
Bram mengangguk dan Bibi melepaskan tangannya pada bibir Bram.
"itu apa?" bisik Bibi.
"Itu ada kue? kamu mau?" kata Bibi.
"iya iya, tapi ini," kata Bibi menarik rantai di lehernya.
"Tidak, kamu nanti lari seperti tadi pagi, aku tak suka itu karena aku harus menghajarmu lagi," kata Bram pada Bibi.
"tidak akan, Bibi diam ya," kata Bibi duduk menurut.
"tidak, sekarang makan?" kata Bram.
Bibi pun menurut, Bram menyuapi wanita itu dengan kue tiramisu dan begitu lahap.
"enak?" tanya Bram ikut senag melihat reaksi Bibi.
bik tum memberikan makan malam pada Bram, Bibi yang melihat pun menatap Bram dalam.
"baba makan kayak Ale, mau?" tanya bibi menunjukkan pay*d*r* nya pada Bram.
"tidak itu milik Ale, aku makan ini saja?" jawab Bram harus ekstra sabar menghadapi Bibi.
bik tum tertawa melihat reaksi dari Bram, sedang Bibi santai dan makan kuenya.
setelah makan malam, Bram membantu bibi untuk menggosok gigi dan mencuci wajah.
pasalnya jika itu terjadi, wanita itu akan mandi karena dia hanya mengerti jika Bram tidak suka kotor.
Bram sedang mengerjakan beberapa laporan dari usaha yang di pegang oleh anak buahnya, tentang panen atau bahkan hasil tokonya yang berada di luar kota.
tak di duga bibi malah tidur memeluk kaki Bram, "bibi, jangan mengganggu," kata Bram pada wanita yang ternyata sudah pulas itu.
tak lama terdengar bayi Ale menangis lirih, Bram pun menggendongnya dan ternyata Pampers bayi Ale bocor.
"penuh ya ganteng, baba ganti ya," kata Bram.
bram pun dengan telaten menganti popok dari baby Ale, kemudian dia juga membuatkan susu untuk bayi itu.
bik tum melihat Bram menimang baby Ale, dia pun menghampiri tuannya itu.
"sini tuan, biar sama saja, tuan istirahat, kasihan nyonya yang dari tadi terus menjaganya dan tak istirahat, tuan juga capek karena terus bekerja," kata bik tum.
__ADS_1
"terima kasih ya bik, untuk ada bik tum yang membantuku menjaga Ale," kata Bram yang sebenarnya juga sudah lelah.
"iya tuan," jawab bik tum.
Bram pun menuju ke kamarnya, bik tum membawa baby Ale pergi ke kamarnya.
saat masuk ke kamar Bram melihat posisi tidur bibi yang begitu menggoda.
"ya Tuhan wanita ini," gumam Bram.
Bram pun melepaskan kaosnya kemudian merangkul wanita itu dan tidur bersama.
Bram merangkul bibi agar tak terus berulah saat tidur, akhirnya keduanya pun tidur dengan tenang.
bahkan Bram mulai sangat terbiasa selalu memeluk wanita itu saat tidur.
sedang di rumah Dini, Bu Fatma menginap karena kemalaman, apalagi Sandi harus ikut poskamling.
Dini sedang tidur bersama sang ibu, "kenapa sih, kok kayaknya lagi pingin banget manja-manja gini sih?"
"hanya ingin manja sama ibu, habis udah lama aku lama gak pernah tidur sama ibu nih," jawab Dini.
"dasar kamu ini, oh ya Dini, kamu harus selalu menjaga dirimu ya, soalnya ibu tidak bisa bantu lagi, takutnya Sandi berubah seperti yang dulu," kata bu Fatma.
"tidak akan Bu, semenjak ibu memberikan jamu hebat itu, mas Sandi sudah sangat mesra dengan ku, dan tak pernah melirik wanita lain lagi," jawab Dini.
sedang di pos ronda, sandi heran dengan semua suguhan yang begitu mewah untuk orang desa.
