Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
maafkan aku


__ADS_3

bram yang mengerti pun menghalangi pandangan Sandi, "pak sandi tolong yang sopan, anda membuat takut istri saya dengan pandangan anda."


"Feli ajak sandi keluar, sebelum ayah marah, karena kalian sudah keterlaluan," perintah Ibnu pada Feli.


"baik ayah, maafkan kami, kami pergi dulu,"


Feli pun menarik sandi keluar, begitupun ibu Soraya yang juga mengusir sandi yang tak pernah bisa sopan pada wanita.


itulah yang menjadi salah satu penyebab utama dia tak menyukai sandi.


pak Ibnu berbincang dengan Bram, dari jauh bibi terus memantau keduanya.


bahkan dia tak berani kembali duduk bersama kedua pria itu, bukan apa bibi takut tak bisa menahan dirinya untuk memeluk sang ayah


pak Ibnu terlihat bangun dari kursinya, bibi pun mendekat saat pria itu ingin pamit.


Bram melihat istrinya dan mengangguk sebagai tanda setuju, dia tau benar jika bibi merindukan pria itu.


bibi pun berlari dan memeluk pria itu dari belakang, "maafkan Feby ayah, Feby takut akan kembali di paksa, Feby memilih ini bersama putra kami ayah, maafkan Feby ... maafkan Feby yang memilih menghapus segala masa lalu dan maju bersama mas Bram ..." tangis wanita itu.


pak Ibnu hanya diam sambil menahan tangisnya, akhirnya putri yang dia rindukan ada di dekatnya.


dia pun berbalik dan melihat bibi sudah terduduk sambil terisak, "jangan sedih nak, kamu sedang hamil, ayah pasti bahagia saat melihat putri cantiknya bahagia bersama orang yang tepat," jawab pak ibnu.


pak Ibnu memeluk bibi, dan memanggil Bram, bahkan Bram juga ikut bergabung bersama istrinya.


"semoga Tuhan selalu membuat kalian bahagia, doa ayah selalu bersama kalian, dan ayah mungkin akan mengajak Feli pulang, karena gadis itu sudah terlalu banyak berulah, dan jika kalian bisa, tolong datang ke rumah kita, karena kakek mu terus Merindukan kehadiran mu bibi," kata pak Ibnu


"iya ayah, saat waktu tepat, kami akan datang ke rumah," jawab bibi.


pria itu pun pamit, tak lupa Bram meminta seorang satpam mengantar pak Ibnu, tapi tanpa terduga sandi datang bersama pak RT, pak RW dan warga lain.


pria itu ingin membuat masalah dengan Bram,"sekarang apa lagi pak sandi?" tanya Bram yang sudah tak bisa tahan lagi dengan tingkah pria itu.


"kamu pria brengsek Bram, kamu pergi menculik istri dan putra ku,dia Feby istri kedua ku bukan, kau itu kumpul kebo selama setahun ini!" teriak sandi memancing amarah warga.


"apa itu benar pak Bram, soalnya kedatangan dari istri anda memang persis dengan ucapan pak sandi," kata ketua RT.


"kau pria yang tak tau malu Sandi, setelah kau bunuh anak kedua di kandungan putriku, sekarang kau baru mencarinya, kemana saja kau setahun ini, dia mati saat kau membunuh anaknya, kau malah pindah dan bersenang-senang dengan istri pertama mu Dini, dan aku kehilangan putri ku saat Feby mati hari itu, kau bahkan tak menghiraukan putra mu yang tinggal dengan orangtuamu, bahkan mereka saja tak sudi makamnya di lihat oleh mu, itu menunjukkan jika kamu itu pria brengsek yang tak punya hati, jadi jangan salahkan seseorang untuk kesalahan mu, dan untuk nyonya bibi, dia benar-benar istri pak Bram, jika tak percaya kamu bisa melihat semua buktinya, sedang kau, saat Feby kau hajar habis-habisan, dia sudah memasukkan gugatan perceraian di pengadilan agama dan tak lama perceraian kalian putus, tapi kau menceraikan dirinya dengan cara paling sadis sandi sebagai seorang pria!!!" teriak pak Ibnu tak bisa menahan dirinya lagi.


pria itu tersungkur sambil menangis histeris, Bram pun menenangkan pak Ibnu.


