Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
bertemu Edgar


__ADS_3

keesokan harinya, Edgar dan Bram sedang berlari pagi, keduanya bahkan terlihat begitu bahagia.


kebetulan Sandi juga ingin melakukan hal yang sama, dan tak di duga pak Bram dan Edgar berpapasan dengan Sandi.


sandi pun menghentikan keduanya, Edgar melihat pria itu biasa saja, bahkan cenderung tanpa ekspresi.


dia sudah tak menganggap bahwa dia mengenal sandi, setelah apa yang dia lakukan pada Feby dulu.


"pak Bram, lagi joging sama putranya ya ..." kata sandi terdiam melihat bocah yang berdiri di samping pria itu


"iya, saya ingin mengajari putra saya


untuk hidup sehat," jawab Bram.


"Yusuf putra ku ..."panggil Sandi.


"maaf ya pak, ini putra saya, namanya Edgar," kata Bram merangkul tubuh Edgar.


"om itu salah orang,aku Edgar bukan Yusuf," jawab pria kecil itu tegas.


"sudah yuk pa, aku mau olahraga dan bukan bertemu dengan pria aneh," kata Edgar mengajak Bram pergi


"ayo nak, permisi pak sandi," pamit Bram.


sandi merasa tak asing dengan bocah itu, tapi dia juga tak mungkin memaksa.


apalagi Bram bukan pria sembarangan, dia harus mencari tau dulu.


tapi dia ingat jika Yusuf di bawa pergi oleh orang tuanya, yang bahkan entah keberadaan mereka sekarang di mana.


saat sedang melamun, Feli menjentikkan jarinya pada pria itu, "melamun apa woy!" teriak gadis itu.


"kamu mengangetkan ku, sedang apa kok sendirian?" tanya sandi yang melihat sosok Feli.


"sedang main, udah tau pakaiannya untuk lari pagi, sudah ayok," kata Feli menarik pria itu.


Feli benar-benar terbuai oleh kepuasan yang di berikan sandi semalam.


keduanya sampai di sebuah rumah kosong yang kebetulan di tinggalkan pemiliknya yang merantau jauh.


kebetulan rumah itu tak di kunci, bahkan di dalam rumah itu terlihat begitu banyak bekas k*nd*m yang terpakai.


"bagaimana kamu bisa tau rumah ini, ternyata ini rumah yang di katakan angker oleh orang-orang," gumam Sandi.


"sudah hentikan omongan mu yang tak jelas itu, ini akan sangat sempurna, kita lakukan fast s***," kata Feli yang langsung berjongkok di depan sandi.


gadis itu benar-benar membuat Sandi terbuai, bahkan setiap perbuatan dan godaannya.


Sandi yang tak tahan lagi, menarik Feli dan langsung menarik pakaian gadis itu.


dan Keduanya sudah begitu panas, dan benar saja mereka melakukan secara cepat.


setelah selesai, Keduanya berjalan seperti tak terjadi apa-apa, "sebenarnya apa sih yang membuat mas Sandi hingga bengong tadi," tanya Feli penasaran


"aku melihat bocah yang begitu mirip dengan Yusuf, bahkan usianya juga sepantaran, terlebih wajahnya terlalu mirip, tapi bocah itu mengaku bernama Edgar," kata Sandi.


"kakak gak gila kan, ya kali dia disini, wong dia aja berada jauh di pulau sebrang," jawab Feli.


"kamu tau dimana dia?" tanya sandi memohon.


"tau,tapi belum waktunya mas sandi tau," jawab Feli

__ADS_1


"kamu tega menyiksaku Feli, aku sudah sangat merindukannya," kata sandi menarik feli hingga jatuh ke pelukan sandi.


tak sengaja Dini melihat adegan itu, sandi pun mendorong Feli, sedang Feli tersenyum manis.


"kamu menggoda suamiku Feli," bentak Dini.


"apa sih mbak, jangan lebay deh, aku cuma mau jatuh terus mas sandi yang menahan ku, jadi jangan berlebihan jadi istri gitu gih, bikin jijik tau," kata Feli.


"dasar kakak dan adik pelakor," kata Dini di depan semua ibu-ibu.


"dini jaga ucapan mu, bagaimana pun Feli juga saudaramu," bentak sandi tanpa kendali.


