Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
pernikahan Feli.


__ADS_3

pak Ibnu kaget saat menerima surat Dini yang di titipkan pada adiknya.


pasalnya Dini sudah pergi untuk menerima pekerjaan di luar kota secara mendadak karena dia yang ingin melupakan semuanya.


pak Ibnu pun tak curiga sedikitpun, pasalnya dini juga sudah membahas tentang hal itu.


semua persiapan sudah selesai, setelah sholat Magrib akan di adakan pernikahan Feli dan pria pilihan pak Ibnu.


pria itu adalah seorang duda bernama Farhan, pria yang begitu sopan tapi juga begitu tegas.


Sandi tertawa dan memilih meninggalkan kota itu setelah menjual Dini.


Sandi benar-benar hilang akal saat ini, dia bahkn tak bisa berpikir jernih lagi.


sedang keluarga Bram sedang dalam perjalanan untuk menghampiri pesta yang di adakan pak Ibnu.


karena ini permintaan pak Ibnu pada Bram, dan beruntung orang tua Bram juga mau ikut ke desa bibi.


Feli terlihat begitu sedih, karena dia terpaksa mengikuti semua keinginan sang ayah.


pak Ibnu menikahkan putrinya itu, dan dengan satu tarikan nafas, Feli pun sah menjadi istri dari Farhan.


mobil Keluarga Bram sampai pas saat akad nikah sudah di lakukan, bibi dan Bram pun turun begitupun Edgar.


semua orang terkejut bukan main, pasalnya bibi datang dengan seorang pria.


bahkan mereka tertegun melihat penampilan keluarga itu yang bisa di bilang cukup mewah.


pak Ibnu yang menemani Feli, di bisiki oleh seseorang dan bergegas untuk keluar.


dia pun langsung memeluk putrinya itu begitupun dengan Bram yang sudah di nantikan.


"ayah, ini orang tuaku, kebetulan baru datang dari Australia," kata Bram.


"selamat malam, mari masuk kedalam, dan Ale tak ingin ikut kakek?" kata pak Ibnu mengendong cucunya itu.


semua orang pun masih tak percaya ini adalah Feby dan suaminya,bahkan Edgar juga terlihat begitu berbeda.

__ADS_1


"pak Bram, mbak bibi ..." lirih Feli.


kakek Cahyono pun langsung menghampiri wanita itu, bibi pun langsung bersimpu di depan kakek Cahyono.


"maafkan aku kakek ..." tangis bibi.


"Feby ..." kata kakek Cahyono yang langsung memeluk cucu pertamanya itu.


akhirnya setelah selama ini wanita itu tak di ketahui, kini bisa kembali berkumpulnya bersama semua orang.


"kamu jahat mbak, kenapa kamu membohongiku dan mas sandi!" teriak Feli.


"itu agar kalian tak kembali melukai bibi, kau lupa bagaimana perlakuan pria itu, jadi jangan rusak pernikahan mu, karena pilihan orang tua mu sangat tepat," kata Bram melindungi bibi.


"Itulah kenapa aku kalah dan kaku tak ingin melihat diriku," kata Feli yang sedih.


dia tak mengira jika kakaknya itu yang kembali menang, Bahkan Bram uang begitu kasar pun bisa bertekuk lutut padanya.


sedang Feli malah harus terjebak dengan pria yang bahkan tak di kenalnya.


rombongan keluarga dari Farhan sudah pulang karena acara resepsi pernikahan akan di lakukan besok pagi.


sedang Bram masih mendapatkan tekojb penting, dua pun memilih menyingkir untuk menjawabnya.


bahkan bibi sempat melihat pria itu sedikit membentak, karena khawatir dia pun menghampiri pria tercintanya itu.


"ada apa mas? kenapa kamu terlihat begitu marah besar?" tanya bibi yang menangkap wajah suaminya.


"biasa sayang ada masalah dan aku harus menyingkirkan sebelum semakin besar."


"aku harap tak ada rahasia lain ya mas, karena mungkin aku akan mati saat kamu meninggalkan dan menyingkirkan ku," kata bibi.


"tidak kok sayang, aku tidak akan melakukan itu, karena kamu adalah hidupku." jawab Bram memeluk istrinya.


sedang di sebuah rumah bordil, dini di sekap dia ketakutan pasalnya dia tak mengira jika Sandi bisa melakukan ini.


bahkan dirinya sedang berganti baju, dan seorang wanita dan dua pria masuk kedalam kamar sempit itu.

__ADS_1


dini ingin berlari tapi dia tak bisa, dia sudah di tahan dua pria itu, "mau kemana kau wanita bodoh, jangan berani mencoba Kabir dari ku, terlebih setelah begitu banyak aku membayar untuk memberimu,"


"tolong lepaskan aku, aku tak ingin disini, aku tak mau di tempat kotor itu!" teriak dini.


"kamu pikir semudah itu kau bisa pergi, jangan harap karena aku tak akan membiarkan itu terjadi, dan kalian berdua buat wanita ini menurut, karena dia akan menjadi primadona di tempat ini," kata mucikari itu.


dini pun sudah di cekoki oleh kedua pria itu dengan obat, dan kini wanita itu akan melayani tamu VIP di tempat itu.


wanita yang selama ini menjaga kehormatannya kini berakhir tragis, dia tak mengira ini bisa terjadi padanya.


"ini semua salah mu Feby ..." lirih dini.


keluarga Bram menginap di kota itu di salah satu rumah yang dulu pernah bibi beli.


bibi tak mengira jika orang tuanya tetap menjaga dan merawat rumah itu dengan sangat baik.


papa Vin dan Bu Inggrid pun begitu menyukai desa itu, tapi mereka hanya sebentar karena pernikahan adik menantunya.


bibi malsm ini begitu manja pada suaminya, Bahkan dia duduk si pangkuan Bram.


"kamu menggodaku..."


bibi mengangguk dan menunjuk ranjang, dia pun langsung me cium bibir Bram dengan begitu bernafsu.


entah saat hamil ini dia begitu ingin menghabiskan waktu dengan Bram, bahkan sekarang Keduanya sudah saling bersatu


bibi memeluk tubuh Bram di sofa, dan tak mengira jika pria itu begitu hebat seperti ini.


"sayang ..." lirih bibi sambil mendongakkan kepalanya.


begitupun dengan Bram yang ternyata meraihnya bersamaan, "kau sangat hebat dan aku mengakui itu," bisik Bram.


bibi pun tersenyum dan kembali memanggut bibir suaminya itu.


sedang di tempat hiburan malam itu, dini juga sudah terpengaruh obat hingga mau melayani tamu yang datang.


bahkan Dini pun menghasilkan uang yang banyak untuk mucikari yang sudah jadi maminya itu.

__ADS_1


__ADS_2