Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
kebahagiaan kecil bibi.


__ADS_3

mobil Bram sampai di rumah, satpam sudah membantu membawa barang-barang yang di beli oleh Bram.


Yusuf turun bergandengan tangan dengan Bram, bibi yang mendengar suara mobil Bram berhenti langsung berlari keluar.


tapi langkahnya langsung terhenti saat melihat sosok pria kecil yang tersenyum sambil bergandengan tangan dengan Bram.


"Yusuf mama ..." lirih bibi terduduk di depan putra yang sudah lama tak di lihatnya.


Yusuf pun langsung memeluk bibi dengan sangat erat. "mama ..." kata Yusuf dengan tangis yang tak tertahan lagi.


Yusuf tak mengira jika pria yang menjemputnya itu tak membohonginya, dan kini dia berkumpul bersama bibi lagi.


"baba ..." panggil bibi.


Bram pun menghapus air matanya, dan ikut bergabung memeluk tubuh keduanya.


"sekarang kita masuk, dingin di luar, dan mulai sekarang panggil aku papa, karena itu panggilan pasangan mama bukan," kata Bram mencium keduanya.


"iya papa ..." jawab keduanya.


Bram pun mengajak Yusuf dan bibi masuk, dan saat di dalam bik tum nampak begitu khawatir.


"ada apa bik?" tanya Bram.


bibi mengeleng pada bik tum, "katakan bik, jangan takut katakan saja," kata Bram.


"maaf tuan, nyonya belum makan dari siang tuan, karena nyonya menunggu tuan pulang dulu katanya," jawab bik tum.


Bram melihat bibi, "kamu pergi dengan marah, aku takut di buang seperti dulu, jadi aku menunggu mu pulang baru mau makan di suapi seperti biasa," lirih bibi


"jangan seperti ini lagi ma, kamu harus sehat kita sudah punya anak-anak kamu tak ingin membuat mereka khawatirkan kan, bik tolong ambilkan makanan, biar aku yang menyuapi nyonya," kata Bram.


"kamu juga mau makan Yusuf?" tanya Bram dengan lembut.


"mau papa, tapi Yusuf makan sendiri," kata bocah itu.


bibi merasa senang melihat kasih sayang Bram pada Yusuf, bahkan pria itu terlihat begitu perhatian.


saat bibi dan Yusuf sedang duduk dan bermain dengan Ale, Bram memerintahkan kepada beberapa satpam yang akan berganti shift membantu para pembantu menata kamar utama.

__ADS_1


bik tum yang menyadari pun ikut bahagia untuk bibi, bahkan dia meneteskan air mata melihat perubahan Bram.


bik tum mengantar makanan, dan bibi melihat mata bik tum yang merah habis menangis.


"bik tum, menangis kenapa?" tanya bibi.


"tidak nyonya, saya hanya terharu melihat tuan besar yang begitu menyayangi nyonya, dan tuan muda," kata bik tum.


"jangan sedih ya bik, Yusuf beruntung ketemu papa, saat kakek dan nenek tak bisa menjaga Yusuf lagi, papa datang fan mengajak Yusuf ketemu mama," kata bocah itu.


"memang nenek dan kakek mu ke apa Yusuf?" tanya Feby.


"nenek sakit stroke ma, dan kakek yang merawatnya, dan Yusuf kasihan melihat mereka," kata bocah itu.


"sekarang aku sudah menitipkan keduanya ke panti jompo milik temanku, dan aku mengajak Yusuf tinggal bersama kita, dan Yusuf harus jadi kakak yang baik untuk adiknya Ale ya, meski kalian berbeda ayah," kata Bram


"bolehkah Yusuf hanya punya papa Bram, Yusuf mohon ...."


