
tak terasa sudah satu tahun hilangnya Feby, dan tak menemukan titik temu sedikitpun.
semua hal sudah di lakukan demi menemukan wanita itu, tapi seperti jalan buntu.
bahkan selebaran di sebar tapi tak menunjukkan hasil meski hadiah yang di tawarkan cukup banyak.
Feli makin membenci Sandi dan Dini, aoalagi sekarang kwduabya hifup nyaman setelah menyiksa dan membuat Feby hilang tanpa jejak.
"ayah, ibu, kakek, aku ingin mengatakan sesuatu," kata Feli di depan keluarganya.
"ada apa Feli?" tanya kakek Cahyono.
"aku ingin balas dendam, dengan masuk ke keluarga itu, dan membalas keduanya untuk semua yang di hadapi mbak Feby," kata Feli.
"tidak, Feby sudah hilang dan ayah tak bisa kehilangan mu juga, jangan bodoh," larang pak Ibnu.
"ibu setuju, karena ibu yakin kamu bisa membuat mereka tau siapa keluarga kita, terlebih kekayaan Feby yang masih di tangan Dini, ibu tak suka itu," kata Soraya pada putrinya itu.
"baik kakek akan mendukungmu, terlebih kamu memang lebih kuat dan tegar menghadapi semua dari pada Feby," kata kakek Cahyono.
pak Ibnu tak mengira jika semua keluarga mendukung Feli, dia hanya takut putrinya itu akan bernasib sama dengan Feby.
"tapi semua, Feli bisa bernasib seperti Feby, aku tak mau itu terjadi," kata Ibnu masih menentang keputusan semuanya.
"ayolah ayah, aku bisa melawan mereka, aku tak ingin hak Yusuf di rebut dan di nikmati gadis seperti Dini yang menyebalkan itu," bujuk Feli.
"baiklah, aku akan mengizinkannya, tapi bagaimana kamu bisa masuk ke sana?" bingung Ibnu.
"tentu bukan aku yang memaksa tapi pria itu sendiri yang akan membawa ku masuk ke rumah itu," kata Feli menyeringai.
Sandi sudah berkerja seperti biasa, begitupun dini yang sekarang mengajar di SMP negeri di kota itu.
Purnomo dan Vita memutuskan hubungan pertemanan Mr dengan kedua orang itu.
pasalnya mereka tau semua uang terjadi, bahkan sampai hilangnya Feby yang entah kemana.
__ADS_1
apalagi mereka juga tau bagaimana perlakuan kedua orang itu, dan luka spikis yang di alami Feby.
Feli datang ke bengkel milik Sandi, dia pun langsung masuk ke ruang kerja Sandi, dia tak kesulitan karena sudah mengenal tempat itu.
"selamat pagi kakak ipar?" sapa Feli dengan manja dan langsung duduk di meja Sandi.
"Feli, apa-apaan ini, kamu yang sopan dong," marah Sandi melihat ulah Feli.
Feli tersenyum manis melihat ekspresi Sandi, saat pria itu ingin pergi Feli menarik kaos sandi hingga mendekat kearahnya.
"kau menghindar kakak ipar? atau perlu aku panggil sayang," kata Feli menyentuh bibir Sandi dengan tangannya.
"kamu menggoda ku?"
"aku tidak menggoda kok,aku cuma mau mengatakan pesan dari ayah dan kakek, mereka ingin mengambil semua kekayaan milik kak Feby, apalagi Yusuf sudah tak bersamamu, karena Yusuf sudah berangkat ke Banjarmasin, jadi bagaimana kakak ipar?" tanya Feli berbisik.
sandi pun merasa jika Feli memberikan isyarat padanya, "memang kenapa baru sekarang?"
"karena kakak ipar keterlaluan, terutama istri mu yang tak berguna itu, dia dengan lancangnya memakai semua milik kak feby, jadi aku datang untuk mengambil semuanya,"
"benarkah?" tanya Sandi.
