
Feli mulai bergerak bersama dengan ayu dan Gatot, ketiganya kebagian untuk melihat bagaimana para warga bertani dan juga mengunakan irigasi.
mereka juga mengajarkan bagaimana cara bertanam secara modern, kebetulan sandi sedang berada di sawah.
ketiganya juga menyapa Sandi, pria itu nampak menyambut kedatangan ketiganya dengan baik.
pak RT meminta Sandi mengantar para mahasiswa itu berkeliling karena dia harus rapat ke kelurahan untuk membahas Musrenbangsun.
Sandi pun menerangkan dengan sangat baik, tapi perhatiannya sedikit terganggu karena Feli yang terus melihatnya.
"oh ya mas, kalau sawah disini yang memiliki paling luas siapa ya? karena saya lihat bagian disebelah Utara, hanya ada orang panen tanpa ada pengawasan," kata Gatot penasaran.
"owh ... itu kebun nanas milik pak Bram, selalu seperti itu, karena dia percaya pada anak buahnya," kata Sandi.
"jika aku jadi istrinya pasti bahagia, lihat saja kebunnya begitu luas, belum lagi bapaknya begitu tampan dan bule Wak," kata Gatot menggoda kedua gadis itu.
"gak ah ... asal kamu tau ya, katanya istrinya itu sangat cantik, belum lagi udah punya dua anak, pasti keluarga, Jang gila deh ..." jawab ayu kesal.
"kalau aku sih gak keberatan, tapi yang aku cari ada di sini, bener gak?" kata Feli melirik dan di yang membuang pandangannya.
sedang Gatot yang mendengar ucapan Feli salah sangka, dia mengira jika feli juga mencintainya.
"benarkah, jadi selema ini cinta ku tak bertepuk sebelah tangan," batin gatot senang.
sedang ayu yang melihat Gatot pun tertawa, pasalnya dia tau jika pria itu begitu mencintai Feli.
tapi Feli seakan tak pernah melihatnya, mereka pun berlanjut menuju ke sebuah sawah yang cukup jauh.
sandi masih menerangkan apa yang di tanyakan oleh ketiganya, saat selesai Feli menahan Sandi saat ingin pergi.
"kalian duluan ya, kebetulan aku ada pertanyaan dengan pak sandi," kata Feli.
"kamu tak perlu di temani, biar Gatot yang bersama mu," kata ayu.
"tidak masalah kok, aku akan pulang sendirian, lagi pula aku dan pak sandi kenal kok, karena dia bekas kakak iparku," jawab Feli.
kedua orang itupun percaya dan meninggalkan Feli dengan sandi, Feli langsung menarik sandi kesebuah saung yang cukup tersembunyi.
terlebih saung itu berada di antara kebun jagung yang sudah mulai tinggi.
Feli menutup pintu, sandi yang ingin kabur pun di tarik olrh Feli. "kamu pergi aku akan teriak jika kamu ingin mrlrcrhjan ku," ancam gadis itu.
"apa yang kau inginkan Feli, kita sudah tak memiliki hubungan apapun, kenapa kamu seperti ini," kata sandi yang mendorong Feli.
"kamu begitu munafik ya, setelah apa yang kau lakukan pada kakakku, kamu bisa begitu bahagia, itu tak adil," kata Feli mendorong Sandi.
"terus apa mau mu, aku juga sudah berusaha menemukan Feby, tapi wanita itu hilang, bahkan orang tuaku saja sudah mengusir dan memutuskan semua hubungan ku dan mereka, dan kamu belum puas," kata sandi dengan suara tinggi.
"aku tak ingin melihat mu dan istrimu hidup bahagia, kamu itu orang yang paling jahat, setelah kau menikahinya, kau begitu saja melukainya, kau itu jahat, itulah kenapa Tuhan menghukum kalian tidak bisa memiliki anak," kata Feli mengejek.
"apa maksudmu?" kata sandi yang terpancing emosi.
