
bibi sedang duduk di taman rumah, dia sedang menikmati waktu santai yang jarang dia miliki.
tak lama Bram duduk disampingnya "kenapa sayang, kenapa duduk disini? apa ada yang sedang menganggu pikiran mu!"
"tidak ada, aku hanya sedang menikmati waktu sore ini yang begitu jarang kita rasakan," jawab bibi tersenyum.
"ya, terlebih tiga bocah itu begitu aktif dan sering membuat sakit kepala," jawab Bram tersenyum.
"ya papa benar, tapi aku merasa beruntung bisa memiliki mu di dalam hidup kami," kata bibi menoleh kearah suaminya.
"kamu bohong ya, orang aku begitu kejam pada mu dulu, lihat bahkan luka bekas ikatan rantai itu masih berbekas," lirih Bram mengusap leher istrinya.
"tidak pa, aku merasa lebih baik saat kamu menyiksaku, di banding dulu aku harus terus melihat suamiku bermesraan dengan wanita lain, terlebih saat dia berjanji adil, tapi nyatanya dia melukaiku," jawab bibi.
"dia adalah pria bodoh hingga menyia-nyiakan wanita dan putra sebaik kalian," jawab Bram memeluk bibi.
dari dalam terdengar suara teriakan dari si kembar yang sedang di gendong oleh Edgar.
sedang Ale berada di belakang punggung sambil memeluk leher Edgar.
"mama lihat mereka berantem lagi," adunya pada bibi.
Bram dan bibi pun menoleh, betapa terkejutnya mereka melihat hal itu.
"ya tuhan, kalian ini pasti bohong lagi ya, agar kakak kalian bisa mengendong Eren, Arin dan Ale,"
__ADS_1
"habis kakak begitu sibuk belajar, dan berlatih, lihat tubuhnya sekarang lebih kuat dan besar, persis papa," jawab Ale yang sudah SD.
ya sekarang Edgar sudah masuk ke SMA, dan Ale sudah SD, dan si kembar sudah berusia empat tahun.
selama empat tahun ini keluarga bram begitu bahagia,bahkan dia sudah menyiapkan putranya Edgar sebagai pewaris.
Bram juga fokus di pekerjaan miliknya, dan bibi tinggal di rumah mengurus keempat anak mereka.
Bram bagian perlahan menjauh dari dunia hitam miliknya, tapi tanpa di ketahui pria itu, ada seseorang yang kini mengantikan dirinya.
Farhan datang ke rumah bersama Feli dan dua putranya, mereka pun langsung masuk kedalam.
ya Farhan tak perlu pusing tentang wanita yang mengaku sebagai kekasih dari sang kakak.
karena bibi dan Edgar sudah menyelesaikan masalah itu dulu, dan kini Farhan sudah bahagia.
Farhan perlahan sampai di samping Edgar, "bagaimana om, apa ada pergerakan malam ini?"
"tidak ada, semua sudah tunduk dalam perintah mu, bahkan aku tak mengira kekejaman Bram di turunkan padamu," terang Farhan.
pria itu ingat betul bagaimana Edgar yang masih kelas dua SMP membunuh untuk pertama kalinya.
tawuran antar pelajar mungkin sering terjadi, tapi Edgar menjadi sasaran salah paham.
tak tinggal diam, Edgar menyerang dengan membabi buta para pelajar SMA yang mengeroyoknya.
__ADS_1
Farhan yang datang karena laporan salah satu anak buahnya yang kebetulan membantu melerai pun kuwalahan.
Farhan datang dan melihat para korban sudah di larikan ke rumah sakit, sedang Edgar di bawa ke kantor polisi.
tapi beruntung Edgar hanya membela diri, Bram dan bibi pun menuju ke rumah sakit dan melihat korban dari putra mereka.
tapi beruntung semua berakhir damai, sedang di rumah papa Vin menghukum Edgar berdiri satu kaki.
"apa yang kamu lakukan Edgar, meski kamu bisa beladiri, tapi tidak untuk melukai orang lain,"
"tapi aku hanya membela diri, mereka yang menyerang ku duluan, dan aku hanya mengunakan balok sedang mereka mengunakan senjata tajam," jawab Edgar tak mau kalah.
"tapi mereka semua kritis dan dua orang meninggal karena luka para di kepala," jawab Bram yang memeluk putranya.
"aku tak salah, mereka yang datang dan langsung mengeroyok ku dan membakar motor milikku," jawab Edgar.
bibi dapat melihat tatapan kemarahan di mata putranya itu, Bram pun mengusap kepala Edgar, "tidak apa-apa, papa tau jika kamu membela diri,"
"om ngelamunin apa?" tegur Edgar melihat Farhan diam.
"ah itu tidak ada, oh ya apa kamu tau jika semalam ada kecelakaan maut di depan perumahan kita?"
"Kematian dari putri dari keluarga Wijaya, salah sendiri punya putri penggoda seperti itu, aku hanya membantunya untuk segera bertemu tuhan, itu tak salah, tapi sepertinya tuhan yang tak ingin menemui wanita yang tak tau malu itu," jawab Edgar menutup bukunya.
pria muda itu meninggalkan Farhan dan masuk kedalam rumah, dia berdiri di depan foto keluarganya.
__ADS_1
"aku akan melindungi kalian semua, terutama mama," kata Edgar tersenyum devil.