
"maaf Tante, aku harus pergi dan menjelaskan semuanya pada keluarga ku, terlebih istriku sedang hamil," panik Bram.
wanita itu pun mengikuti Bram, dan kebetulan putranya juga baru datang dari toilet.
"mama ... Bram ... kalian mau kemana?"
"Dimas kami ingin ke rumah sakit terdekat, karena istri Bram sakit, mereka juga salah paham," terang ibu Dina pada putranya itu.
Dimas pun mengikuti mobil Bram, karena dia ingin mengenal keluarga sahabatnya itu.
mereka pun sampai di rumah sakit yabg dimaksud, mereka pun melihat keluarga Bram.
saat melihat putranya itu, papa Vin marah dan langsung menampar bram.
"lihat ulah mu, sekarang istri dan anak mu dalam keadaan kritis," bentak pria sepuh itu.
"sebelumnya maaf ya pak, sepertinya anda salah paham, aku adalah ibu dari sahabat putra anda dan bukan Selingkuhannya," kata wanita itu.
"kalau begitu kenapa kalian begitu mesra, dan kami tak percaya nehotu saja, apalagi setelah apa yang pernah terjadi," jawab papa Vin.
"oh masalah itu, tadi ada seseorang yang hampir membuatku jatuh tersungkur, hingga Bram menahan tubuhku, jadi itu saja tak lebih," jawab wanita itu.
__ADS_1
"maaf keluarga pasien?" tanya dokter keluar ruangan.
"kami dokter, bagaimana keadaan putri kamu?" tanya bu Inggrid.
"Tuhan masih bersamanya, kondisinya baik-baik saja, dia hanya kelelahan, jadi tolong jaga selalu mood pasien," kata dokter.
"baik dokter kami mengerti, terima kasih," kata Bu Inggrid.
Bram pun merasa bersyukur atas berkat Tuhan yang masih melindungi istri dsn juga janin yang di kandungannya.
akhirnya mereka bisa menjengguk bibi setelah di pindahkan ke ruang rawat.
"lepas ... mas jahat ... aku kira mas bukan seperti pria yang lalu ..." tangis bibi.
"maafkan aku yang tak jujur tenang makan siang itu, tapi yang sesungguhnya dia itu ibu dari sahabatku, bukan selingkuhan ku," kata Bram.
"benarkah?" tanya bibi.
"benar sayang, apa perlu aku yang membuatmu percaya, kalau begitu belahlah dadaku, dan KA akan menemukan hanya namamu di sana," jawab Bram.
Dimas kun tak mengira akan melihat istri Bram yang masih muda, bahkan pria itu sudah dua putra.
__ADS_1
sedang dinas masih belum bisa menemui kekasih yang pas, terlebih Farhan juga sudah menikah.
"maaf ya nak, bukannya kami punya hubungan aneh, aku sudah menganggap Bram itu putraku, terlebih kenapa dia harus selingkuh saat dia memiliki istri yang begitu cantik seperti mu," kata Bu Dina.
bibi pun mengangguk dan dia percaya debfan suaminya itu, karena bibi sudah telanjur mencintai suaminya dengan begitu besar.
akhirnya mereka pun bermaafan, dan Bu Dina berbincang dengan Bu Inggrid.
begitu pun Dimas, dengan papa Vin menuju ke kantin, sedang Bram malah memeluk istrinya seperti anak kecil.
bibi pun tau jika suaminya itu akan menghianati dirinya, tapi saat melihat kejadian tadi dia teringat kejadian buruk hingga membuatnya ketakutan.
dia tidak ingin keluarganya hancur lagi, cukup kenangan buruk bersama Sandi, dia tidak ingin hubungan Bram berakhir seperti yang lalu.
sedang dini mulai terbiasa dengan pekerjaannya, dia benar-benar menjadi bintang di tempat terkutuk itu.
bahkan Dini sudah terbiasa mendapatkan berbagai macam tamu yang ingin mendapatkan tubuhnya.
mami Angel begitu senang karena pendapatnya naik drastis, dini juga tak bodoh, dia selalu minta uang lebih setelah memberikan jasanya.
karena dia berencana kabur dan itu membutuhkan uang yang sangat banyak.
__ADS_1