Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 20


__ADS_3

Tidak disangka jika pernikahan mereka sudah mendekati hari H. Jantung Cempaka tak bisa berhenti berdetak bak tengah berlomba berpacu cepat. Tidak luput Naskala juga pastinya merasakan hal yang sama dan bahkan ia lebih gugup dari apa yang dirasakan Cempaka.


Laki-laki itu tak mengira jika dirinya sebentar lagi akan melepas lajang. Mungkin semakin cepat akan semakin baik lagi untuk menepis isu miring. Cempaka tak mengharapkan pernikahan secepat itu karena jujur saja mentalnya belum siap untuk berumah tangga. Namun mengingat kondisi yang sangat darurat terpaksalah ia pun menikah lebih cepat.


Mungkin ini adalah sebuah kebaikan untuk mereka berdua. Yang penting Cempaka hanya merubah statusnya saja dan belum menjadi istri Naskala yang sesungguhnya.


Pada masa SMA Cempaka hanya meminta haknya sebagai seorang anak sekolahan. Ia berharap Naskala tak melakukan lebih dari itu.


Itulah perjanjian yang diajukan oleh Cempaka sebelum ia setuju untuk menikah secepatnya, dan Naskala pun menyetujuinya. Ia tahu Cempaka belum ingin dipaksa dewasa ditambah lagi dia sangat polos dan tak mengerti dengan hubungan suami istri yang sesungguhnya.


Setidaknya Naskala akan menunggu Cempaka hingga ia benar-benar dewasa. Mungkin untuk kali ini mereka akan menjalani tahap berpacaran terlebih dahulu.


Sedangkan di dalam sebuah kamar Cempaka masih nyaman dalam selimutnya dan Naskala di luar terus memanggil namanya membangunkan Cempaka yang terkenal malas untuk bangun pagi.


"Om, Cempaka gak mau pergi! Cempaka mau tidur!" keluh Cempaka yang tak ingin pergi ke butik untuk mencoba baju pengantin sebelum hari H.


Naskala di luar pintu kamar wanita itu hanya bisa mendesah panjang. Itulah Cempaka yang memang sukar dibangunkan ketika di Minggu pagi ditambah lagi dia sedang haid. Sudah pasti Cempaka akan tidur hingga siang.


Cempaka tampak sangat kelelahan. Matanya pun hanya terbuka sayu-sayu dan tak lama mengatup kembali.


"Cempaka! Kamu serius tidak ingin pergi sama saya? Hari ini adalah hari terakhir kita untuk mempersiapkan semuanya. Kita akan mencoba make up dan juga baju pengantin mu!"


Cempaka yang masih dibawah pengaruh kantuk tak begitu bisa mencerna kalimat Naskala.


"Emang siapa yang mau nikah sih Om?"


"Kamu!"


Cempaka terkejut dan langsung membuka matanya. Ia masih belum sadar juga dan mengerutkan keningnya.


"Saya akan menikah dengan siapa Om?"


"Dengan saya."


"HAH?!" Cempaka terkaget-kaget mendengar jawaban Naskala. Ia langsung pergi bersiap-siap ketika baru sadar sepenuhnya.


Naskala yang mendengar kehebohan Cempaka dari luar hanya bisa menggelengkan kepala. Bisa-bisanya dia akan menikah dengan bocah itu.


Naskala pun meninggalkan kamar Cempaka. Ia pergi ke ruang tamu dan melihat sahabat perjuangannya, Nasuha.


Naskala terdiam menatap Nasuha. Ada sebuah siratan makna yang begitu besar di dalam netra hitam mereka. Naskala berkaca-kaca dan langsung memeluk Nasuha dengan sangat erat.


Ia menepuk punggung pria itu sebagai bentuk persahabatan mereka yang cukup lama.


"Bro aku tidak menyangka jika kau akan menikah dengan Cempaka! Oh ayolah dia adalah adik mu, malahan aku pernah berniat dulu akulah yang akan menikahinya."

__ADS_1


"Jodoh tidak ada yang tau," ucap Naskala dan melepaskan pelukannya. "Terima kasih untuk selama ini kau selalu ada untuk aku Bang!"


"Kau ini macam mana Naskala. Kita ni kata kau sahabat, sudah semestinya kita ini saling bantu. Saya juga berterima kasih kepada mu sudah banyak membantu saya."


Percakapan antar sahabat yang begitu mengharukan pun bergulir dengan sendirinya hingga Cempaka datang sudah siap dengan pakaian indahnya.


