Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku

Berbagi Cinta : Sepupuku, Istri Siri Suamiku
masa lalu Bram


__ADS_3

bibi melihat keakraban itu dari jauh, dia tak mengira jika Bram begitu menyayangi putranya Edgar.


mereka pun selesai makan begitu pun bibi yang juga selesai makan, "mama kok di dapur katanya lelah," ledek Bram.


"meski begitu, mama tetap butuh makan apa, jadi mama turun untuk makan sesuatu,apa tidak boleh?" tanya bibi tersenyum.


"bukan seperti itu ma, tentu saja boleh dong, sekarang kita ke kamar kakak yuk,mau bacain cerita," kata Bram mengajak bibi.


"baiklah, ayo," jawab bibi.


mereka pun menuju ke lantai dua ke kamar Edgar, sesampainya di sana mereka naik ke ranjang.


termasuk bayi kecil itu yang duduk sambil menemani Edgar yang belum tidur.


"sekarang mau cerita apa?" tanya Bram.


"tentang papa?" jawab bibi semangat.


"tidak ada yang menarik," kata Bram.


"ayolah pa, aku juga ingin mengenal siapa suamiku," jawab bibi.


Bram pun menepuk kepala istrinya, mereka pun tersenyum bersama.


Bram kecil adalah anak yang pemalu, sifat itu terus terbawa sampai dia beranjak dewasa.


tapi saat Bram SMA, dia bertemu guru yang begitu cantik dan menjadi panutan.


Bram muda tergoda dan terus mengejar guru itu akhirnya mereka pun bersama.


dia adalah Bu Fatma, meski usia mereka terpaut dua belas tahun, bram tetap mencintai wanita itu.


tapi Bram di butakan oleh cintanya, bahkan saat dia memergoki Fatma berhubungan intim dengan guru olahraga.


malah Bram yang memohon agar tak di putuskan oleh Fatma, belum lagi Bram yang rela melakukan apapun untuk gadis itu.


tapi pengorbanan Bram belum berakhirnya sampai di situ, dia rela menjadi pembunuh untuk keluarga Fatma.


bahkan Bram sampai di benci oleh keluarganya karena terus berulah karena wanita yang dia bela.


"cukup Vanco junior, kamu jika terus seperti ini papa akan mencoret mu dari daftar keluarga inti," ancam papa Bram.


"aku tak peduli, bagiku kebahagiaan Fatma adalah segalanya," jawab Bram

__ADS_1


tapi pengorbanannya itu berakhir saat pembunuhan terakhirnya, bram di jebak oleh keluarga Fatma.


tapi sebelum itu, dia berhasil membunuh ayah dari Fatma dalam pelariannya, dan menyerahkan diri ke polisi setelah itu.


tapi tak terduga, saat bram terpuruk, Fatma malah hamil dan menikah dengan pria lain.


Bram marah besar, tapi dia masih punya satu janji yang pernah dia berikan, dan kapan pun eanita itu memintanya bram pun harus menepati janji itu.


"dan itulah bagaimana aku bisa memiliki mu dan Edgar sekarang, karena terikat janji itu, aku sudah menepatinya," tambah Bram.


bibi dan Edgar terdiam, keduanya binggung harus bereaksi apa mendengar ceeira Bram.


"semu orang punya masalalu papa, yang terpenting sekarang Edgar punya papa yang terbaik di dunia," kata bocah laki-laki itu memeluk Bram.


"dan terim kasih sudah menerima ku yang kotor dan buruk ini mas, setidaknya aku sekarang mendapatkan cinta tulus dari pria yang baik," kata bibi sedih.


"apa yang kau ucapkan, aku yang beruntung memiliki kalian di hidupku, sekarang aku harus hidup sehat untuk bisa menemani kalian bertiga sampai tua nanti, dan maut memisahkan kita," kata Bram.


"pasti pa," jawab bibi.


tapi tiba-tiba dia merasa mual, dan berlari menuju ke kloset, bram pun menghampiri istrinya.


