Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
harus menyukai ini


__ADS_3

Dini sudah kembali di paksa untuk bekerja malam ini, bahkan para preman mami Angel.


bahkan mereka tak segan memaksa bahkan memukul dini ketika wanita itu tak menurut.


"ini yang akan kau terima jika tak mau menuruti ku, kau sudah di jual suamimu asal kau tau, dan sekarang kau harus tunduk padaku," kata wanita separuh baya itu.


"cih tak Sudi aku, aku ingin menebus diriku, tolong lepaskan aku!" teriak dini berontak.


sebuah tamparan di terima wanita itu, mami Angel tak punya kesabaran ekstra untuk menghadap wanita tak bisa di atur seperti dini.


"berikan dia suntikan saja, biar dia yang suka rela bekerja, bagaimana," kata mami Angel.


"cuih ... tak Sudi aku jadi pelacur mu, lebih baik aku mati," kata Dini yang kembali dapat tamparan.


"kalau itu mau mu, ikat dia dan buang ke gudang, biarkan dia merenungkan nasibnya, toh tak akan pernah ada orang yang mencariku," ejek mami Angel padanya.


dini pun tak mengira akan memiliki nasib setragis ini, apalagi yang membuatnya seperti ini adalah pria yang dia cintai.


di tempat lain, hari ini adalah acara ngunduh mantu, bibi dan Bram tak ikut karena sudah kembali ke Surabaya.


rombongan keluarga mengantarkan Feli ke rumah keluarga Farhan yang tenyata rumah itu bergaya jaman dulu.


setelah semua acara selesai, Fathan menarik Feli ke dalam kamar, dan Feli kaget kamar Farhan begitu modern bahkan kedap suara.


"tak perlu berpura-pura, aku juga tak suka melakukan ini, tapi jika kamu berani melukai atau berulah disini, terutama pada orang tua ku dan putra ku, ku jamin aku akan membunuh mu saat itu juga, kau mengerti!" bentak Farhan.


"iya ..." jawab Feli ketakutan.


"baiklah, sekarang ganti bajumu, dan ikut keluar untuk membantu ibu, dan kamu harus menemui putra ku," kata Farhan dingin.


Feli pun hanya bisa menurut, dan dia tak tau akan sekuat apa menghadapi pria arogan dan kasar seperti Farhan.


dia cemburu dengan hidup bibi yang sempurna menurutnya, Feli keluar dengan celana panjang dan kaos Longgar.


ibu Farhan langsung memeluk Feli dengan hangat, "aduh cah ayu, sini ayo kita makan dulu, oh ya ini perkenalkan Yunus, putra sambung mu," kata Bu Iin.


"hallo Yunus," kata feli pada bayi yang baru berusia tiga bulan mungkin.


Feli tak mengira jika Farhan menikah, saat istrinya baru meninggal dunia itu tebakan feli.

__ADS_1


Feli pun mencoba mengendong Yunus yang nampak tenang, Bu Iin senang melihat itu.


Farhan hanya melihat itu dari jauh, "ini makanlah, dan kemarikan Yunus," kata Farhan dingin.


"terima kasih," kata Feli kaget saat farhan mengambil yunus paksa.


"jangan marah ya, dia memang seperti itu setelah kematian istrinya Weni, saat melahirkan Yunus," kata Bu Iin.


"tapi kenapa sudah menikah saat Yunus baru berusia tiga bulan," tanya Feli.


"karena dia terikat janji pada mendiang istrinya, dan dia memenuhi janji itu, meski dia terlihat kasar dan garang, tapi percayalah bahwa dia itu baik hati dan tak pernah ingkar janji," kata Bu Iin.


"iya Bu," jawab Feli sekenanya.


Feli pun merasa sedikit lega dengan adanya Yunus, setidaknya dia tak sepenuhnya tertekan karena pun hiburan tersebut.


sedang di rumah mewah bibi dan Bram, seperti biasa sedang berolahraga panas, Bram benar-benar tak bisa melepaskan istrinya itu.


sedang anak-anak mereka sudah bersama opa dan Oma nya hingga keduanya punya waktu bebas.