Nasuha yang pertama kali melihat kehadiran Cempaka mengode Naskala. Naskala menoleh ke arah tunjukkan Nasuha. Ia terdiam melihat wanita polos nan cantik bak sang Dewi yang berdiri tak jauh di sana tengah menatapnya bingung.


Cempaka benar-benar imut dan Naskala saja mampu terhipnotis dengan penampilan sederhana wanita itu.


"Bro kamu tahu calon mu itu seperti waifu ku di salah satu anime favorit ku."


"Waifu?"


"Itu lho idola-idola anime Jepang yang super Kawai."


Naskala menggelengkan kepalanya melihat Nasuha yang memang sedikit akut jika masalah anime.


"Sudahilah kau menonton anime."


Nasuha mendesis tak suka. Ia menatap ke arah Cempaka yang masih berdiri bingung.


"Aduh neng geulis pisan. Sini atuh cantik kamu gak tau calon kamu ini dari tadi salting liat kamu. Mungkin dia masih syok bakal menikahi bocil kematian kaya kamu."


Cempaka terkejut mendengar ucapan teman Naskala itu. Ia menatap tajam Nasuha seakan ingin melahap pria tersebut.


"Calon mu ini ganas juga."


Naskala menampuk kepala Nasuha yang memang ada-ada saja orangnya.


"Makanya kamu jangan bersikap kaya gitu ke dia. Dia kalau udah tersudut punya jurus andalan. Nangis sekencang-kencangnya. Kamu mau jinakin dia?"


"No comen aku, mending aku pergi dulu."


"Kaka pamit dulu! Hehehe! Kalian berdua ngobrol aja. Terserah mau ngobrol apa enggak."


Cempaka mendengus kasar. Kemudian ia menatap meremehkan Nasuha.


"Kakak? Kamu sama saja seperti Om Naskala! Om-om."


"Astaghfirullah." Nasuha langsung mengusap dadanya memberi istighfar. "Di sini lama-lama saya jadi tumbal. Mending saya pergi Assalamualaikum!"


Dia pun kemudian pergi dan Naskala tertawa melihat temannya itu. Cempaka mendekati Naskala dan mengamati laki-laki tersebut.


"Om juga sama!"

__ADS_1


Naskala terkejut, "memang salah saya apa?"


"Salah Om tuh banyak." Mata Cempaka sudah berubah merah dan Naskala terkejut melihat itu.


"Astaghfirullah! Maafkan saya neng."


"Om! Cempaka gak suka sama teman Om yang itu suka ngejekin Cempaka!"


"Iya-iya nanti saya marahi dia."


Naskala bagai tengah menenangkan seorang bayi besar.


Cempaka pun akhirnya anteng dan dia tak lagi merajuk. Setidaknya Naskala bisa tenang.


_________


Sesampainya di tempat fitting baju Cempaka langsung mengenakan gaun yang pernah dipilih Adhila untuk Cempaka. Bahkan ia membuat modelnya sendiri untuk calon menantunya. Seakan sudah mempersiapkan dari lama untuk pernikahan ini.


Perjodohan pun juga sudah lama dilakukan oleh keluarga mereka jauh sebelum Cempaka tahu jika ia akan menikah dengan Naskala.


Dulu Naskala tak mau menjawab mengenai hubungannya dengan Cempaka. Ia selalu enggan berbicara dan berkomentar.


Bahkan Toha sering kali membujuk Naskala agar mau menerima perjodohan itu. Naskala hanya tak ingin Cempaka hidup sengsara dengannya. Ditambah lagi teror kepada keluarga mereka begitu meraja lela, ia tak ingin Cempaka tersangkut paut dengan masalah keluarganya.


Biarkan Cempaka menikah dengan orang lain dan bahagia bersama orang tersebut. Tapi seiring berjalannya waktu Naskala sadar jika Cempaka bersama orang lain belum tentu wanita itu akan bahagia dan dijaga.


Justru ia akan semakin khawatir jika Cempaka tak bersamanya. Perasaan itu baru saja disadari oleh Naskala.


Melihat Cempaka yang tampak memukau dengan pakaian indahnya membuat Naskala tak bisa mengalihkan pandangan dari Cempaka. Wanita itu begitu mempesona.


"Om!"


Naskala baru tersadar saat ditegur oleh Cempaka. Wajahnya memerah dan wanita yang di samping Cempaka hanya terkekeh melihat rekasi Naskala.


"Kenapa Om diam aja? Gak suka liat Cempaka?"


Wanita yang berada di samping Naskala pun angkat bicara.


"Itu namanya bukan gak suka tapi lagi salting liat Teteh cantik banget."


Cempaka yang mendengar itu malah dirinya yang dibuat salah tingkah.


___________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2