supaya tidak ada peristiwa seperti hari ini terjadi lagi dikemudian hari. Kenalkan wanita yang saat ini bersamaku adalah istri sahku, dan saat ini dia sedang mengandung anakku. Jadi, siapapun diluaran sana yang memperkenalkan diri sebagai pacar atau bahkan istriku berarti mereka berbohong. Dan satu lagi, salah satu logo perusahaan saya dialah yang mendesainnya. Jadi saya mohon kedepannya kalian harus menjaga setiap ucapan" Ifan sudah tidak tahan mendengar perkataan yang merendahkan istrinya.


Sebuah kabar yang mengejutkan bagi semua karyawan yang mendengar, kenyataan bahwa bos mereka sudah mempunyai istri ditengah maraknya isu bahwa pacar Ifan adalah salah satu pegawai di perusahaan ini, tetapi dengan waktu bersamaan pemilik perusahaan mengenalkan istri sahnya. Drama macam apa ini? Mungkin begitulah yang ada di benak mereka.


Bukan manusia kalau tidak membicarakan hal yang lagi happening, apalagi menyangkut pemimpin perusahaan yang dikenal sangat pemilih bahkan belum pernah diketahui memiliki hubungan dengan wanita manapun.


Ifan dan Sela meninggalkan segerombolan orang yang masih berdiri di lobi perusahaan. Berjalan beririgan, merupakan sebuah pemandangan yang selama ini belum pernah terlihat di sini. Seorang lelaki tampan dan kaya berjalan berdampingan dengan seorang wanita yang cantik dan elegan meskipun mengenakan pakaian yang sangat sederhana.


"Waw, benar-benar kelas tinggi yang menjadi nyonya pemilik perusahaan" Komentar salah satu pegawai


"Benar, dimana kita bisa menemukan wanita cantik dan elegan sepertinya meskipun dengan memakai pakaian yang sangat sederhana. Baju murah pun akan terlihat mahal jika dia yang memakai" Pujian-pujian keluar dari mulut-mulut yang mengagumi penampilan Sela


Hal itu membuat Tania semakin membenci Sela. Dahulu mereka sangat dekat namun saat ini ada rasa benci sekaligus iri terhadap kehidupan Sela. Sela yang harus keluar dari rumah tanpa membawa apapun, kini sudah berada di tangan orang yang memiliki segalanya, baik itu harta, tahta maupun rupa. Saat ini Sela seperti tuan putri yang mendapatkan segalanya tanpa harus bekerja keras.


"Pelet apa sih sebenarnya yang dia gunakan hingga bisa menarik perhatian Pak Ifan. Aku harus mencari bukti jika Sela menggunakan guna-guna untuk mendapatkan Pak Ifan" Tania mulai memikirkan hal-hal yang diluar nalar untuk menjatuhkan mantan sahabat dekatnya

__ADS_1


__ADS_2