"sudah mas menyerah aku, ini sudah yang ke dua kalinya, aku minta time out," kata bibi dengn Nafa yang sudah tak beraturan.


bibi pun mengangguk dan memberikan ciuman selamat jalan, Bram pun merasa hidupnya berwarna bersama bibi.


Edgar sedang mengikuti les privat yang di awasi oleh papa Vin, pria kecil itu akan di persiapkan sebagai pewaris keluarga Bramastyo.


sedang Ale sedang bermain dengan Bu Inggrid, keluarga itu begitu bahagia saat ini.


bibi turun dari lantai dua, dan menghampiri bik tum untuk memasak makan siang.


"tak perlu nak, kita akan makan di luar, jadi kamu bersiaplah," kata papa Vin.


"baiklah papa, bik tum perlu ikut? takut mana kuwalahan saat mengasuh Ale," kata bibi.


"tentu, mama mu juga tak mungkin bisa memegang kendali sendiri atas putra mu itu yang begitu aktif, lihat saja dia bisa berlarian ke seluruh rumah," kata papa Vin.


"maklum pa, dia baru bisa berjalan dan berlari, jadi merasa begitu menyenangkan saat bisa kemanapun sendiri," kata bibi.


mereka pun keluar dengn mengunakan mobil SUV, karena pergi dengan banyak orang.

__ADS_1


mereka sampai di sebuah mall, sebelum makan mereka memilih bermain dan bibi jalan-jalan meliht toko baju bersama bik tum.


dia tertawa saat ingat dulu hamil Ale, dia selalu menggunakan baju longgar milik Bram.


pria itu selalu ketakutan jika bibi kabur hingga mengikatnya seperti hewan peliharaan, tapi sekarang itu hanya masa lalu.


Karena bibi berdoa agar dia dan Bram bisa bersama selamanya tanpa ada gangguan dari siapa pun.


setelah puas berkeliling, mereka memutuskan untuk makan di sebuah food court di mall itu.


tapi saat akan pergi, dia melihat sosok Bram yang mengandeng seorang wanita dengan sangat mesra.


hati bibi tiba-tiba hancur berkeping-keping, pria yang sudah mendapatkan cintanya kini malah menduakan cintanya.


tubuh bibi bahkan tak bisa bergerak dan jatuh terduduk, papa Vin yang melihat pun panik.


"bibi kamu kenaoa nak?" tanya pria itu khawatir.


"mas Bram pa," kata bibi menangis.


Bu Inggrid yang melihat pun ikut nik pitam, dia memberikan bayi Ale pada bik tum.


dia pun bergegas menghampiri putranya itu, dan tanpa kata tanpa bertanya.


Bu Inggrid mengambil nampan milik pelayan restoran dan langsung memukuli putranya.


"dasar ank tak tau diri, istri mu sedang hamil dan kau berani berselingkuh di belakangnya, dan wanita ****** menor tua yang kau suka, kau buta, meninggalkan wanita cantik dan kuda seperti istrimu demi wanita yang bahkan lebih tua dariku!" teriak Bu Inggrid di depan semua orang.


"mama ampun ma, aku bisa jelaskan, ini bukan yang seperti mama pikirkan," kata Bram.


tapi tak terduga Edgar datang menghentikan Bu Inggrid yang memukuli Bram


"eyang hentikan, Edgar mohon .... mama pingsan dan opa membawanya turun," kata bocah kecil itu yang membuat Bu Inggrid dan Bram kaget.


"apa!!!"


Bu Inggrid menarik tangan Edgar dan pergi, tapi saat Bram ingin ikut, "tak perlu kau pura-pura, aku tak menyangka jika kamu brengsek Bram, mama menyesal melahirkan Putra seperti ku!" teriak Bu Inggrid.


Bram pun tak mengira jika mengajak makan ibu dari teman lamanya bisa berakhir seperti ini, terlebih temannya itu sedang di toilet.

__ADS_1


"Bram kamu baik-baik saja?" tanya wanita itu.


__ADS_2