Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
bertemu dengan warga


__ADS_3

Bram terus mencuri cium bibi, dan wanita tertawa karena ulah pria di sampingnya.


sedang Sandi yang baru bangun memilih keluar dari rumah, ternyata sudah sore hari, dia ingat jika tadi Dini pamit pergi.


dan meninggalkan dirinya sendiri di rumah, bahkan dia melihat beberapa mahasiswa yang sedang mengenal desa ini.


dan tak terduga dia malah melihat sosok yang di kenalnya yaitu Feli yang melambaikan tangan pada dirinya.


"sore pak Sandi," sapa pak RT.


"sore pak, ini rombongan mahasiswa yang kemarin bapak bilang ya," kata Sandi menyapa dengan sopan.


"iya pak, mereka akan meneliti kegiatan warga desa kita," jawab pak RT.


sandi pun mengangguk, Feli memberikan fly kiss pada Sandi, sedang pria itu langsung membuang wajahnya.


tak lama Febi datang dengan motor kesayangannya, dia baru saja pulang setelah berbelanja.


"ada apa mas?" tanya Dini melihat suaminya.


"tidak ada, hany menyapa pak RT, dan beberapa anak KKN," jawab Sandi membantu wanita itu.


bibi sudah selesai memasak dan hilang setelah itu, Bram sedang mengajarkan beberapa pelajaran pada Edgar.


sedang bibi masih di samping rumah bersama dua pembantu baru, sedang bik tum menemani sambil menjaga Ale.


ternyata bibi sedang mewarnai rambutnya menjadi coklat terang, dan bibi malah terlihat seperti orang luar negeri.


setelah itu dia mandi, dan dua pembantu menyiapkan makan malam, bibi turun dengan penampilan baru yang begitu cantik.


"bagaimana penampilanku, cantik tidak papa dan Edgar sayang?" tanya bibi tersenyum manis.


Bram melongo di buatnya, karena bibi begitu cantik dan mempesona, bahkan dengan rambut barunya.


"mama cantik banget," kata Bram terpukau


"benarkah, aku takut norak pa," kata bibi.


"tidak sayang, kamu sangat cantik, benar kan Edgar?" kata Bram.


"iya pa, mama cantik banget," kata bocah itu.


"terima kasih, aku tak mau mempermalukan suamiku ini saat bertemu orang dong," kata Mei merangkul Bram.


"kamu yakin, siap menghadapi semua orang," kata Bram.


"tentu, aku kan istri mu, bukan Feby yang lama," jawab bibi mencium pipi Bram.


"baiklah, sini aku suapi," kata Bram.


"yey ... mama manja sama papa nih," protes Edgar.


"biarin ..." kata bibi.


setelah itu bibi mengambil semangka yang sudah di potong dan memberikannya pada Bram.


"rasanya aku tak mau pergi, takut kamu hilang saat aku kembali," kata Bram


"tidak sayang ku, aku akan menunggumu, dan besok kita bermain sesuatu yang menegangkan," bisik bibi.


"kamu yakin, aku sangat mengharapkan itu," bisik Bram.


"sudah sana pergi, pasti bapak-bapak sudah menunggu, aku mencintaimu,"kata bibi memberika ciuman.


Edgar juga mencium pipi Bram sebelum pergi, setelah itu Edgar dan bibi bermain bersama Ale yang sedang lucu-lucunya.

__ADS_1


Bram keluar sambil membawa senter dan di temani satu orang satpam, karena rumah itu memiliki delapa satpam yang terus bergiliran berjaga.


terlebih sekarang sudah ada Edgar, itulah kenapa Bram meningkatkan penjagaan dari orang asing.


"selamat malam, maaf telat nih bapak-bapak," kata Bram sopan sambil menaruh kotak yang di bawanya.


"malam pak, tak kira tak jadi datang, karena pak Sandi sepertinya sedang sakit, jadi kita kekurangan orang," kata pak RW.


"kebetulan sekali kalau begitu, saya bawa tenaga tambahan, ini satpam baru di rumah, jadi sekalian perkenalan dengan Semuanya," kata Bram.


"wah ... satpamnya nambah pak, hebat sekali," puji pak hansip.


"iya pak, karena sekarang ada Putra saya yang harus di jaga, dan di antar jemput untuk sekolah karena sekolahnya jauh," jawab Bram.


"wah pak Bram hebat ya," puji semua bapak-bapak.


Malam itu, semua orang yang Rinda senang, pasalnya bawaan Bram begitu banyak cemilan.


bahkan seseorang juga mengantarkan kopi saat pukul sebelas malam.


saat berkeliling, beberapa pemuda yang sedang KKN sedang melihat bintang.


para bapak-bapak pun menyapa, mereka begitu senang karena suasana desa yang begitu asri.


terlebih udara yang sejuk, tak lama seorang gadis keluar, "kalian mau makan gak, tuh anak-anak cewek bikin nasi goreng?" tanyanya.


"mau Feli, yang pedes ya, jangan lupa gorengan tadi di hangatkan lagi, Ben makin ulala ya," kata Gusti.


"oke Gus, kamu Jon," tanya Feli lagi


"ngikut wae lah C*k," jawab Joni.


"cocot mu cik, njalok di tapuk tha?" kesal Feli.


"woles yuk, ayu ne ilang loh lek ngamuk, he-he-he," kata Joni.


sedang Bram hanya tersenyum dari jauh, Feli sesaat melihat Bram yang begitu tampan sedikit terkagum.


bahkan tubuh yang kekar terlihat, sempat membuatnya terpesona.


