
Aaa maaf pokoknya kalau ada typo dan jarang up karena lagi sakit jadi agak susah nulis.
______
Sesampainya di rumah Naskala masih bingung dengan apa yang ia lihat tadi pagi. Apakah benar itu adalah ayah Reyhan yang kerap kali ia temui pada saat ada kasus meninggal yang menyangkut keluarganya?
Naskala terus mencari jawaban dari pertanyaan itu berharap jika dirinya bisa memecahkan masalah yang sudah merenggut nyawa orang-orang terdekatnya. Mungkin saat ini dirinyalah yang menjadi target, akan tetapi Naskala tak akan membiarkan itu apalagi sampai mengusik Cempaka.
Cempaka yang menatap sang suami terus melamun di ruang tamu berinisiatif untuk menghampiri suaminya itu. Ia kerap melihat jika Naskala sering melamun sendiri akhir-akhir ini.
"Om!" teriak Cempaka dan memeluk punggung Naskala.
Naskala yang sedikit terkejut pun menaikkan satu alisnya.
"Ada apa sayang?" tanyanya dengan nada suara yang cukup lembut.
Cempaka yang awalnya hanya biasa saja menjadi kaget dan refleks melepaskan pelukannya dari Naskala. Ia pun menyentuh kening Naskala untuk memastikan pria itu tengah terserang penyakit atau tidak! Tapi nyatanya ia rasa laki-laki itu baik-baik saja.
"Om kenapa? Tumben banget manggil kaya gitu?" tanya Cempaka seraya memicingkan matanya. Naskala tersenyum simpul dan mengusap kepala Cempaka penuh dengan rasa hikmat.
"Kenapa? Memangnya saya tidak boleh gitu menyayangi istri saya?" tanya Naskala yang kini malah membuat Cempaka tak bisa menjawabnya.
"Ya boleh."
"Terus kenapa kamu kaget kaya gitu?" tanya Naskala kepada istrinya itu lagi. Cempaka tak seharusnya kaget kan? Hal itu memang benar, namun karena Naskala yang bisa dibilang sangat tiba-tiba memanggilnya seperti itu juga tentunya membuat rekasi yang lebih pada Cempaka.
"Tau ah Cempaka bingung," ujarnya sambil menyentuh batang hidungnya dan memijatnya seolah Cempaka memiliki segudang masalah yang tak dapat ia selesaikan.
"Muda-muda kok sudah stres!"
"Enak aja! Siapa yang stres coba? Cempaka baik-baik aja tuh."
"Terus kenapa kaya orang stres karena banyak beban masalah? Emang kamu ngapain aja?"
__ADS_1
"Om kenapa malah kaya emak-emak sih!" ucap Cempaka kesal.
"Gini-gini suami kamu juga!"
Cempaka menyipitkan matanya usai mendengar ucapan itu. Terlintas di otak kecilnya untuk melakukan sesuatu. Ia pun tersenyum evil dan tak lama senyuman itu malah berubah menjadi senyuman genit.
Naskala menaikkan satu alisnya melihat apa yang tengah dilakukan oleh wanita itu. Kaget? Tentunya hal tersebut dirasakan Naskala karena baru kali ini ia melihat wanita yang bersikap seperti itu kepadanya. Jangan ditanya lagi keadaan jantungnya, sudah pasti jantungnya berdegup dengan sangat kencang.
Ingi melarang Cempaka tak melakukan hal itu pun ia tak berhak. Apalagi mereka adalah sepasang suami istri. Di lain sisi Naskala tak ingin aksi jahil Cempaka malah membawanya ke sebuah masalah yang besar dan cukup serius.
"Cempaka apa yang kamu lakukan?"
Cempaka tak menjawab dan mengigit bibirnya. Cempaka diajari oleh Sinta bersikap seperti itu, jadi jika Naskala marah kepadanya maka salahkan Sinta.
Aksi Cempaka semakin jauh dan lebih dari itu. Ia mengambil tangan Naskala dan mengecupnya. Ia pun menyentuh urat-urat Naskala yang menyembul. Sungguh tak menyangka akhirnya ia bisa menyentuh tangan berurat itu.