"maaf pak, ini kok banyak sekali ya cemilannya?" tanya sandi bingung karena baru pertama ikut ngeronda.
"iya mas, ini semua dari pak Bram, rumah ujung yang paling mewah itu loh," jawab pak RT.
"bukannya dia yang punya istri stres itu ya?" kata Sandi yang tak sengaja mendengar dari ibu-ibu tadi pagi.
"iya pak, tapi jangan pernah ngomong gitu ya, karena pak Bram itu gampang marah, dan dia itu orang paling kaya di sini, meski tampangnya seram dan tubuhnya bertato, dia itu sangat baik terutama pada warga yang membutuhkan," jawab pak RT.
"tapi saya belum pernah ketemu, jadi tambah penasaran," jawab Sandi yang ingin mengenal pria itu.
"wah sulit pak Sandi, pak Bram itu memang tak suka berkumpul atau bersosialisasi bersama kita, karena pekerjaannya banyak di luar kota, sedang dia di rumah juga menjaga istri yang tak sehat dan bayi yang baru lahir," jawab pak RT.
"beruntung ya punya bayi, tapi semua sudah takdir Allah ya pak, ya sudah ayo kita jalan berkeliling," kata Sandi.
"ayo pak, mumpung masih jam sepuluh malam," jawab pak RT.
__ADS_1
mereka pun berjalan dan mulai berkeliling, desa itu cukup asri, tapi juga masih ada beberapa tempat yang rimbun.
jadilah agak membuat merinding, apalagi barusan habis hujan rintik-rintik jadilah makin serem.
sandi yang memang jarang tau kegiatan malam itu, sedikit was-was.
berbeda dengan pak RT dan hansip yang ada di kampung sudah terbiasa dengan kegiatan seperti itu.
"mas sandi tolong deh, senternya di arahkan ke arah kebun deh, pasti lihat yang menarik," kata pak hansip.
"gak ah pak, saya takut, nanti tiba-tiba ada yang serem, gak ah ..."
"iya mas, coba saja," jawab pak RT.
Sandi pun menurut, dan benar saja dua melihat sebuah benda putih melayang.
"pak itu apa?" tanya Sandi.
"hantu!" teriak psk RT.
tak di duga sandi langsung berlari cukup kencang, pak hansip pun di buat kuwalahan mengejar pria itu.
sandi pun sampai di rumah mewah milik Bram, rumah itu benar mewah dan terlihat begitu besar.
dan seorang satpam keluar dan mengejutkan Sandi. "ada apa malam-malam lihat rumah," kat satpam itu datar.
"maaf pak, saya habis lihat hantu, ya Tuhan ... bentar pak napas saya ..." kata sandi ngos-ngosan.
tak lama pak RT dan pak hansip datang menghampiri Sandi dengan hal yang sama.
ke-empat orang itu juga ngos-ngosan, karena mengejar sandi, "ya Allah pak sandi, larinya keceng banget, kami jadi kecapekan ngejarnya, maaf ya tadi itu saya cuma bercanda," kata hansip.
"ya Tuhan pak, jantung saya udah copot duluan, ya sudah apa kita kembali ke pos ronda?" tanya sandi.
"bentar, ngaso dulu ya, habis napasnya udah Senen Kamis ini, pak totok boleh dong kalau punya minum," kata pak RT.
"sebentar ya pak," jawab satpam rumah Bram.
pria itu memberikan minuman air mineral botol besar, dan mereka pun saling berbagi.
terdengar suara dari HT, meminta pak satpam untuk tidak berisik Krena takut Ale terganggu.
satpam itu pun mengiyakan, "maaf tolong jangan keras-keras ya, takut tuan muda Ale bangun," kata pak totok.
__ADS_1
"maaf pak, kami permisi dulu kalau begitu," pamit pak RT langsung mengajak mereka semu pergi.
dia tau benar jika Bram sudah terganggu, apalagi ini juga sudah malam sekali.