Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 10


__ADS_3

Ternyata sakit sungguh tidak menyenangkan. Cempaka harus terisolasi bagaikan orang yang sakit parah. Padahal menurut Cempaka dia baik-baik saja dan masih dapat untuk melakukan aktivitas seperti biasanya. Namun mengingat keluarganya yang sangat menjunjung kesehatan melarangnya untuk berbuat apapun hingga ia menjadi seorang mayat hidup.


"Ish Cempaka itu demam bukan lumpuh," omel Cempaka dengan mulut yang berkomat-kamit.


Kesempatan untuk mengomel ketika mumpung orang rumah tak sedang berada di kamarnya. Wanita itu menarik napas berkali-kali merutuki kekesalannya yang sangat luar biasa kepada Naskala terutama.


Naskala memperlakukan dirinya bak seorang yang telah sakit bertahun-tahun.


"Ish ternyata Om dari dulu emang nyebelin gak perang berubah. Yang berubah mukanya doang makin datar," keluh Cempaka dan tak menyadari jika orang yang tengah ia bicarakan memperhatikannya.


"Hm," balas Naskala singkat hingga mampu membuat Cempaka yang tengah mendumel di atas kasur langsung menutup mulutnya rapat-rapat.


Ia menoleh ke arah Naskala dengan wajah meringis dan juga memohon ampun kepada pria itu agar bisa memaafkannya.


"Maafin atuh," ucap Cempaka kepada Naskala yang tengah menghunus nya dengan tatapan tajam.


"Kata kamu saya nyebelin. Mungkin itu pendapat kamu, tapi bagi saya itu adalah untuk kebaikan kamu."


"Iya Om Cempaka ngerti kok," ujar Cempaka harap-harap cemas.


"Kenapa tidak dimakan buburnya?" Cempaka melirik ke arah bubur yang masih utuh dan juga sama tampilannya saat Naskala membawanya ke kamar ini tadi.


Cempaka langsung panik dan mengambil bubur itu lalu menyuapkan dengan sangat cepat ke dalam mulutnya sebelum ia dimarah oleh pria itu. Ketika sampai bubur tersebut ke dalam mulutnya, Cempaka pun mulai merasakan sesuatu yang sangat menggelikan dan ia hampir saja memuntahkan bubur yang sudah masuk ke dalam perutnya itu ke permukaan kembali.


Untungnya Cempaka pandai berakting dan hanya tersenyum singkat kepada Naskala yang memperhatikan dirinya tanpa henti.


Cempaka bak tengah diintimidasi oleh pria itu. Apalagi tatapan mengerikan milik Naskala benar-benar mematahkan pertahanan Cempaka hingga anak itu tak berani membantah dan terus menyantapnya meskipun hatinya berkata lantang bahwa itu adalah makanan yang paling menjijikkan.


"Kenapa dengan ekspresi kamu?" tanya Naskala yang dapat membaca raut geli di wajah Cempaka.


Cempaka tersentak dan langsung menggelengkan kepalanya sangat keras. Ia menyantap bubur itu lebih banyak lagi hingga tak lagi bersisa.


Diam-diam Naskala tersenyum simpul. Sedangkan Cempaka ingin menangis.


"Cempaka! Bagaimana? Kenyang?"


Cempaka mengangguk terpaksa. "Iya kenyang."

__ADS_1


"Adik yang pintar."


Cempaka terdiam dan menatap Naskala yang baru saja menyebut dirinya adalah seorang adik. Cempaka pun menarik napas panjang dan menundukkan kepalanya. Kenapa ada perasaan tidak rela.


"Om jadi Cempaka ini adalah adik Om?"


Naskala mengangguk, "sampai kapanpun kamu adalah adik saya. Saya akan melindungi kamu sebagaimana seorang kakak yang melindungi adik yang dia sayangi."


Cempaka tertawa sumbang. Ayolah Cempaka kamu itu tidak mengerti cinta bagaimana mungkin kamu berpikir jika ini adalah rasa cinta.


"Om sebenarnya cinta itu seperti apa sih?" tanya Cempaka kepada Naskala.


