Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
hari bahagia (Feli dan Farhan)


__ADS_3

Farhan sedang berada di ruang kerja milik Bram, keduanya sedang membahas pekerjaan.


tapi Farhan terlihat tak nyaman, "kenapa, kamu tergoda untuk menyentuh istrimu, lakukan saja, toh kalian sudah resmi dan sah bukan," kata Bram mudah.


"tapi aku tak suka batang bekas," jawab Farhan.


sebuah buku melayang ke kepala Farhan, Bram kesal karena melihat tingkah pria di depannya itu.


"kau pikir kamu siapa, Tuhan, kamu itu hanya manusia biasa seperti halnya diriku,tak perlu kau sok suci bung," marah Bram.


"tapi kita tak pernah melakukan s*x di luar nikah," kata Farhat.


"tapi tangan kita sudah membunuh ratusan orang, kau lupa itu, mungkin Tuhan dan para malaikatnya juga sudah malas melihat kita," kata Bram memijat kepalanya.


Farhat hanya diam, "semua orang punya masalalu, anggap saja itu sebagai kenangan buruk untuk di kubur, kamu mau jika istrimu di nikmati pria lain, atau mencari kesenangan di luar, karena dari yang ku tau, jika bibi begitu menyukai hubungan s*x, pasti adiknya juga lebih hiper lagi, jadi gunakan otak mu itu, jangan cuma kau pikirkan ego mu saja," marah Bram.


"ya bro, kamu benar, aku bisa kehilangan dia, yang sudah begitu di cintai oleh ibu dan Yunus, dan mungkin aku tak akan bisa melakukan itu," jawab Farhan yang mulai sadar.


sedang Feli dan bibi sedang berbincang hangat, dengan iseng Bu Inggrid memberikan sesuatu pada Feli.


"apa ini bu?" tanya Feli kebingungan.


"sudah nanti sebelum tidur buat itu ya, susu beruang itu hangatkan dan nanti setelah hangat berikan madu dan telur, kemudian aduk dan minta suamimu minum," kata Bu Inggrid.


"memang untuk apa Bu? setahuku mas Farhan begitu sehat," kata Feli masih tak mengerti.


"sudah ikuti saja,dan untuk mu minum madu ya," kata Bu Inggrid.


bibi juga tak mengerti karena dia tak pernah membuat racikan itu, terlebih suaminya juga tak pernah bilang apapun.


karena hari makin malam, Feli dan Farhan pun berpamitan pulang, tak lupa bibi juga membawakan beberapa kue dan masakan untuk adiknya itu.


kini mereka kembali dekat karena suami mereka juga berteman, Bram terus merangkul pinggang bibi posesif.


"hentikan papa, aku baru keluar dari rumah sakit, kamu masih harus istirahat," kata bibi tersenyum.

__ADS_1


"aku ingin sekarang, dan tak boleh kamu menolak, kamu tak takut aku mencari seseorang," kata Bram terhenti karena di halangi tangan bibi.


"kamu akan melihat mayat ku jika berani melakukan itu, aku tak mau ada wanita lain di antara kita," kata bibi sedih.


Bram pun mengangkat wajah sedih istrinya dan mengecupnya sekilas, "bagaimana bisa aku melirik wanita lain saat aku memiliki istri yang begitu cantik di sisiku," jawab Bram.


keduanya pun berpelukan dengan erat dan hangat, sedang di mobil Feli masih memutar pikirannya karena bingung melakukan perintah mertua dari kakaknya itu.


sesampainya di rumah Bu Iin, langsung menyambut ketiganya, Bu Iin langsung mengambil cucunya untuk tidur bersamanya.


sedang Feli menuju dapur dan di bantu Farhan untuk menyimpan semua oleh-oleh yang di berikan oleh bibi.


"mas mau minum susu?" tanya Feli malu-malu.


"hah, minum susu apa?" kaget Farhan yang berpikiran aneh-aneh.


"tadi aku di berikan resep susu oleh Bu Inggrid, dan katanya ini bagus jadi aku ingin membuatkan untuk mas," kata Feli takut Farhan marah.


Farhan pun mendekat dan memperkecil jarak antara dirinya dan Feli.


Feli pun mengangguk pasrah, dia tak ingin melakukan sesuatu yang memancing amarah Farhan.


sedang di rumah bibi, wanita itu masih penasaran hingga terus melihat mertuanya itu.


"kamu penasaran, itu adalah resep untuk membuat suamimu memiliki stamina untuk terus berdiri tegak sampai pagi, ha-ha-ha,"


bibi kaget bukan main, pasalnya dia tak pernah melihat Bram meminum itu.


"jangan melihat ku seperti itu, karena tanpa ramuan itu, aku sudah selalu tergoda oleh tubuhmu, jadi tak usah menyelidiki aku seperti itu," kata Bram mengusap rambut istrinya.


"wah semoga besok pagi Feli masih bisa bangun ya," kata bibi tak habis pikir.


sedang di rumah Farhan, Feli sedang memasak susu sesuai anjuran dari Bu Inggrid.


dan membawanya ke kamar, dan Farhan langsung menghabiskan dalam satu tegukan.

__ADS_1


"ah rasanya nikmat, tolong besok buatkan lagi, dan kamu bisa beristirahat setelah ini, karena Yunus bersama ibu," jawab Farhan.


"baik mas," jawab Feli.


Feli membawa gelas ke dapur, dan setelah itu masuk ke kamar mandi, kemudian mulai bersiap.


Feli memakai baju tidur satin yang di hadiahkan bibi, dan juga memakai parfum yang begitu wangi menggoda.


sedang Farhan merasa tiba-tiba begitu berhasrat, terlebih saat Feli keluar dari kamar mandi.


wanita itu begitu menggoda untuknya, Farhan langsung mengunci pintu dan mendekati Feli.


Farhan mencium aroma rambut Feli dan kemudian menyentuh istrinya itu.


Farhan dan Feli berciuman dengan mesra, dan Farhan perlahan melepas satu persatu pakaian mereka.


begitupun Feli yang melepaskan baju Farhan, bahkan Feli kaget melihat ukuran dari milik suaminya.


"kau bisa bermain dengan mulut mu?" kata Farhan menahan hasratnya.


Feli pun mengikuti permintaan suaminya, Farhan tak mengira Feli sehebat ini.


akhirnya karena tak tahan kini giliran Farhan yang menarik Feli dan mendorongnya ke ranjang.


Feli pun di buat mengerang karena sentuhan Farhan yang kadang lembut kadang kasar.


akhirnya malam itu, keduanya saling bercocok tanam dengan begitu buas.


berkali-kali Farhan meminta dan Feli tak kuasa menolaknya, awalnya dia terpaksa.


tapi lama kelamaan dia menikmati permainan dari Farhan, dan Feli tak mengira jika suaminya itu begitu perkasa hingga bisa membuatnya lemas dan k.o


Farhan juga mengakui jika istrinya itu begitu Nikmat, terlebih Feli begitu menjaga bagian *nt*m miliknya.


akhirnya keduanya tertidur saat mulai pagi,Bu iin begitu senang pasalnya dia mungkin akan segera menimang cucu lagi.

__ADS_1


beruntung semalam dia tidur di kamar belakang jadi suara itu tak menganggunya meski Feli dan Farhan berteriak keras.


__ADS_2