
Naskala menutup matanya sambil mengepalkan tangannya saat mendapat informasi jika istrinya hilang dari rumah. Naskala langsung menghentikan rapat dan kalang kabut memerintahkan pasukan untuk melakukan pencarian.
Tak lama setelah itu ia juga mendapatkan sebuah foto dari nomor misterius di mana di sana Cempaka tengah disendera dengan tangan yang terikat.
Kini emosi Naskala tak bisa dibendung lagi. Ia langsung melakukan pencarian dan melaporkan kejadian ini kepada pihak polisi. Polisi juga telah melakukan proses untuk mencari Cempaka.
"Tenanglah. Kali ini istri mu pasti selamat. Mungkin saat ini dia aman. Berpikirlah positif. Jangan terlalu panik. Ini tidak baik dan bisa mengancam diri mu sendiri."
Naskala menatap jenderal yang baru saja menenangkan dirinya. Ia tahu niat dari jenderal itu baik tapi Naskala tetap saja tak bisa melakukan hal itu. Istrinya hilang dan bagaimana ia bisa tenang?
"Maaf jenderal. Aku tahu niat mu baik dan ingin aku lebih berpikir jernih lagi. Tapi untuk saat ini aku benar-benar tidak bisa melakukan itu karena istri ku hilang dan aku tidak mungkin diam saja."
"Para anggota yang lainnya sudah turun ke lapangan untuk membantu mu."
Naskala sedikit lega. Ia tahu pasti yang melakukan ini adalah Omar. Nomor yang telah mengirimkan gambar tersebut juga sudah dilacak. Tapi sepertinya nomor tersebut tak lagi aktif.
Naskala mengusap wajahnya kasar. Sebagai orang yang tahu agama ia lebih memilih membaca beberapa doa.
Mulutnya tak berhenti berkomat kamit membaca beberapa doa dan juga tasbih.
Ia pun memutuskan untuk menyiapkan beberapa senjata sebelum pergi mencari Cempaka. Ia tahu menumpas Omar tak semudah dengan membalikkan telapak tangan.
"Omar benar-benar keterlaluan."
"Jangan kamu menuduh seseorang terlebih dahulu."
"Kenapa aku tidak boleh menuduhnya. Buat apa kita mencari bukti terlalu banyak dan menghabiskan waktu padahal kita sendiri tahu persis siapa pelakunya."
"Mungkin bagi kita memang mengetahuinya. Tapi bagi orang yang tidak tahu kejahatan yang dilakukan oleh Omar tanpa adanya bukti tidak akan semudah itu untuk menyalahkan Omar dan menangkapnya. Untuk menangkap Omar kita membutuhkan bukti dan bukti itu telah dilenyapkan oleh Omar."
Kebakaran hebat yang melanda kantor tentara pun sudah dilakukan penyelidikan. Para pihak polisi yang lainnya dan juga beberapa personil tentara ikut berkontribusi.
__ADS_1
"Sebentar lagi akan ada rapat dengan beberapa petinggi negara dan juga pihak kepolisian. Kita akan menceritakan semua perduga kita. Meski mungkin ada beberapa di antara mereka adalah bagian dari Omar."
Naskala mengangguk pasrah. Ia harus bisa menangkap Omar dengan tangannya sendiri dan memenjarakan pria itu. Dendamnya sudah teramat dalam kepada pria itu. Orangnya dibunuh dan kemudian saat ini ia diancam menggunakan Cempaka.
Naskala pun merogoh ponselnya dan mengetik beberapa digit angka lalu menghubungi orang di seberang sana.
"Iya halo ada apa Om?"
"Reyhan! Kamu bisa membantu ku? Cempaka hilang. Besar kemungkinan diculik Omar."
"Apa??! Baiklah. Aku akan segera menemui Om."
"Assalamualaikum."
Naskala mematikan sambungan telepon dan kemudian menatap atasannya itu dengan senyum pahit.
"Kita juga harus membawa Renyah dalam rapat. Keterangan dari dia sangat dibutuhkan. Dia adalah salah satu saksi dan juga orang terdekat Omar."
Secerah harapan meskipun itu kecil telah membangkitkan senyum di wajah Naskala. Harapannya hanya satu semoga Cempaka baik-baik saja dan Omar tidak akan menyakiti dirinya.
________
Cempaka diam menatap makanan yang diberikan oleh Omar. Ia diberikan kamar yang sangat mewah. Tapi semua itu tak sebanding dengan rasa takutnya.
Cempaka tak menikmati keindahan itu dan ia hanya menjadi wanita yang murung dan menatap makanan serta kenikmatan yang diberikan kepadanya tanpa minat.
Tak ada yang lebih indah dari pada bersama Naskala. Sudah dua Minggu ia berada di tempat ini dan tak ada tanda-tanda jika Naskala akan datang menyelamatkan dirinya. Ia benar-benar takut jika Naskala tak peduli lagi padanya, tapi ada sisi hari Cempaka yang lain menyakinkan wanita itu jika saat ini Naskala juga tengah mencarinya.
"Mas Cempaka takut. Cempaka ingin keluar dari ruangan. Cempaka tidak bisa sholat."
Cempaka hanya menangis sepanjang hari. Ia berharap ada keajaiban yang akan membawa dirinya kepada suatu harapan.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu terbuka membuat Cempaka langsung menatap ke arah tersebut. Ia terdiam menatap wajah Omar yang tampak sangat marah kepadanya.
"Kenap kamu tidak juga memakan makanan mu?" tanya Omar dengan suara yang dingin.
Cempaka menyeringai. Ia menantang balik pria itu. Beberapa hari berada di sini telah membuat mentalnya lebih terbentuk dan juga berani untuk melawan.
"Kenapa? Aku tidak menginginkannya. Kamu bukan orang yang aku harapkan untuk membawa makanan ini. Jika kamu benar-benar mencintai ku dan peduli pada ku maka aku mohon Om melepaskan aku. Biarkan aku hidup dengan bebas bukan disendera seperti ini."
"Kamu pikir aku akan membiarkan mu?" tanya Omar sembari berjalan ke arahnya.
Cempaka kontan mundur dan bersiap siaga. Ia memasang ancang-ancang jika sesuatu terjadi padanya.
"Pergi!!" teriak Cempaka sambil mengeratkan selimut yang menutupi tubuhnya.
"Kamu makan lebih dulu. Besok adalah hari pernikahan kita. Kau harus bertenaga. Besok juga ada kejutan untuk mu."
Cempaka terkejut mendengar hal itu. Ia tak akan pernah menikah dengan orang laknat seperti Omar apalagi saat ini ia masih saja menjadi istri dari Naskala. Maka haram hukumnya jika Omar ingin menikah dengannya dan tak akan pernah sah hubungan mereka.
"Om pikir bisa melakukan itu? Cempaka tidak ingin menikah dengan om-om tua seperti mu."
Omar terkekeh dan menatap Cempaka sangat tajam. "Mulut mu memang manis. Dan lebih manis lagi jika nanti kamu akan memuji ku dan juga anak-anak kita."
"Apa yang kamu ucapkan adalah sebuah mimpi yang tak akan pernah bisa kau capai. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Tidak akan!!! Hanya ada di mimpi buruk mu saja."
"Oh?" Omar tertawa gelak. "Kita lihat besok. Selain pernikahan yang menyenangkan aku juga akan menyiapkan kejutan yang lainnya yang tak akan pernah bisa kamu lupakan."
________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.
__ADS_1