Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
rencana dini (lari menjauh)


__ADS_3

Dini pun sengaja mengirimkan pesan melalui telpon pelanggannya yang sedang mandi.


setidaknya hotel itu akan di gerebek, dan dia bisa lari, dan saat pria otu masih mandi.


Dini pun mengambil semua uang yang ada di dompet, dan dini pun melihat jika hotel melati itu hanya dua lantai.


dan para anak buah mani Angel menjaga di depan pintu, jadi dini pun membuka jendela.


dan dia memutuskan untuk lewat sana, dia berusaha melarikan diri dengan segera sebelum polisi datang.


dini berhasil keluar, dan dia pun melompat ke tong sampah besar dan sembunyi di sana sementara waktu.


dia sangat takut ketahuan, terlebih terdengar suara mobil polisi yang datang.


dini pun tak peduli dengan kotor, yang terpenting dia bisa kabur dan segera mencari pertolongan.


para anak buah itu kocar kacir karena tak ingin di tangkap oleh polisi, dsn tamu yang menyewa dini pun merasa di tipu dan di rampok.


sedang dini bersumpah untuk membalas semua yang tejadi padanya, setelah satu jam akhirnya pengerebekan berhasil.


saat sudah sepi dini pun keluar dan segera mencari pertolongan, dia berlari tanpa arah di kota besar ini.


dia harus segera bersembunyi jika tidak mucikari itu bisa kembali menangkapnya.


dini pun memilih untuk membeli baju bekas dan berganti baju dulu karena dia tak mungkin Teru mengunakan baju kurang bahan itu.

__ADS_1


setelah itu dia pun berjalan tanpa arah, dia pun merasa begitu kotor karena sandi dia jadi seperti ini.


tiba-tiba dia merasa putus asa, dan berjalan di pinggir jalan yang begitu ramai.


dini pun melompat ke tengah jalan dan sebuah mobil Alphard menabrak tubuh wanita itu.


seorang pria pun membawanya ke rumah sakit, karena luka wanita itu, kebetulan rumah sakit yang di tujukan rumah sakit tempat bibi di rawat


Bram yang baru saja kembali setelah membeli makanan pun kaget melihat Dimas.


"ngapain disini bro?" tanya Bram.


"aku hak sengaja nabrak orang, dan sepertinya gelandangan jadi aku bawa berobat, kamu dari mana?" tanya Dimas.


"beli makanan, bias ibu hamil suka makan malam, sudah ya aku madik di sebelum ngomel nanti," kata Bram tertawa


sedang Bram sudah di sambut tatapan kesal karena sedikit lama, tapi bibi pun tak bisa marah.


"mau di suapi?" tanya Bram.


"tentu, aku selalu suka di manja oleh mu, terutama saat kamu mesum," bisik bibi.


"seandainya kamu tak sakit dan ini kita di rumah, aku pasti sudah langsung membuat mu berteriak kesenangan dan lemas," jawab Bram.


"dasar papa ini," jawab bibi menerima suapan dari Bram.

__ADS_1


mereka pun merasa hidup sudah bahagia tanpa siapapun menganggu, sedang Farhan sedang berburu sesuatu.


Feli sudah menjadi ibu sambung yang baik untuk untuk Yunus, bahkan bayi itu seperti putranya sendiri.


karena bagi Bu Iin, Feli benar-benar menantu yang baik, dia memang tidak tau hubungan sebenarnya dari Feli dan putranya.


Farhan sekarang sedang berada di luar Jawa, karena dia punya tugas membereskan seseorang, Bram tak menyukai pria itu, begitupun dirinya.


Farhan menemukan sebuah pondok di tengah hutan tempat pria itu bersembunyi.


Farhan sudah memakai topeng dan juga sarung tangan, bahkan mereka tak boleh meninggalkan jejak sedikitpun.


Farhan di juluki pembunuh tanpa suara, dan permainannya sangat rapi, itulah sebabnya Bram memintanya yang mengakhiri segalanya.


sandi yang sedang beristirahat pun tak sadar jika dia dalam bahaya, Farhan masuk kedalam rumah istirahat itu dan langsung memegang kepala sandi.


dan sekali putar leher pria itu patah, untuk memastikan lebih akurat, pria itu menyuntikkan racun yang di buatnya khusus.


anak buah Farhan membuat seolah-olah jika pria itu bunuh diri jadi tak akan ada kecurigaan jika dia di bunuh.


jadi mereka tetap aman, dan mereka pun segera menuju kembali ke kota.


keesokan harinya, Edgar membawa sarapan karena hari ini Minggu dua libur.


tak sengaja dia melewati ruang rawat dari dini yang di jaga oleh Dimas, Edgar pun berlari menuju ruang rawat sang mama.

__ADS_1


"ada apa Edgar?" tanya Bram yang melihat putranya itu ketakutan.


__ADS_2