Naskala makin panik. Terlebih nafsu prianya muncul. Ia merapalkan doa agar selamat dari nafsu yang menyenangkan ini.
"Menggoda huh? Siapa yang mengajari mu seperti ini? Tidak seharusnya wanita bersikap seperti ini."
"Kalau begitu panggil saya Mas!" bisik Naskala ke telinga Cempaka yang membuat dada Cempaka bergebu-gebu karena suara serak Naskala.
Sebenarnya nyali Cempaka sangat kecil. Ia hanya mengetes iman Naskala.
"Ish gak mau!"
"Saya kan suami kamu? Berarti saya boleh ngambil hak saya, kan?" tanya Naskala dengan suara beratnya.
Cempaka langsung melotot dan menjaga jarak dari Naskala. Naskala tertawa dalam hati. Ia bangga dengan dirinya yang bisa membalikkan keadaan di mana Cempaka lah yang berniat ingin menggodanya namun sekarang wanita itu lah yang kemudian menjadi tersudut.
Cempaka menyentuh dadanya dan menatap ngeri ke dalam netra yang menyimpan aura yang sangat menyeramkan. Kenapa bisa dirinya hendak menyerahkan diri dengan suka rela ke kandang macan.
"Kenapa kamu? Tadi berani banget. Sekarang malah diam."
__ADS_1
Cempaka menarik napas panjang. Sepertinya mulai ia dipermalukan oleh pria itu. Naskala memang sangat pintar membuatnya tak berdaya.
"Ish apaan sih! Cempaka mau masuk kamar aja!" Kemudian Cempaka meninggalkan ruang tamu dan hingga Naskala lah yang hanya tinggal sendiri di sana.
Naskala menatap intens punggung istrinya. Dadanya masih berdegup usai melakukan hal tadi. Hampir saja dirinya tak bisa mengontrol diri. Naskala pun menarik napas panjang dan tatapannya berubah menjadi sendu.
"Semoga kamu tidak kenapa-kenapa saat sudah memutuskan untuk menikah dengan ku. Maafkan aku jika suatu hari nanti kamu mendapatkan masalah atau terseret dengan masalah ku."
_____________
Naskala yang hendak melaksanakan sholat tahajjud pun langsung terdiam saat ruangannya yang penuh dengan kegelapan tiba-tiba ada cahaya masuk dari luar seakan ada yang tengah memantau rumahnya.
Merasa sangat penasaran, Naskala pun membuka tirai dan mengintip ke luar. Tampak ada bayangan seseorang yang langsung pergi dari depan rumahnya. Naskala mengerutkan keningnya dan ia pun menutup lagi gorden tersebut.
Setelah itu cepat Naskala pun pergi dan mengambil sajadahnya. Ia harus meminta perlindungan kepada Tuhan agar dirinya bisa selamat dari marabahaya. Apalagi bahaya ini sangat jelas berada di sekitarnya. Naskala baru saja melihat seseorang yang mungkin bagian dari para peneror itu.
Naskala pun mengerjakan sholat dengan khusyuk hingga ia pun bisa menyelesaikan sholatnya dengan baik. Setelah itu Naskala berzikir dan membaca Al-Qur'an.
Cempaka yang mendengar suara merdu Naskala pun ikut terbangun. Ia mengucek matanya dan menatap sang suami.
"Om kok sholat tahajjud gak ajak Cempaka? Cempaka kan juga ingin dapat pahala."
Naskala berhenti mengaji. Ia menatap istrinya tersebut seraya tersenyum lebar.
"Kamu kalau mau sholat langsung sholat. Aku tungguin nih!"
"Aku?" Kaget Cempaka.
"Aku ingin mengubah panggilan ke kamu. Kita kan suami istri dan panggilan saya terlalu formal untuk pasangan suami istri."
"Benar juga. Hay Mas!" ucap Cempaka iseng dan itu mengejutkan Naskala.
__________
__ADS_1
Tbc
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN MEMBERIKAN LIKE.