"tidak kak, aku memang tak membenarkan kelakukan mbak ku dulu, tapi suami mana yang tahan hidup dengan istri mandul yang tak bisa memberikan anak, tapi bisa hamil dengan pria lain," kata Feli menohok dini.


wanita itu diam, srdang sandi kaget geli mengucapkan itu," sudahlah Feli, kamu pergi dulu, karena kamu harus melanjutkan KKN mu, dan jaga dirimu adik ipar," kata sandi menegaskan status Feli di depan ibu-ibu.


semua ibu-ibu diam menyimak, sedang Sandi kemudian pergi begitu saja meninggalkan Dini.


sandi muak karena harus membahas masa lalu lagi, dia masih perlu memperoleh informasi dari Feli tentang dimana putranya.


dan dini menghancurkan semuanya, dini pun mengakhiri sesi belanja ya.


dia bergegas menuju ke rumah ingin tau tentang penjelasan dari sandi. tapi saat di rumah Sandi sudah memilih mandi.


dini pun menunggu suaminya itu, dan saat sandi keluar kamar mandi, dini langsung memukuli dada sandi.


"hentikan, kamu kenapa!" bentak sandi.


"aku marah, kenapa kamu harus dekat dengan adik pelakor itu, aku tak suka," teriak Dini


"kamu tau, aku mendekatinya hanya ingin tau dimana putraku, daripada kira mengadopsi anak orang, lebih baik kita membesarkan anak ku," kata sandi.


"tapi orang tua mas sandi tak memperbolehkan itu, bahkan kamu sudah di pisahkan dengan putri ku,apa bisa itu terjadi," kata Dini.


"kamu jahat mas, itu akan menyiksaku jika harus melihat wajah bocah itu setiap hari selama hidupku, wajah yang mengingat kan aku pada ibunya," kata Dini.


"kalau begitu berikan aku anak dini, aku muak Hadi bahan candaan, aku muak setiap orang menghinaku, aku muak," kata sandi.


dini diam, dia juga sadar jika kondisi dirinya dan Sandi sama, setiap orang pasti bertanya kenapa belum memiliki anak.


"aku lelah ..." kata sandi yang pergu dari rumah membawa mobilnya.


sedang Dini terduduk di lantai, dua hufa tak tau harus berbuat apa, dia juga ingin segera cepat hamil, tapi Tuhan tak mempercayakan dirinya.


dan seandainya jika dia tak keguguran, mungkin putra mereka sudah besar sekarang.


dan sandi tak akan menuntutnya seperti ini, perkataan yang menyakitkan baginya.


sandi mengendarai mobilnya menuju ke kota kelahirannya, kota Jombang untuk bertanya pada mantan mertuanya.


sandi sudah terlalu marah saat ini, bahkan mereka juga kaget melihat sosok yang sudah mati bagi mereka muncul.


"mau apa kamu kemari!" bentak pak Ibnu.


"tolong katakan dimana putraku, berhenti menyembunyikannya, karena aku ayahnya, dan aku bisa menuntut kalian semua," kata Sandi murka.


"kau yang akan di tangkap polisi, sudah menganiaya istri dan menelantarkan anak ku, dan sekarang kamu datang dengan marah dan membuat keributan, kau itu gila!" bentak pak Ibnu.


"karena kalian tega memisahkan anak dan juga ayahnya," jawab Sandi yang mulai melemah.


"bagaimana bisa, bocah itu harus hidup bersama kalian berdua yang begitu kejam, asal kau tau Duni itu juga sering melakukan kekerasan pada Yusuf, jadi keputusan benar memisahkan mu dari Yusuf," kata pak Ibnu

__ADS_1


sandi tak mengira jika hal seperti itu terjadi, pasalnya dia mengenal dini sebagai pribadi yang begitu menyukai anak-anak.


tapi kenapa dia bisa melukai Yusuf, "jika begitu tolong berikan aku alamat orang tuaku di luar Jawa, setidaknya aku ingin mengunjungi mereka," mohon Sandi


"kau terlambat sandi, kemarin orang tua mu sudah meninggal bersamaan, dan mereka bahkan tak mengizinkan mu untuk ke makam mereka bahkan menyentuh jenazah mereka," kata ibu Soraya.


"tidak itu bohong, katakan jika itu semua bohong bukan!" teriak Sandi tak terima.