"kamu kenapa sayang?" tanya Bram. memijat tengkuk bibi.


"hei ... dia itu putramu sayang, kenapa kamu bilang seperti itu?" tanya Bram.


"papa lupa tak membersihkan pipi dan bibir bayi Ale setelah minum susu mungkin, jadi pipi baby Ale bau susu," protes bibi.


"baiklah, bir aku bersihkan, ayo baby ..." kata Bram keluar sambil membasahi tangannya.


bibi ingat dia belum menstruasi, dia pun berlari menuju ke kamarnya dan mencari tes kehamilan yang dulu pernah di belikan oleh Bram.


dia pun mengambil satu dan berharap dia tak hamil, tapi saat selesai mengeceknya.


dia pun terduduk lemas, Bram dan Edgar menghampiri bibi yang di kamar mandi.


bahkan di tangan wanita itu ada dua hasil tes kehamilan, "kamu kenapa sayang?"


bibi langsung mengulurkan tangannya, dan memberikan dia hasil tes itu.


Bram melihatnya, dan ada kata yes di sana, "aku hamil lagi ..." kata bibi sedih.


"yey ... Edgar akan punya adik lagi!" teriak bocah itu senang.

__ADS_1


"yey ... bayi Ale akan punya adek," kata Bram senang.


sedang bibi tak mengira akan mendapatkan reaksi itu, "mama jangan lelah sekarang, biar aku dan papa serta bik tum yang jaga bayi Ale, mama cukup istirahat saja," kata Edgar.


"tapi ini terlalu dini untuk Aku hamil lagi, bayi Ale masih kecil," kata bibi.


"tidak tidak, ini pas jadi aku tak terlalu tua saat mengendong anak-anakku nantinya," kata Bram bahagia.


Bram dan Edgar begitu senang dan langsung berlri ke bawah untuk menyampaikan berita bahagia ini.


"semuanya kumpul, kemarilah cepat!" panggil Bram.


"iya tuan besar," jawab semua pegawai yang heran dengan Bram yang begitu senang.


bibi memeluk bik tum, wanita itu yang selama ini merawatnya dan menjadi temannya di tempat ini.


"kalian semua dengarkan, kita akan kedatangan anggota keluarga baru, nyonya sedang hamil!" teriak Bram begitu bahagia.


"wah ... selamat nyonya," kata semua orang.


bibi langsung memeluk bik tum karena malu, pasalnya bayi Ale saja baru berumur satu tahun tapi dia sudah hamil lagi.


"Tono, tolong bagikan beras yang sudah kemasan lima kilo pada semu warga, bilang jika ini rasa syukur ku menyambut anggota baru, serta kebahagiaan ku menyambut kedatangan putra pertamaku Edgar," kata Bram.


"baik tuan besar," jawab Tono yang di bantu tiga satpam lain.


mereka pun begitu cekatan membagikan semuanya, dan tak ada yang terlewat sekali pun.


bahkan di rumah pak RT dan pak RW di berikan lima karung, semua warga tak mengira jika Bram banyak berubah setelah kesembuhan sang istri.


sedang sandi sangat pemasaran dengan putra Bram yang bernama Edgar.


karena wajah bocah itu menginggatkan dia dengan Yusuf putranya yang hilang bak di telan bumi begitu saja.


sedang Feli masih marahan dengan Gatot yang tak sadar diri, bahkan pria itu tetap ingin menjadikan Feli kekasihnya.


meski Feli terus menolaknya krena dia tak Sudi menjadi kekasih dari gig*l* seorang wanuta tua seperti Fatma.


meski dia sering berkencan,.dia tetap pilih-pilih pasangan, apalagi sekang dia sudah kenal sandi yang begitu kuat di atas ranjang.


dan itulah yang di butuhkan oleh Feli saat ini, pria yang bisa memuaskan dirinya, bahkan suka berfantasi liar.


karena itulah mimpi Feli yang belum terwujud karena belum menemukan pasangan yang pas.

__ADS_1


__ADS_2