Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
berakhir


__ADS_3

Edgar pun tersenyum malam ini di pergi mengunakan motor sport miliknya.


dia menuju ke sebuah tempat yang di berikan Farhan, dan dia duduk di sebuah halte di tengah malam.


sebuah mobil berhenti disana, "cih, dia telat, ayolah malam ini aku harus menghadiri dua tempat lagi," kesal wanita itu.


Edgar pun berdiri dan menghampiri wanita itu, dan langsung menusukkan sebuah suntikan ke lengan wanita itu.


"dasar pria gila, kalian berdua cepat kemari!!" teriaknya.


Edgar pun di kepung dan mulai di serang, tapi dia bukan bocah biasa, remaja itu bisa melumpuhkan kedua orang pria dewasa itu dengan mudah.


wanita itu pun ketakutan, pasalnya dia tak mengenal pria muda itu dan untuk apa dia mengikutinya.


Edgar pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu dan membersihkan tempat itu dari semua bukti yang tercecer.


"ayolah, korban terakhir selesai, kini aku harus pulang sebelum orang rumah khawatir," gumam Edgar.


tapi dia tak menduga saat akan pergi, terdengar suara sirine mobil polisi, beruntung di tempat itu tak ada CCTV.


dia pun langsung memacu motornya menuju rumah, tak lupa dia membeli sesuatu agar bisa jadi alibi.

__ADS_1


sedang wanita itu mulai melihat hantu di sekelilingnya, tapi ada sosok yang begitu di benci dan di takuti olehnya.


"mas Sandi ..." lirihnya.


Sandi datang dengan wajah yang begitu seram dan leher yang terluka dan darah mengucur di sana.


bahkan pria itu juga mengeluarkan aroma yang begitu busuk, bahkan dia berjalan dengan pincang menghampiri Dini yang ketakutan.


"tidak, pergi... aku tak mau melihat mu!!" teriaknya dengan ketakutan.


tapi saat akan berlari, sebuah mobil menabrak Dini hingga terpental dan terluka parah.


mobil itu pun pergi begitu saja, dan meninggalkan tubuh dini yang menggelepar sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.


"ada apa ini, wah opa dan papa kompak sekali," kata Edgar.


"kamu dari mana Edgar, ini jam berapa, tak baik untuk mu jam segini masih berkeliaran Edgar," tegur Bram.


"ayolah pa, aku hanya beli martabak telur karena ingin,aku tak ingin merepotkan para pengawal toh ini juga beli di depan komplek," jawab Edgar.


"cocok nih, opa juga sedang lapar, kita makan sambil nonton bola yuk, kebetulan hari ini adalah tim kesukaan dari opa," jawab papa Vin.

__ADS_1


baiklah, Edgar taruh jaket dulu dan ganti baju biar nyaman, rasanya sulit bernafas dengan celana jeans ini," kata Edgar pergi ke kamarnya.


sedang Bram melirik kepergian putranya itu, dia sedikit merasa aneh pada sikap Edgar.


polisi menemukan ketiga korban yang telah tak bernyawa di tempat berbeda.


dua pria dewasa dan juga seorang wanita yang di duga tabrak lari, dan kondisinya begitu buruk.


polisi juga tak menemukan hal yang aneh dan barang yang mencurigakan, di tempat kejadian tersebut.


sedang di kamarnya, Edgar pun merasa senang karena bisa membereskan semua musuh keluarganya.


"sekarang tak akan ada yang akan menganggu keluarga ku, dan sekarang tak ada yang akan menghancurkan senyum dan keluarga ku ini, karena aku akan membuat mereka mati," gumam Edgar menyeringai.


.......TAMAT......


terima kasih sebelumnya atas semua dukungan yang sudah di berikan, maaf karena saya tak bisa melanjutkan novel ini, karena idenya mentok...


terlebih sekarang ada kegiatan di dunia nyata yang tak bisa di tinggal..


love you para pembaca setia.

__ADS_1


jangan lupa untuk mampir ke novel author yang lain ya, banyak cerita yang menarik loh...


__ADS_2