Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 39


__ADS_3

Cempaka menarik napas panjang. Ia menatap soal yang diberikan guru untuk dibahas saat ujian nanti. Cempaka tak habis pikir kenapa soalnya sangat sukar dan membuat Cempaka ingin berhenti sekolah rasanya padahal sebentar lagi dia akan tamat tapi sudah terpikir di otaknya untuk melakukan itu.


Naskala yang melihat istrinya tengah kelelahan di atas meja belajar lantas menghampirinya. Ia menatap Cempaka yang tak dapat menyelesaikan soal yang sedang ia kerjakan.


Naskala pun mengambil buku Cempaka dan mengamati soal itu. Baginya, soal tersebut hanyalah soal level rendah dan sangat mudah untuk dijawab. Tapi mengingat kapasitas otak Naskala yang berbeda dengan kapasitas otak Cempaka membuat perbedaan itu tampak kontras di antara mereka.


Cempaka tak peduli dengan apa yang dilakukan oleh suaminya. Pasti saat ini Naskala ingin meremehkan dirinya yang tak bisa menyelesaikan soal semudah itu. Hal tersebut sudah menjadi makanannya sehari-hari, diremehkan oleh sang suami. Tapi terdengar di telinganya cukup unik.


Benar-benar sangat memprihatikan hidup Cempaka. Ia hanya bisa mendesah panjang seraya berbalik dan menatap sang suami yang menggeleng-gelengkan kepala seraya tertawa kecil. Tuh benar apa yang diduga oleh Cempaka. Naskala memang sangat sombong.


"Hati-hati, orang sombong bisa kena azab sama Allah!"


"Siapa yang sombong?"


"Om!"


"Aku rasa kamu pasti udah mempelajari soal ini di kelas sepuluh, tapi kenapa masih belum bisa menjawab soal semudah ini. Ini masih dasarnya saja." Naskala pun menarik


salah satu kursi dan duduk di samping Cempaka.


Ia pun juga menarik rambut Cempaka agar wanita itu tak menunduk bak orang bodoh yang tak mengerti apa-apa supaya wanita itu memerhatikan dirinya yang sedang menjelaskan. Cempaka mengamati dengan seksama. Bukannya melihat soal yang diajarkan oleh Naskala akan tetapi ia malah melihat orang yang tengah menjelaskan.


Naskala pun menoleh ke arah Cempaka sambil bertanya apakah wanita itu sudah paham. Akan tetapi malah ia bertemu pandang dengan sang istri dengan tatapan yang sama-sama cukup dalam. Soal yang dikerjakan tadi bak hanya pengantar hubungan mereka.


Naskala meneguk ludahnya melihat Cempaka yang tak menjauhkan pandangannya. Kini dirinya yang malah salah tingkah.


Naskala membuang wjahanya dan mengulum senyum bak pria yang sedang salting. Telinga Naskala jangan ditanya, sangat merah.


"Om!" Naskala pun mengarah tatapannya kepada Cempaka.


"Hm?"


Cempaka mencium sekilas bibir Naskala yang membuat pria itu langsung terkejut namun hanya diam.


"Terimakasih." Cempaka sangat ringan mengucapkannya, "ajarkan lagi. Tadi Cempaka kurang fokus. Abisnya yang tukang ajar ganteng banget!" ucap Cempaka sembari tertawa pelan.


Naskala menarik napas panjang dan mengusap wjahanya. Ia pun hanya bisa sabar dan tak bisa marah kepada istrinya yang sangat cantik ini. Mana mungkin Naskala tega.


Ia terlalu gemas untuk dibentak. Apalagi jika memarahi Cempaka hanyalah akan menambah masalah besar.


"Baiklah." Akhirnya hanya Naskala yang bisa mengalah kepada wanita itu dan membiarkan dirinya kembali menjadi guru dan mengajar.

__ADS_1


Kali ini Cempaka benar-benar memperhatikannya dengan sangat serius. Ia diberikan soal oleh Naskala, soal yang mirip dengan soal diajarkan oleh Naskala.


Cempaka pun mengingat segala penjelasan pria itu tadi dan ia pun mulai paham dan menyerahkan kertas yang ia jawab.


Naskala dengan amat teliti memperhatikan jawaban Cempaka. Ia memberikan penilaian dan menyerahkan kembali kertas itu kepada sang empu.


Cempaka merasa senang kala mendapatkan nilai seratus. Ia pun mengerjakan soal yang diberikan guru tadi dan melanjutkannya sambil diawasi oleh Naskala.


"Sekarang sudah bisa, kan?"


"Ha'em. Terima kasih Om."


_____________


"Aileen Candramaya Putri Cempaka!"