"benarkan, kau itu pasti sudah impoten, dan istrimu itu mandul, itulah kenapa kalian itu pasangan yang cocok," kata Feli yang berhasil memancing emosi sandi.
Feli pun tertawa dalam hati karena berhasil memancing pria itu, sandi yang marah menarik Feli dan langsung mencium gadis itu.
__ADS_1
"akan ku buktikan jika aku bukan pria impoten," bentak sandi.
sore itu Keduanya bercocok tanam di saung yang terpencil, dan beruntung Keduanya tak ketahuan oleh orang kampung.
Feli tak mengira jika sandi memiliki stamina sebaik itu, dia sekarang tau kenapa kakaknya bisa tergila-gila dengan pria kasar itu.
"kau sekarang percaya," kata sandi yang sedang merokok setelah selesai melakukan kegiatannya bercocok tanam.
"tentu, dan sekarang aku tau kenapa mbak Feby bisa tergila-gila padamu, ternyata kau itu pria yang begitu perkasa," jawab Feli yang kembali tidur di pelukan sandi.
"kau bahkan lebih hebat dari Feby, kaloan saudara yang hebat saat di ranjang," puji Sandi.
"tapi bagaimana jika aku hamil anak mu, aku takut mbak Dini marah," kata Feli berpura-pura ketakutan.
"tidak perlu takut, lagi pula dia hanya orang yang selalu kurang pergaulan, aku bahkan tau jika dia minum jamu dari ibunya," jawab sandi.
"uh ... jadi hubungan kita ini apa, saling menguntungkan, tapi sayang aku juga butuh kepastian," bisik Feli.
"tidak semudah itu, tenang saja, aku akan mencari momentum yang pas untuk melakukannya," jawab Sandi.
dia tak mengira akan tertutup pada Feli, awalnya karena marah, tapi setelah melakukannya dia sadar jika Feli yang dia cari.
sandi sadar Dini yang menemaninya, tapi dia juga butuh pewaris dan anak, terlebih dia sudah lelah dengan semua pertanyaan yang diajukan.
sandi pulang saat sudah mulai petang, begitu pun Feli yang langsung mandi.
para mahasiswa kembali dapat kiriman makanan dari rumah pak RT.
malam ini sandi ikut ronda, karena semalam dia sudah libur. dan saat dia datang bertepatan dengan Bram dan satpam rumahnya.
"iya pak, makin banyak bukankah makin bagus," kata Sandi.
"oh ya ini ada cemilan, istri saya tadi bikin kue dan gorengan cukup banyak, Monggo di incip," kata Bram.
satpam Tono meletakkan dua kotak Tupperware itu di meja pos kamling.
"wah kita bisa makin gemuk ini kalau setiap ronda ad cemilan enak gini, bener gak pak sandi?" kata pak RW menepuk bahu pria itu.
"iya pak," jawab sandi.
sandi sedang terdiam melihat cemilan itu, pasalnya empat jenis makanan itu menginggatkan dirinya dengan Feby.
sandi yang datang langsung memeluk tubuh Feby yang sedang membuat cemilan, "kamu sibuk apa sih sayang,"
"ini mas, aku sedang membuat pastel dan gorengan, tadi aku juga buat kue pukis loh, saat mencoba resep eh ternyata jadi dong," jawabnya dengan tawa.
sandi pun mencubit pipi Feby dan kembali memeluknya dengan erat, dia bahagia bersama Feby dan bayi Yusuf saat masih menyembunyikan semuanya dari Dini.
"loh pak Sandi kok malah benggong, ibi dimakan kuenya, nanti gak kebagian loh, habis pukisnya enak sekali," puji bapak-bapak.
"wah istri pak Bram suka memasak sepertinya, tapi aku tak pernah melihatnya, pasti pak Bram menyembunyikannya ya," kata sandi.
"tidak kok pak, istri saya itu menjaga putra kami, dia itu gak suka jika anaknya di pegang atau di asuh oleh pembantu di rumah," jawab Bram yang menahan satpam yang ingin memukul sandi karena pertanyaan itu terlalu pribadi.