"baiklah, ayo pergi," kata Sandi.
keduanya pun bergegas pergi, Feli ikut mobil Sandi,"kamu naik ke sini? bukankah bawa kendaraan sendiri tadi?"
"sayangnya enggak, aku naik ojek online, jadi sekarang tanggung jawab mu kakak ipar," kata Feli santai.
saat di mobil, Feli berdandan, dan memakai lip tint, dan makin terlihat cantik sedang Sandi hanya meliriknya sesekali.
mobil pun sampai di rumah, ternyata Dini juga sudah pulang, dan wanita itu sedang berada di kamar bekas milik Feby.
Sandi yang melihat pun langsung marah dan menarik Dini, "kenapa kamu di kamar Feby, sudah ku katakan, jangan pernah berani masuk ke sini," ancam Sandi kesal.
"what!!!!" teriak Feli melihat lemari Feby yang berantakan.
__ADS_1
"eh ... dasar wanita busuk, kenapa kamu mengacak lemari mbak Feby, kau gila ya! dasar tak punya sopan santun, kamu itu gak pernah belajar atau pekerjaan mu itu cuma topeng saja!" marah Feli.
"apa kamu mengacak lemari Feby, kenapa," bentak Sandi.
"aku hanya ingin mencari petunjuk agar bisa menemukan wanita itu mas, aku khawatir," jelas Dini.
"telat sekali anda, ini sudah setahun dia hilang, bahkan kami yang keluarganya bahkan memberi hadiah puluhan juta pun tak bisa menemukan mbak Feby, kau itu munafik, itulah kenapa kakek tak pernah menyukai mu karena kamu itu fake," kata Feli dengan kesal.
Dini yang gak suka pun ingin sekali merobek mulut Feli, tapi tak mungkin karena ada Sandi.
karena di sekarang berubah lebih tegar dan kuat menyingkirkan semua wanita yang ingin merebut suaminya.
"mas itu tak bener, Feli hanya ingin memfitnah ku, aku hanya ingin membantu," kata Dini pada Sandi.
"terserah, sekarang aku ingin mengambil semua ATM, perhiasan dan semua berkas penting sesuai perintah kakek, dan kalian berdua tak berhak, jadi kembalikan semuanya, karena aku sudah punya sna surat dan buktinya," kata Feli.
Dini terlihat terkejut, dia tak mengira jika Keluarga Feby bisa melakukan ini, pasalnya beberapa ada yang dia ambil.
"kenapa diam! ambil!" teriak Feli mengejutkan Sandi dan Dini.
"Kenapa harus seperti itu? bukankah aku juga berhak?" tanya Sandi.
"kau gila kakak ipar, harta kakak ku milik Yusuf, sedang kalian tak berhak sedikit pun, terutama istri pertamamu yang menyebalkan itu, dan jika nilai tabungan tak sesuai kalian harus mengantikan uang itu, jadi serahkan," kata Feli
sandi pun langsung bergegas mengambil semua perhiasan dan ATM Feby, tapi ada beberapa hal yang tak ada.
Dini pun bergegas mengambil beberapa perhiasan yang dia ambil, dan kemudian Feli ingin sekali tertawa.
Feli menghitung semua perhiasan yang dimiliki Feby, ATM dan sisa saldonya, bahkan Feli melihat hasil pembukuan toko juga.
Feli tak mau terlewat sedikit pun, "mas Sandi, boleh minta minum, karena istrimu sepertinya tak menyukaiku, hingga tamu ini tidak di berikan minum loh, padahal aku juga tamu juga sepupunya, tapi dia tak menyambut ku sepertinya," lirih Feli dengan suara manja.
"baiklah, aku ambilkan," kata sandi yang langsung di sambut senyum mereka Feli.
sedang Dini tak mengira jika suaminya dengan menurut mengambilkan air untuk feli.
__ADS_1
padahal sandi begitu susah untuk di mintai tolong, tapi dengan Feli, dini merasa dirinya mulai terancam.
sedang Feli tersenyum mengejek kearah Dini, Karena Feli ingin menunjukkan dimana Dini di hari sandi.