Cempaka pun maju saat namanya dipanggil. Ia mengambil buku PR nya dan merasa senang ketika melihat nilai yang sangat memuaskan.


"Kamu dapat berapa?" tanya Nanda dan mengambil kertas Cempaka.


Cempaka menyerahkan saja kertas itu kepada sahabatnya. Ia merasa senang dengan hasil tersebut tak jauh berbeda Nanda juga merasakan hal yang sama terhadap Cempaka.


Saat melewati koridor sekolah, mereka mendengar segala gosip yang tak ada habisnya. Cempaka merasa bosan dengan kondisi itu tapi tak ayal ia terkadang merasa sangat tertarik dengan gosip-gosip tersebut.


"Ada apa sih? Kok orang-orang di kantin pada ramai ngebahas?" tanya Nanda penasaran. Mereka pun mendekati sumber gosip.


Di situ Cempaka dan Nanda mendengar sebuah gosip mengenai Reyhan dan wanita yang ia hamili.


Mereka mengatakan jika Reyhan telah kabur dari rumah. Di samping itu mereka juga mendengar kabar tidak mengenakan dari keluarga Reyhan.


Terdengar bahwa jika orangtua Reyhan terkena sebuah kasus yang sangat memalukan, tertangkap sebagai pengedar narkoba. Akan tetapi itu hanya sebuah dugaan dan polisi sedang mendalami.


"Yang aku tahu katanya yang membocorkan itu adalah dari pihak tentara, eumm Lettu Naskala jika tidak salah. Adiknya ada bersekolah di sini. Eum... Namanya Cempaka anak IPA 2."


Cempaka terkejut mendengar hal itu. Nanda pun menatap Cempaka dengan pandangan yang penuh sarat makna yang sangat dalam.


"Eh itu gak sih?" tanya salah satu orang yang ada di kantin menunjuk Cempaka.


"Eh iya."


"Tapi kan dia dekat sama Reyhan ya?"

__ADS_1


"Oh iya." Pembahasan ini memang tak ada yang salah.


Tapi ini sensitif bagi Nanda. Wajahnya tampak sangat tidak senang akan hal itu sebab ada sesuatu yang tengah ia sembunyikan dan tak diketahui oleh banyak orang.


Nanda menarik tangan Cempaka untuk keluar dari kantin. Wajahnya terlihat jelas jika ia sedang menahan sesuatu di dalam dirinya.


"Nanda kamu kenapa?" tanya Cempaka heran.


"Gak papa. Kita di kelas aja. Nanti kan kita ulangan, kita baca buku aja."


Ajakan itu disetujui oleh Cempaka. Ia mengeluarkan buku Fisika dan mempelajari bab-bab yang sudah dibahas.


Sementara itu Nanda tampak tak fokus mengerjakannya. Ada ketakutan yang sangat dalam pada dirinya. Ayah dari Reyhan sudah diendus oleh polisi, mengingat jika orang yang membocorkan ini adalah Naskala tentunya membuat dirinya merasa tak tenang.


Ia takut Naskala tak memenuhi ucapannya dan membocorkan mengenai rahasia ayahnya sehingga ayahnya ditangkap dan kemudian ia dipermalukan oleh teman-temannya.


Hal itulah yang tak pernah diinginkan oleh Nanda. Ia sangat ketakutan dan terus kepikiran.


Sebagai orang yang mengabdi kepada negara tentunya Naskala tak akan membiarkan ayahnya begitu saja. Ada saat ayahnya akan tertangkap dan kemudian ia ramai-ramai dihujat dan dibully oleh teman-temannya.


"Cempaka!"


Cempaka pun menjauhkan bukunya.


"Iya?"


"Aku takut."


"Emang kenapa?" tanya Cempaka tak mengerti.


"Eh tidak apa-apa."


Nanda pun berniat untuk menyimpan ketakutannya itu sendirian saja. Wanita itu gelisah sementara Cempaka yang kembali fokus membaca buku tak menyadari rekasi Nanda.


Nanda menatap Cempaka yang sebenarnya diincar oleh marabahaya tapi ia tak menyadarinya. Naskala tentu ingin menjauhkan marabahaya itu dari Cempaka sebab Cempaka adalah satu-satu keluarga terdekatnya yang ia punya. Tapi jika Naskala melakukan itu maka keluarganya yang akan terseret. Dan citra baiknya tercoreng begitu saja. Mengingat adanya campur tangan dari orangtuanya. Ayahnya adalah teman baik ayah Reyhan. Pekerjaan yang mereka lakukan juga tak jauh beda


__________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.

__ADS_1


__ADS_2