Naskala terkejut mendengar Cempaka menannyakan hal tersebut. Ia tak mengerti kenapa perempuan itu malah menannyakan hal itu secara tiba-tiba padahal sebelumnya tidak ada topik yang mengarah ke sana.


"Cempaka! Kamu benar-benar sudah besar dan memang kamu harus mengetahui apa itu cinta. Namun belum saatnya kamu untuk cinta-cintaan. Kamu masih pelajar dan berpacaran adalah sesuatu yang sangat haram."


Cempaka terdiam sejenak. Ia sama sekali tak pernah berharap jika ingin berpacaran.


"Gak papa kok Om, aku cuman pengen tau aja bukan pengen berpacaran."


"Cempaka! Rasa cinta adalah sebuah rasa yang sangat berbeda kepada seseorang. Di mana kamu merasa sangat gugup saat dekat dengannya dan kamu ingin terus bersamanya. Kamu juga berharap dia ada di samping mu, setiap kali kamu menatapnya kamu akan merasa sangat senang dan sangat bersemangat. Kamu juga rela berkorban demi dirinya. Bahkan mungkin itu adalah nyawa mu sendiri."


Naskala yang melihat jika Cempaka terus memandangi dirinya membuat ia sangat gugup dan langsung menundukkan pandangannya.


"Cempaka!"


"Om sepertinya Cempaka cinta sama Om."


Naskala langsung menarik napas panjang dan memandang Cempaka dengan wajah tak bisa dijelaskan.


"Ini yang paling saya khawatirkan dari kamu. Dan ini alasan saya untuk menjauh dari kamu. Saya khawatir perasaan itu benar-benar ada dan sepertinya saya sudah sangat terlambat. Inilah alasan saya menjauhi kamu dan jawaban kamu selama ini sudah terjawab."


Cempaka langsung menunduk dengan senyum pedih.


"Jadi ini? Jadi ini alasan kenapa Om bilang kita ini bukan mahram dan bisa menimbulkan fitnah. Jadi ini perasaan terkutuk itu. Cempaka lelah, Cempaka juga tau kalau Cempaka salah."


Naskala tersenyum dan keluar dari kamar Cempaka.

__ADS_1


___________


Cempaka sudah sembuh dari sakitnya. Wanita itu juga telah bersemangat di Minggu pagi.


Cempaka menghampiri Naskala yang juga sedang libur bekerja. Pria itu di hari libur pasti akan menghabiskan paginya dengan berolahraga.


Naskala baru saja datang dari joging dan menatap Cempaka yang memberikan air mineral kepada dirinya.


"Kenapa kamu di sini?"


"Buat kasih ini ke Om?"


Naskala mengambil air pemberian Cempaka dan meneguknya dengan lancar.


"Segar gak Om?"


"Lumayan."


"Om!" Naskala pun memandang Cempaka dengan kening mengerut. "Cempaka gak akan nyerah. Cempaka terus bakal ngejar Om, meskipun Om gak suka."


"Kalau suka itu diam-diam aja," ucap Naskala kepada Cempaka yang langsung menohok di hati Cempaka, "kalau terang-terangan itu gak baik untuk wanita. Bisa dianggap murahan."


"Tapi kan Cempaka gak murahan, Cempaka kan cuman sukanya sama Om."


"Saya juga tau," balas Naskala yang langsung membuat senang Cempaka.


"Sudah masuk. Gak baik berduaan dengan orang yang bukan mahram."


Naskala berjalan begitu saja meninggalkan dirinya. Ternyata sesulit itu untuk mendapatkan hati seseorang.


Cempaka tak pernah jatuh cinta dan sekalinya jatuh cinta malah dengan seorang Naskala yang sangat alim dan juga taat beragama. Sementara dirinya dibesarkan di keluarga yang relegius tapi dia malah tak mencerminkan seorang wanita yang Solehah.


Sebut saja dia tidak terlalu Solehah. Sebenarnya ia adalah anak yang baik-baik dan juga sangat pemalu.


__________


Tbc

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA


__ADS_2