"pak RT meragukan semua data yang sudah saya laporkan,anda bisa melaporkan saya kepolisian jika itu semua palsu, tapi tak perlu anda mempermalukan keluarga kami seperti ini," kata Bram tak terima.


"maaf pak Bram, ini semua atas permintaan dari pak Sandi, saya sudah menjelaskan tapi para warga sudah terhasut," jawab pak RT

__ADS_1


"maaf pak, saya sudah tak bisa di permalukan lagi, saya akan memilih pindah dari kampung yang tak bisa percaya dengan yang sudah tinggal di sini bertahun-tahun, saya kecewa pak," kata Bram yang mengejutkan semua orang.


Bram pun memerintahkan satpam untuk mengantar pak Ibnu, dan dia mengajak bibi masuk kedalam rumah.


mereka akan pindah ke kota, dan dengan cepat semua sudah berkemas untuk siap pergi.


"tolong pak Bram,jangan pergi, kami selalu merepotkan bapak, hanya kesalahan kecil anda begitu marah," mohon pak RW.


mendengar itu Bram marah, "anda lupa siapa saya, bukan perkara kecil jika satu desa mulai menghina istri dan keluarga saya, bahkan berani meragukan saya, kalian semua itu bulsyit dan aku tak takut untuk membereskan desa ini jika di perlukan," kata Bram melepaskan cengkraman tangannya.


semua pun ketakutan, pasalnya Bram terkenal memiliki tempramen yang buruk.


Bram pun pergi mengajak keluarganya, sedangkan Sandi diam melihat dan membaca foto kopi akta nikah milik Bram dan bibi yang di lempar oleh pak Ibnu.


rumah itu akan di rawat oleh para satpam yang memsng dekat dengan desa itu.


sedang untuk pelayan dan satpam akan ikut ke Surabaya untuk memulai hidup baru.


saat Bram pergi, kampung itu kembali begitu Keos, banyak maling dan juga kesulitan dalam mencari pupuk baik organik maupun pabrik.


mereka lupa jika desa begitu maju pesat karena sokongan dari Bram.


dan tak terasa sudah sebulan Bram pindah ke kota besar, bahkan putranya Edgar juga sudah mulai sekolah.


pria kecil itu menjadi murid paling teladan karena kepintaran dan juga cara bersosialisasi yang sangat baik.


bahkan bibi yang sedang hamil juga nampak begitu bugar dengan semua olahraga khusus yang di jalani.


sedang pekerjaan Bram makin lancar karena pekerja utama Bram memang di kota.


meski pabrik milik Bram tak besar, tapi pabrik itu cukup untuk menghidupi ratusan karyawan yang menggantungkan nasib pada pabrik konveksi itu.


bahkan pabrik itu di bagi menjadi tiga bagian, pabrik satu di bidang pakaian, pabrik dua adalah sepatu kualitas ekspor, dan pabrik tiga adalah pembuatan berbagai macam keperluan rumah tangga dengan kualitas ekspor juga.


meski di rumah kota tak sebesar rumah yang lama, tapi rumah itu begitu luas dan bertema joglo dengan taman yang begitu sejuk di sekitarnya.


bahkan baby Ale pun tak perlu keluar rumah saat bermain cukup di rumah karena semua fasilitas lengkap.


perut bibi juga mulai nampak membuncit karena sudah hampir masuk trimester kedua.


saat bibi bahagia, sandi hancur, dia sudaj tak memiliki siapa pun, bahkan Feli juga sudah di Tahan di rumah.


Feli akan segera di nikahkan dengan pria pilihan dari pak Ibnu, pria itu pernah gagal berumah tangga, atau lebih tepatnya di tinggal mati istrinya.


dan pak Ibnu percaya jika pria itu bisa membimbing Feli dengan semua sikapnya.

