Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 30


__ADS_3

Reyhan mendesah panjang tatkala dirinya disidang oleh orangtuanya. Tatapan mereka begitu mengerikan seakan ingin membunuh anak kandung mereka sendiri karena telah melakukan tindakan yang memalukan.


"Apa yang sudah kamu lakukan Reyhan?" tanya ayahnya dengan suara yang penuh amarah namun tetap dengan nada rendah.


Reyhan tak menjawab. Sebab untuk apa menjawab sebuah pertanyaan yang mereka sendiri sudah tahu apa jawabannya. Dari pada banyak membuang waktu lebih baik darinya cukup diam.


Sang ayah menarik napas panjang dan menatap istrinya seakan ingin melampiaskan kemarahannya kepada sang istri.


"Ini didikan mu kepada dia?" tanyanya seolah meremehkan sang istri.


Tentu saja sang istri tak terima dan melawan balik suaminya.


"Kamu pikir dia anak aku saja? Dia anak kamu juga Mas!!" Reyhan memejamkan matanya mendengar pertengkaran orangtuanya.


Sementara itu sepupunya yang merupakan dalang dari semua ini malah tampak santai seakan tidak peduli dengan keadaan keluarga saat ini.


Reyhan pun menatap sepupunya tersebut dengan tajam. Omar hanya tersenyum miring sembari bersedekap dada. Tampak dari rautnya saja ia tengah meremehkan Reyhan.


"Reyhan! Kamu benar-benar sudah membuat malu orangtua mu!" teriak ibunya dan mencubit lengan Reyhan cukup keras.


Memang tak seberapa sakitnya tapi mampu membuat Reyhan mendesis ketika merasakan cubitan tersebut. Ia menatap ibunya yang memplototi dirinya.


"Bukan keinginan Reyhan!!"


"Bukan keinginan kamu? Sudah menjadi anak seperti itu masih saja mengatakan jika itu bukan keinginan kamu?" tanya ayahnya dengan nada yang kali ini cukup lantang.


"REYHAN SUDAH BILANG DARI TADI KALAU REYHAN DIJEBAK! REYHAN KATAKAN ORANG YANG SUDAH MEMBUAT REYHAN SEPERTI INI ADALAH DIA!" Reyhan menunjuk ke arah Omar dengan napas yang memburu.


Mulai lagi akting Omar ditunjukkan. Tampak pria itu berpura-pura kaget dan menggelengkan kepala. Ia menyangkal perkataan Reyhan dan beranggapan jika dirinya hanyalah dituduh oleh pria itu. Namun itulah kebenaran yang ada.


Demi apapun Reyhan ingin memukul Omar saat itu juga. Bagaimana bisa dia berakting dengan sebegitu naturalnya dan tampak sama sekali tak bersalah.


"Jika pun dia yang salah dan membuat kamu seperti itu, harusnya kamu bisa menahan diri kamu. Tetap saja kamu yang bego tidak bisa menahan diri!" marah sang ibu yang tidak terima ponakan kandungnya disalahkan. Terlebih itu adalah keponakan yang sangat ia sayangi hingga dia mengizinkan tinggal di rumah mereka. Keadaan yang benar-benar miris, anak kandungnya yang lahir dari rahimnya sendiri tak ia pedulikan dan lebih memilih orang lain walau itu adalah keponakannya sendiri, tapi tetap saja itu sangat keterlaluan.


Reyhan tak percaya dengan sang ibu. Ia tak memperdulikan lagi apa yang tengah dibicarakan oleh orangtuanya. Mereka terlalu kejam dan menghancurkan diri Reyhan. Tidakkah mereka berpikir bagaimana perasannya saat ini?

__ADS_1


"Kamu harus menikahi perempuan itu!" teriak sang ayah.


Langkah Reyhan terhenti. Pria itu membalikkan badannya sembari menampilkan wajah marah dan tak terima.


"Apa maksud Papa? Sampai kapan pun Reyhan tidak akan bertanggung jawab. Reyhan akan menikah dengan orang yang Reyhan sayangi bukan dengan dia!!"