Bram mengangguk dan bocah itu begitu bahagia bahkan sampai meneteskan air mata.


karena bagi Yusuf hanya Bram yang bisa memberikan kasih sayang tulis, karena sandi yang terus melakukan kekerasan pada bibi dulu.


malam itu, semua orang makan bersama, dan Bram sudah meminta pengacaranya mengajukan permohonan sidang pengesahan pernikahan.


mereka bahkan tidur di kamar utama yang sudah di tata ulang, bahkan satu ruangan berisikan kasur yang cukup luas.


jadilah mereka tidur bersama, yusuf tidur berdampingan dengan Bram. sedang bibi dengan Ale.


keesokan harinya Bram, memilih berlari pagi bersama Yusuf, sedang bibi memasak untuk keduanya.


Bram pun terus tertawa dengan Yusuf dan bayi Ale di gw di gendongan kangguru.


bayi itu terus tertawa karena dia baru kali ini melihat suasana luar rumah, begitupun Bram yang sudah lama tak pernah joging setelah memiliki bibi.


"selamat pagi ..." sapa Bram dan Yusuf pada warga desa.


semua orang tau jika putra Bram datang, dan tak mengira jika putra Bram begitu tampan dan memiliki lesung pipi yang menambah daya tariknya.


"selamat pagi tuan besar," sapa pak RT.

__ADS_1


"pagi pak, bagaimana nanti malam saya akan bergabung dengan bapak-bapak, kebetulan istri saya dan nak saya sudah bisa di tinggal," kata Bram merangkul Yusuf.


"aduh ini putranya,ganteng banget ya, dan si kecil juga ganteng persis masnya, mereka punya lesung pipi ya pak?" kata Bu RT nimbrung.


"turunan mamanya Bu, ya sudah nanti jam delapan saya akan kumpul, kalau begitu saya pamit ya, permisi," kata Bram.


keduanya pun sampai di rumah setelah berkeringat, bahkan bibi sudah dapat ciuman dan pelukan dari dua pria itu.


"ih ... lengket, mandi dulu, dan papa itu bayi Ale jadi ikut lengket," kata bibi mengambil putra kecilnya.


"lumayan lah mam, buat beban bayi Ale, jadi biar tubuhku makin bagus," kata Bram kembali mencuri cium bibir bibi.


"hentikan, cepat mandi, kamu pasti keterusan jika tidak di hentikan," kata bibi.


pagi ini desa itu kedatangan para tim KKN dari kota Surabaya, mereka adalah tim dari Feli.


gadis itu sengaja memilih desa itu untuk menggoda sandi, untuk melancarkan balas dendamnya.


tapi yang tidak dia ketahui jika di desa itu ada Feby dan Yusuf yang besok akan ganti nama.


Bram sudah memberikan segala keperluan dan juga berkas-berkas untuk melengkapi semua pengajuan mereka.


Yusuf akan berganti nama menjadi EDGAR VANCO BRAMASTYO.


sedang Feby akan berganti nama menjadi FEBIOLA VANCO BRAMASTYO


sedang untuk nama si kecil Ale juga akan di masukkan dalam kartu keluarga dengan nama ALEXANDER VANCO BRAMASTYO.


mereka semua menganut nama dari orang tua Bram yang memang memiliki keturunan Eropa.


merka pun sarapan bersama, dan baru kali ini Bram makan makanan yang di buat oleh bibi.


sedang Edgar juga begitu menikmati sarapan pertama kali bersama keluarga barunya, dan yang begitu sempurna.


bibi juga tak lupa membuatkan Ale makanan yang bergizi untuk bayi itu agar segera tumbuh sesuai usianya.


bik tum dan para pembantu kini merasa nyaman karena bibi bukan wanita yang sulit di layani.


bahkan wanita itu mengurus keperluan keluarganya sendiri, dan bik tum dan yang lain hanya memegang bagian bersih-bersih rumah.

__ADS_1


terlebih bibi sering melarang untuk Bram bernanah, pagi dengan menunjukkan dada bidang yang di hiasi tato naga itu.


pasalnya sekarang tidak hanya ada bik tum, tapi ada dua pembantu baru dan bibi tak suka jika suaminya di pelototi orang.


__ADS_2