"woi c*k, malah nglamun eroh wong nganteng c*k, ngeces ow ..." ledek Gusti.


"cocot mu, Yo wes aku melbu sek," pamit Feli.


Bram pun tak suka tatapan Feli, mereka pun lanjut berkeliling desa, bahkan saat melewati sawah milik Bram.


pria itu memperbolehkan para bapak-bapak mengambil ubi untuk di bakar di pos ronda.


benar saja mereka bersenang-senang di pos ronda, tak lama terdengar teriakan dari seorang warga.


ternyata ada orang yang masuk rumah dan ingin melecehkankan seorang janda yang baru di tinggal mati suaminya.


semua bapak-bapak pun berlari mengejar pemuda itu, tapi Bram dan Jodi berhasil menyusul pria itu.


Bram menarik pria itu dan membantingnya, Jodi langsung meringkus pria muda itu.


"dasar kamu ini selalu meresahkan warga saja, bawa ke pos ronda dulu, kita ikat besok di bawa ke balai desa untuk di adili," kata pak RW.


pria itupun di kunci di pos ronda, dan dua hansip menjaga pria itu, pukul tiga dini hari semua orang bubar.


bram pun pulang dan langsung masuk karena sengaja rumah tak di kunci, dan kini ada tiga satpam yang menjaga rumah mewah itu di depan dan dua di bagian belakang rumah.


Bram pun langsung naik ke atas dan melihat Edgar dulu sebelum ke kamar utama.


dia pun mencium Putranya itu yang sedang lelap tertidur, "mimpi indah ya nak," lirih Bram

__ADS_1


setelah itu dia menuju ke kamar utama, ternyata bibi masih bangun karena menyusui bayi Ale.


"kamu belum tidur sayang?" tanya Bram yang baru masuk.


"baru bangun pa, bayi Ale lapar, terus minta gendong, terus popoknya juga basah jadi mama ganti dulu," jawab bibi tertawa.


Bram pun mengangguk, setelah menidurkan bayi ke ranjangnya, bibi melepas jubah satinnya.


dan kemudian tidur di samping Bram yang sudah bertel*nj*ng dada dan juga hanya mengunakan kolor saja.


"mama menggoda papa," bisik Bram memeluk bibi.


"ayo kalau papa mau?" kata bibi tersenyum menggoda.


Bram pun langsung menindih tubuh bibi, dan langsung mencumbu wanita itu.


Bahkan pria itu begitu ganas, bibi juga tak keberatan, bahkan dia kini yang memimpin permainan.


Bram pun tak mengira wanita ini begitu hebat saat bermain seperti ini, dia pun makin di buat tergila-gila.


dia merasa jika sandi adalah pria paling bodoh yang menyia-nyiakan wanita sehebat dan seseksi bibi ini.


setelah Bram puas, bibi pun terkulai tak berdaya karena stamina suaminya.


setelah itu, keduanya pun tidur berpelukan, Bram tak bisa jauh dari wanita cantik yang di pelukannya itu.


keesokan harinya, bik tum sudah akan belanja, bibi juga sudah siap ikut bersama bayi Ale.


dan juga seorang satpam yang mengikuti keduanya, saat di tukang sayur.


bibi menyapa semua orang dengan sopan, ibu-ibu pun bingung melihat wanita cantik berkaca mata itu.


"maaf bik tum, itu siapa," bisik Bu RT.


"ini nyonya Bramastyo Bu," bisik Bik tum.


"apa, ini istri pak Bram yang gila itu," kata Bu RT kaget dengan suara keras, dan langsung menutup mulutnya.


"saya sudah sehat Bu, oh ya, ini putra kami bayi Ale," kata bibi tersenyum sopan.


"ya Allah mbak, padahal beberapa hari lalu anda di seret pak Bram, tapi sekarang begitu cantik dan sehat," puji Bu RT.


"iya Bu, sebenarnya itu saja cuma bercanda dengan suami saya, eh malah keterusan membuat onar dan bikin gaduh, maaf ya," kata bibi tersenyum malu.


"owalah ... saya kira beneran, soalnya pak Bram terlihat begitu marah," kata Bu RW.


"ya bagaimana gak marah, tuan kan takut nyonya kabur, orang cantik gini, takut di ambil orang," kata bik tum.


"apa sih bik, sudah yuk, cepet belanjanya, takut papa bangun terus mencari kita," kata bibi.


"aduh panggilannya papa dong, mesra banget sih Bu," puji semua ibu-ibu.


"harus dong Bu, kalau begitu kami pamit ya, baby Ale bilang da-da sama ibu-ibu yuk, mari semuanya," pamit bibi yang sudah selesai belanja.


sat bibi pergi, tak terduga dua mahasiswi datang untuk berbelanja, "selamat pagi ibu-ibu," sapa ayu dan Ajeng.


"pagi mbak-mbak, mau belanja," sapa Bu RT ramah.


"iya," jawab keduanya singkat.


"Bu RT, saya tak mengira ya, istri pak Bram cantik banget, bule kayaknya, kulitnya putih punya lesung pipi juga, bahkan bayi Ale juga ganteng banget," kata ibu yang belanja.


"iya Bu, siapa yang bilang istri pak Bram dulu gila, kalau gila ya gak mungkin bisa secantik itu atuh ibu-ibu," kata Bu RW.


"pasti mahal ya perawatannya, uh ... bikin iri tuh istri pak Bram, udah suaminya ganteng, istrinya cantik dan seksi banget," kata tukang sayur.

__ADS_1


"yey ... si Abang jangan mimpiin istri orang," kata ibu-ibu yang membuat dua mahasiswi itu tertawa.


__ADS_2