"istri pak Bram itu terlalu cantik, jadi kalau pak Bram menyembunyikannya itu pantas, tapi tadi pagi ibu-ibu ketemu, katanya nyonya Bram itu sangat ramah dan murah senyum," jawab pak RW.
__ADS_1
"iya pak, tadi pagi dia yang memaksa ingin belanja karena ingin memasak untuk kami, ya maklumlah saya sering pergi keluar kota," jawab pak Bram.
"iya pak, dan saya berterima kasih soalnya pak Bram sudah mau ikut ngeronda," kata pak RW.
"iya pak," jawab Bram.
mereka pun kini sedang berkeliling, dan mengambil jagung dari sawah pak RW.
kemudian mereka pun mulai main karambol dan juga bakar jagung, sedang Bram dan Sandi memilih merokok di sambil mengawasi jalanan yang cukup sepi.
tak lama terlihat beberapa sepeda motor lewat, dan keempat motor itu mengeber motor itu saat di depan pos kamling.
karena kesal Bram mengambil kayu yang masih membara itu dan langsung melempar ke arah para pengendara motor itu.
dan akhirnya kedua motor pun jatuh tersungkur, geng motor itu turun sambil memainkan clurit yang di bawa.
sedang Bram melepaskan jaketnya, dan terlihat setiap tato di tubuhnya.
dan Bram mengambil kayu yang terbakar sebagai alat pelindungnya, dan Tono datang membantu.
akhirnya ke delapan orang otu pun sudah babak belur karena bertarung dengan Bram.
"kalian ini geng mana? kenapa berani lewat sini, kalian tau ini jam berapa? atau otak kalian ketukar sana kenalpot brong mu!" bentak Bram.
"kami hanya di minta seseorang untuk lewat dan mencari tau tentang orang yang bernama Bram, dan di minta untuk membuat pria itu kesakitan begitupun keluarganya," jawab pimpinan geng itu.
"cih, kalian aja kalah sama pak Bram, mau bikin dia kesakitan, memang siapa yang menyuruh kalian semua?" tanya pak RW kesal.
"seorang wanita yang menyuruh kami, namanya ibu Fatma asal kota Jombang, dia marah karena pak Bram menghianati dirinya," kata pria itu lagi.
"bilang padanya, sekali berani menyentuh istri dan anak-anak ku, ku buat dia mati mengenaskan, bahkan aku akan memutilasi dia jika perlu!" teriak Bram marah.
sedang Sandi diam, dia bingung apa itu mertuanya, tapi nama itu pasaran bukan hanya mertuanya.
Bram pun memutuskan pulang dan menemani keluarganya, pak RW juga tak mengizinkan Bram ikut ngeronda karena keluarganya dalam ancaman.
saat sampai di rumah Bram pun langsung melihat putranya yang tidur dengan nyenyak.
kemudian baru masuk ke kamar tapi dia tak menemukan bibi di sana, dia pin panik mencari di toilet juga tak ada.
Bram kembali turun, dia takut bibi hilang di bawa lari, tapi saat di dapur bibi berdiri di samping kompor membuat sesuatu.
Bram pun langsung berlari memeluk wanita itu, "aduh papa ... bikin kaget saja, kamu kok sudah pulang, ada apa sayang?" tanya bibi lembut.
"aku merindukanmu, jadi aku pulang duluan," jawab Bram
"eh ... kok gitu, kamu mau pa, aku buat mie goreng nih," kata bibi menunjukkan hasil masakannya.
"boleh, kita makan sambil nonton tv yuk," ajak Bram.
keduanya pun duduk bersama dan menonton acara dini hari yang ternyata film dewasa.
bibi juga duduk di pangkuan Bram, dan saling menyuapi, bahkan Bram tak mengizinkan istrinya itu bangun.
"tetaplah di sini, aku tak ingin kamu lepas dari pelukanku, dan jauh dari pengawasanku," kata Bram.
__ADS_1
"aduh manja sekali sih suamiku ini," kata bibi.