"tidak, ini buktinya, dan untuk Yusuf kmi juga tak tau orang tuamu menitipkan cucu kami kemana? jadi kami juga sedang berduka atas putri kami dan juga kehilangan cucu kami, dan keluargamu yang selalu benar itu ternyata bulsyit semua," maki Bu Soraya.


sandi tak mengira jika itu bisa terjadi, bahkan setelah Semuanya, orang tuanya benar-benar membenci dirinya.


dia pun pergi dengan langkah gontai, dia merasa menjadi anak paling buruk di dunia.


dia pun menuju ke rumah lama orang tuanya, yang ternyata sudah di jual, dan sandi menuju ke rumah lama miliknya.


dia pun masuk ke kamar bekas Feby dulu, dan menangis melihat foto yang ada di dompetnya.


tanpa sadar sandi tertidur, tapi tak terduga, Bu Fatma masuk ke tumah itu karena memang memiliki kunci ganda untuk menyuruh orang membersihkan rumah itu.


dia tak menyadari jika ada menantunya di rumah itu, dia pun dengan santai mengajak tamunya ke atas.


karena mobil sandi terparkir di tempat yang lumayan jauh dari rumah.


sandi pun tersadar, tapi pendengarannya menangkap suara aneh, dia pun mengikuti suara itu yang terdengar dari lantai dua.


Sandi tak mengira jika dia akan menyaksikan pemandangan hebat itu.


mertuanya buang selingkuh di depan mata mertua laki-lakinya.


bahkan pria itu nampak tenang dan memiliki pandangan kosong, sandi yang panik langsung bergegas pergi.


dia tak mengira jika keluarga istrinya begitu hancur di dalam, sia pun bergegas pergi agar tak ketahuan.


"brengsek, mereka menghina ku tapi ini apa, cih dasar tua Bangka tak tau aturan," kesal sandi saat di dalam mobil.


dia pun memutuskan untuk pulang, dan ternyata di rumah dini sedang bertemu dengan Satrio.


"owh... ini kelakuan mu saat aku tak ada di rumah, kau berhubungan dengan mantan mu itu, mulai saat ini aku ceraikan dirimu!" teriak Sandi pada Dini.


"tidak mas, ini tidak seperti yang kau pikirkan,ini salah paham," kata Dini memohon.


"pergi, bawa wanita mu yan menjijikkan ini, ternyata kamu dan keluargamu itu sama saja!" teriakan Sandi.


pria itu mendorong Keduanya keluar, setelah itu sandi melempar semua barang Dini.


tak lupa dia mengambil dua ATM yang dia berikan pada dini, "jangan berani kembali, aku tak Sudi lagi melihat istri seperti mu, pergi," usir Sandi dengan keras.


semua warga pun gempar, mereka tak mengira jika sandi tega mengusir istri sebaik dini.


tapi mereka juga tak kenal pria yang berada di samping dini, "uluh uluh ... di usir nih ye, makanya kalau punya suami itu jaga kehormatan,ini malah bawa pria asing masuk, ops ... bukan deh, dia kan pria yang membuatmu hamil sebelum menikah dengan mas Sandi, jadi jangan-jangan kamu ingin meminta bantuan untuk membuatmu hamil," kata Feli memanasi.


"tutup mulutmu, kalian keluarga perebut milik orang lain," jawab Dini.


"setidaknya, kamu menjaga pria yang di memiliki istri seperti mu, lihat saja pria itu bahkan sampai bisa menghampiri ku sampai ke desa kecil bukan," kata Feli tak kenal takut.


"sudah dini, ayo kita pergi, atau kamu akan lebih malu menjadi tontonan warga desa," kata Satrio


"bawa pergi yang jauh ya kak, dan ingat jangan sampai kamu ketangkep ibu wanita itu, atau kau akan di jadikan peliharaan," kata Feli tertawa.


"Feli!!" teriak Doni ingin menampar pipi Feli.

__ADS_1


"hei!!! jangan berani mengangkat tangan mu padaku, memang kau kira aku tak tau siapa wanita yang mencelakai kakak ku, dia adalah ibumu yang ketahuan memiliki brondong, dan kakak ku mati di tangannya!!" teriak Feli di depan semua orang.


Dini pun kaget dan syok, dia tak percaya dengan ucapan gadis busuk di depannya.


__ADS_2