Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
istri kesayangan tuan besar


__ADS_3

bibi pulang setelah belanja, Edgar dan Bram sedang berilah raga di samping rumah.


"aduh-aduh... dua pria tersayang ku sedang olahraga, untuk sarapan mau di masakan apa? makan seafood atau makan daging dan sayur?" tanya bibi menghampiri keduanya.


"mau ayam bakar madu ma, terus sama sayur kangkung saja," kata Edgar.


"siap tampan, kalau papa sama atau mau yang lain?" tanya bibi yang malah dapat ciuman di pipi.


"ikut Edgar saja, papa juga ingin merasakan ayam bakar buatan mama," kata Bram.


bibi pun mengangguk dan mulai ke dapur untuk memasak untuk kedua orang tercintanya itu, bahkan bibi memasak cukup banyak.


setidaknya untuk memberi sedikit makanan untuk para mahasiswa yang sedang KKN.


Bram pun selesai, bibi juga sudah mulai membakar ayam, dan tak lama semua selesai.


bibi menaruh sebagian ayam yang sudah matang ke kotak untuk di berikan pada mahasiswa.


pak Jodi mengantar kotak itu sekalian pulang, sedang mereka bertiga sarapan bersama.


Bram begitu senang karena sarapan kali ini rasanya begitu istimewa, apalagi bibi yang memasaknya.


tak terduga pengacara Bram datang untuk memberikan semua berkas pengesahan pernikahan keduanya.


bahkan kartu keluarga, dan juga akta milik Edgar juga selesai, setelah itu keduanya pun memilih menemani Edgar untuk belajar sebelum besok mulai sekolah.


tak lama seorang hansip datang untuk meminta Bram menjadi saksi untuk kejadian semalam.


Bram pun keluar bersama dengan seorang satpam yang berjaga pagi ini. untuk menghampiri dan memberi kesaksian.


karena Jodi sudah pulang, sedang bibi tak di perbolehkan keluar oleh bram Krena akan banyak orang yang datang.


bibi pun menurut dan memilih mengajari Edgar, Bram terlihat begitu tampan.


dengan wajah campuran Indonesia dan Eropa, terlebih dengan tato di tubuhnya begitu membuat pria itu makin terlihat begitu pria kekar.


saat sampai di kelurahan, semia orang langsung memberi jalan pada pria itu.

__ADS_1


Feli sedikit terpesona melihat Bram yang begitu tampan, bahkan hanya gadis itu.


semua mahasiswi yang melihat pun di buat meleleh oleh pria itu, bahkan wibawa pria itu begitu besar.


"selamat siang pak," sapa Bram melihat pria itu makin babak belur.


Bram pun melihat pria itu dengan mengangkat wajah, "siapa yang memukulinya?" suara bariton itu memecah keheningan.


"aku bilang, siapa yang memukulinya!" bentak Bram.


"itu pak agung, pak zus, pak Eko dan pak Ridwan," jawab hansip itu karena kaget.


satpam rumah Bram pun menarik keempat pria itu, Bram berdiri dengan gagah menghadapi keempat orang itu.


"aku semalam bilang, untuk menjaga dan melindungi dia, tidak ada yang boleh memukulinya, karena kita belum tau kebenarannya, dan apa ini!" bentak Bram.


"maaf pak Bram, tolong tenang," kata pak lurah.


Bram langsung menatap pak lurah dengan tatapan dalam, Bram tak suka orang yang min hakim sendiri tanpa kejelasan.


dan wanita itu pun maju, saat melihat wanita itu Bram malah tertawa begitu keras melihat wanita itu.


"jadi wanita ini korbannya, ya Tuhan ... kamu pria bodoh ya, lain kali buat dia pingsan sebelum kau memperkosa wanita model begini, lagi pula wanita ini juga bukan wanita baik toh pekerjaannya juga jual beli jemblem bukan," kata Bram menepuk pria itu.


semua orang kaget mendengar perkataan Bram, pasalnya pria itu memang jarang berkumpul dengan warga.