"Tapi kamu yang sudah membuat dia seperti itu. Dan sekarang dia tidak terima dan menuntut kita. Kau pikir aku akan membiarkan itu begitu saja? Apa yang papa ucapkan adalah perintah bagi mu! Sampai kapan pun kamu tidak akan bisa membantah ucapan Papa!"


"Reyhan tidak peduli. Reyhan muak dengan keluarga ini. Lebih baik Reyhan keluar dari rumah!" ucap Reyhan dan langsung pergi ke kamarnya.


Air matanya bersimbah keluar. Begitu naas kehidupannya yang tak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Dan kini masa depannya dihancurkan oleh Omar yang tak ia ketahui kenapa laki-laki tersebut sangat membenci dirinya.


Di lain sisi ia juga tahu jika ayahnya telah melakukan bisnis ilegal yang merusak ekosistem laut dan pantai melakukan kerusakan lainnya yang bertentangan dengan negara. Terutama sebagai bandar narkoba kelas kakap yang tak pernah bisa ditangkap.


Tentu menjadi anak dari pengkhianat negara adalah sesuatu yang sangat menyakitkan. Ditambah lagi ia tak mendapatkan kasih sayang sepeser pun dari mereka. Sebenarnya mereka menganggap dirinya ini apa? Jika belum siap untuk memiliki anak harusnya mereka tak membuatnya hingga ia yang tak bersalah ini menjadi korban kebobrokan mereka.


________


Cempaka masih kepikiran bagaimana nasib Reyhan setelah ini. Pria itu benar-benar sangat memprihatikan. Ia khawatir jika kejiwaan Reyhan akan terguncang karena masalah ini.


Naskala menghampiri sang istri yang tampak tengah merenung dan langsung mendekapnya. Cempaka yang masih dalam lamunan lantas terkejut dan langsung mendorong tubuh Naskala.


Ia menatap tajam Naskala agar tak melakukan hal tersebut di saat dirinya dalam kehampaan, sementara sang tersangka hanya tersenyum tanpa rasa bersalahnya.


"Apaan sih Om! Main peluk-peluk aja. Kaya orang cabul!" ucap Cempaka meledek.


"Aku memang cabul, dan aku ingin sekali mencabuli wanita yang ada di depan ku saat ini."


Oh Tuhan benarkah ini Naskala yang ia kenal? Pria yang terkenal alim dan anti wanita? Sungguh sangat mengejutkan melihat bagaimana gaya bahasa pria itu yang tak disangka-sangka.


"Om? Kok Om udah berubah? Belajar dari siapa?" tanya Cempaka masih heran.


"Belajar dari kamu."


"Kok Cempaka Om?"

__ADS_1


"Kamu kan kemarin yang goda aku? Dan sekarang aku ingin seperti kamu."


"Ishh sana! Udah tua cabul lagi," ucap Cempaka dengan wajah menunjukkan raut jijik.


"Tapi suami kamu, kan?"


"Cempaka gak punya suami!"


"Yakin?" tanya Naskala dengan mata yang mengedip.


"Ishhhh sana Cempaka jijik!!"


"Gak mau! Aku ingin manja-manjaan sama istri sendiri. Ingin tahu rasanya pacaran," ucap Naskala yang memang ia sama sekali belum pernah merasakan bagaimana dekat dengan wanita dan berpacaran.


Baru kali ini ia sedekat ini dengan wanita yang cukup dewasa. Karena dulu Cempaka masih kecil jadi ia tak bisa merasakan sensasi indahnya dekat dengan wanita yang sangat dicintai.


"Hm, sama Cempaka juga gak pernah," ucap Cempaka yang tiba-tiba membayangkan Indahnya berpacaran.


"Nah sekarang mending kita berpacaran aja."


Cempaka dengan polosnya mengangguk. Naskala tersenyum lebar melihat reaksi sang istri tanpa disadarinya.


Sebelum Cempaka sadar, Naskala dengan cepat mencium bibir Cempaka sekilas.


Cempaka terkejut dan menyentuh bibirnya. Otak wanita itu lemot sebentar namun beberapa detik barulah dirinya tersadar.


Seketika Cempaka langsung memukul pundak Naksla.


"IHHH OM MESUM!! HIKS!!" tangis Cempaka pun pecah sendirinya dan saat ini Naskala lah yang kerepotan mengurusi bayi yang satu ini.


___________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2