__ADS_1


tak hanya itu, Feli Ternyata sudah membuat tempat tersendiri di hati sandi dan sekarang pria itu sedang terluka karena di tinggalkan.


sedang Dini menghadapi masalah juga dengan keluarganya, sang ayah yang jatuh sakit memaksa wanita itu untuk merawat sang ayah.


karena bu Fatma sudah lari entah kemana dengan kekasih gelapnya.


kini pak Harto merasakan bagaimana menikah tanpa restu orang tua dan menghianati keluarganya demi wanita seperti Fatma


dia sekarang tergolek tak berdaya, Dini juga sudah semakin tak terurus karena masalah rumah tangganya bersama Sandi yang begitu rumit.


"nak beranikan dirimu untuk berpisah dari pria seperti itu, jangan terus lukai dirimu seperti ini, ayah tak mungkin selamanya bisa menemanimu," kata pak Harto.


"tapi bagi Dini, pernikahan ini suci ayah, dan aku tak bisa melakukan hal yang di benci oleh Allah," kata dini.


"tapi mungkin ayah tak bisa menemanimu selamanya, jadi ayah mohon tolong turuti ayah untuk terakhir kalinya, bercerai dan bahagia, dan temukan pria yang begitu mencintaimu," lirih pak Harto.


dini pun mengangguk me dengar ucapan pak Harto, "iya ayah, Dini akan mengikuti semua keinginan ayah, Dini janji," jawab Dini.


pak Harto pun tersenyum sebelum menghembuskan nafas terakhirnya di depan mata Dini.


kehidupan dini benar-benar terbalik, seakrang dia sendirian tak memiliki siapapun, bahkan sang ayah saja meninggalkan dirinya.


pemakaman di lakukan setelah menunggu keluarga pak Harto, bahkan pak Ibnu tak mengira jika saudaranya itu mati begitu cepat.


dini nampak begitu sedih atas segalanya tang terjadi, Soraya menghampiri wanita itu.


"seandainya Dini, kamu memiliki keberanian Feby sedikit saja, mungkin hidup kalian berdua akan lepas dari pria seperti Sandi, dan kamu sekarang harus bangkit dan mencari kebahagiaan mu, berhenti menangisinya, Karena pria seperti itu tak pantas dapat cinta darimu," kata Bu Soraya menginggatkan keponakannya itu.


Dini hanya diam, pak Ibnu pun menepuk bahu dini, "ayo pulang kami antar, pasti adik-adik mu sudah menunggumu," kata pak Ibnu.


dini tak mengira jika Keluarga yang dia benci, begitu baik bahkan setelah segalanya yang terjadi menimpa putri mereka.


dan kini pak Ibnu yang menjadi penanggung jawab pada semu anak pak Harto, yang tertinggal hanya dini yang berantakan.


sedang semua adik dini sudah sukses dan berumah tangga, mereka bahkan sepakat rumah itu agar tetap di tinggali oleh Dini, atau mungkin di jual dan membeli rumah baru.


karena Dini mungkin butuh suasana baru, dan semua adik dini mendukung apapun keputusan dari kakak mereka itu.


dini pun mengajukan gugatan perceraian setelah tujuh hari kematian pak Harto.


di temani pak Ibnu, Dini berani mengambil langkah di hidupnya untuk lepas dari belenggu Sandi.


setelah itu, dia datang untuk membantu persiapan pernikahan dari Feli.


dan kakek Cahyono juga sudah mulai menerima Dini setelah gadis itu mengakui semua kesalahannya dan juga dosanya, pria tua itu juga memberikan kesempatan kedua pada dini untuk berubah.

__ADS_1


sedang di rumah bibi kedatangan tamu yang asing bagi wanita itu, seorang wanita cantik dan seorang pria bule yang mirip dengan suaminya.


tapi selama ini bram tak pernah mengatakan jika orang tuanya masih hidup.


__ADS_2