"maaf pak Bram, apa maksud anda?" tanya pak RW yang bingung.


"pak RW yang terhormat, wanita ini adalah wanita panggilan di luar desa ini, aku tau saat dia pernah nongkrong di pinggir jalan di kota, dan kebetulan saat aku sedang bertemu teman ku, anda yakin dia ingin di lecehkan, bukan karena dia ingin memberikan layanan, dan karena uang pria muda ini kurang, dia marah dan berteriak agar bisa menjebaknya, dan aku merasa bodoh," kara Bram.


wanita itu hanya menunduk malu, "sep, bawa keempat pria itu ke kantor polisi karena tindakan pengeroyokan, dan juga perbuatan tak menyenangkan pada Adi," perintah Bram.


"saya mohon jangan tuan, kami hanya marah melihat Adi yang terus berbuat ulah selama di desa, dia bahkan maling di rumah warga, jadi kami menghajarnya," kata pak zus memohon.


"asal anda tau ya pak, dia mencuri untuk membantu orang miskin di sekitar desa ini, apa kalian pernah memikirkan itu, jangan bilang kalian di iming-imingi hadiah sebuah servis kesenangan oleh wanita itu," tebak Bram yang kembali membungkam semuanya.


"jadi pak lurah, aku sudah mengatakan apa yang aku tau, jadi silahkan di pilih dan pikirkan, dan tolong lain kali jangan menilai orang dari luarnya, dan permisi karena kasus ini aku harus meninggalkan putaran istriku," kata Bram yang ingin pergi.

__ADS_1


"tunggu pak Bram, sebaiknya anda tunggu sampai hal ini selesai?" kata Gusti seorang mahasiswa KKN.


"berani membayar kerugian waktu ku yang ku buang dengan berada di musyarawah yang sudah jelas kasusnya, kau berani bayar berapa ratus juta," kata Bram dingin melihat pria muda itu.


"tapi anda juga warga disini, jadi apa salahnya membantu," kata Feli yang berani.


"jika kalian belum tau kebenarannya, lebih baik diam saja dan jangan banyak bicara," kata Bram tak suka.


Keduanya pun diam, pak lurah juga tak bisa bilang apa-apa lagi, Bram pun pergi dengan wibawa yang tak terluka sedikit pun.


Sandi pun tak mengira ada pria dengan karisma sekuat itu, dan tatapan dan sikapnya begitu tegas.


akhirnya acaranya pun selesai, Bram sampai di rumah, dan melihat Edgar dan bibi yang sedang mengajari bayi Ale berjalan.


"baby Ale, ayo jalan ke arah papa," kata bibi.


baby Ale pun berjalan satu langkah dan dua langkah kemudian Bram memeluk putranya itu.


dia begitupun bahagia melihat perkembangan putranya yang sudah mulai bisa berjalan.


"kamu jalan baby, ya Tuhan papa seneng banget, papa bangga punya kakak Edgar dan bayi Ale, Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan ini bibi," tangis bahagia Bram.


bibi dan Edgar pun memeluk pria itu dengan erat, mereka pun masuk karena cuaca yang cukup panas.


sesampainya di rumah, mereka malah bermain game, Edgar dan Bram bahkan begitu heboh saat bermain PS.


"mau pisang goreng gak?" tanya bibi.


"mau ma, tapi pakai susu coklat," jawab Edgar.


"aku original," kata Bram.


karena kalah Bram pun memeluk dan menggelitik tubuh Edgar, jadilah mereka tertawa bersama.


bahkan bayi Ale pun ikut tertawa melihat kelakuan kedua pria itu, begitupun dengan bibi.


rumah pun begitu ramai, bahkan bik tum juga baru kali ini melihat tawa Bram yang begitu lepas saat bersama Edgar putra sambungnya.

__ADS_1


__ADS_2