
Senyum Naskala tersungging saat ia yang baru saja pulang disambut dengan pemandangan yang sangat indah dari istrinya. Tampak Cempaka tertidur di ruang tamu.
Naskala dapat memastikan jika Cempaka tengah menunggunya sampai wanita itu tak sadar telah tertidur. Membayangkannya membuat Naskala merasa dadanya berdebar kencang dan tersenyum senang.
Tak ada yang bisa menandingi cinta mereka. Naskala yang belum menyadari perasaannya sesungguhnya ia sudah menetapkan hatinya di salah satu wanita yang ada di dunia ini. Yakni wanita yang dengan rela mengorbankan waktunya untuk menunggu dirinya pulang, Cempaka.
Naskala pun mengangkat tubuh Cempaka dan membawanya ke kamar mereka. Senyum Naskala senantiasa selalu menghinggapi dirinya. Pria itu meletakkan dengan teramat hati-hati sang istri ke atas kasur. Seakan takut jika istrinya itu akan terganggu dari tidurnya.
Kemudian Naskala mencium kening Cempaka dengan cukup hikmat lalu mengusap kepalanya. Tapi, ada sebuah kesedihan di matanya yang begitu tersirat penuh makna saat menatap Cempaka yang tampak nyaman bersama mimpi indahnya.
Teror begitu merajalela seakan menghantui dirinya. Mungkin setelah orangtuanya yang menjadi target kini beralih target menjadi dirinya. Kekhawatiran Naskala hanya satu, yakin Cempaka. Mungkin kesalahan besar yang pernah ia lakukan adalah tidak bisa membuat Cempaka aman.
Secara tak langsung ia telah menyeret Cempaka kepada sebuah masalah yang tidak dimengerti oleh wanita itu. Yang ia tahu hanyalah kehidupan anak remaja dengan segala manjanya Cempaka.
"Semoga kamu akan baik-baik saja. Aku akan ada untukmu, dan aku janji akan selalu menjadi orang yang ada di samping mu!" ucap Naskala yang begitu tulusnya. Siapapun yang mendengar apa yang baru saja keluar dari mulut pria itu pasti akan merasakan baper.
Cempaka juga jika ia mendengar itu secara langsung tak bisa terbayangkan bagaimana ekspresi bahagia wanita itu.
Naskala pun mengambil pakaian ganti dan handuk nya. Ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lama ia pun selesai dengan ritual tersebut dan sudah rapi dengan pakaian santainya.
Sebelum tidur Naskala menyempatkan diri untuk melakukan ibadah sholat Isya di mana sebelumnya dirinya belum sempat untuk melaksanakan sholat akibat jadwal yang sangat padat.
Naskala mengerjakan sholat Isya begitu khusyuk hingga ia tak menyadari jika Cempaka sudah bangun memperhatikan suaminya yang sedang melaksanakan sholat tersebut.
Saat selesai berdoa Naskala pun menoleh ke belakang. Ia terkejut melihat Cempaka yang sudah bangun.
Lantas ia pun melemparkan sebuah senyuman kepada perempuannya tersebut.
Cempaka yang masih terperangah dengan ketampanan yang dimiliki oleh suaminya tak begitu sadar jika Naskala tengah tersenyum ke arahnya. Merasa heran jika dirinya terus ditatap oleh Cempaka, lantasĀ Naskala pun melambaikan tangannya di depan wanita itu.
"Ada apa istri ku?"
Cempaka tersadar dan langsung mengatup mulutnya. Ia berusaha semaksimal mungkin jika tampilan dan ekspresinya saat ini tampak tenang.
"Gak papa."
"Sudah sholat Isya?" Naskala berdiri dan meletakkan sajadah pada tempatnya. Dia yang masih mengenakan sarung lantas mendekati Cempaka dan mengecup kening wanita itu dengan sangat dalam.
"Sudah!"
__ADS_1
Naskala memperhatikan kecantikan yang dimiliki Cempaka. Entah apa amalan yang ia lakukan hingga bisa memiliki istri seorang Cempaka yang cantiknya luar biasa.
"Awas kamu bohong. Langsung saya sholatin!"
Cempaka langsung terbelalak saat mendengar pernyataan mengerikan yang keluar dari mulut Naskala.
"Astaghfirullah Om! Mulutnya itu jangan gitu."
"Kenapa?"
"Om yakin? Nanti pas saya disholatkan saya khawatir ada yang bakal nangis-nangis nantinya!"
"Nah pintar."
Cempaka dan Naskala pun tertawaan. Naskala memeluk istrinya dengan cukup erat dan memberikan beberapa kecupan di pipi gembul Cempaka.
______________
Sekolah sedang heboh dengan sebuah berita yang begitu mengejutkan dan tak disangka-sangka.
Cempaka yang baru saja datang sekolah tentunya tak ingin ketinggalan berita apapun. Ia cepat bergegas keluar dari dalam mobil. Naskala yang menyadari hal itu menarik tas Cempaka hingga Cempaka lari di tempat.
"Mau ke mana kamu?"
"Mau masuk lah Om. Cempaka mau belajar."
"Mau belajar apa mau ngegosip?" tanya Naskala menekan.
Cempaka pun sudah tersudut dan tak berani untuk membantah.
"Iya-iya kali ini Om benar."
"Siapa yang ngajarin kamu bergosip?" tanya Naskala begitu mengintimidasi.
"Gak ada."
Naskala yang gemas menyentil hidung Cempaka. "Awas aja kamu bergosip, nanti saya sentil lagi." Naskala mengeluarkan beberapa lembar uang untuk Cempaka. "Ini uang jajan!"
"Terima kasih buat Om yang paling tampan se-dunia!"
__ADS_1
Kemudian mereka pun berpisah. Saat melihat mobil Naskala yang semakin menjauh lantas Cempaka langsung lari masuk ke dalam sekolahnya. Ia penasaran dengan berita yang sedang viral di sekolahnya.
Di mana semua orang di parkiran membicarakannya. Meskipun Cempaka mendengar pembicaraan itu tapi tetap saja ia tak begitu paham.
Saat masuk ia melihat kerumunan orang yang berada di lapangan. Karena jiwa kepo Cempaka yang semakin akut ia pun ikut bergabung dan masuk di tengah-tengah banyak orang.
Namun keningnya langsung berkerut saat melihat Reyhan dan beberapa guru yang ada di lapangan. Di lain sisi juga ada seorang wali murid bersama anaknya yang begitu kacau.
Mereka tampak marah-marah dan memojokkan Naskala. Melihat Naskala yang begitu tersudut membuatnya tidak tega.
"Kasihan banget Reyhan!"
"Padahal ganteng tapi kelakuannya bejat banget! Ganteng emang tidak menjamin seseorang tuh baik."
"Aku kira selama ini dia beneran pendiam. Eh tau-taunya pendiam tapi menusuk dari belakang. Dih geli banget sama dia!"
"Sumpah masih gak nyangka kalau dia hamilin anak orang sampe orangtuanya cari dia di sekolah."
"Udah bejat masih gak mau ngaku lagi. Padahal udah jelas banget buktinya."
Cempaka sangat syok mendengar hal itu. Ia langsung keluar dari kerumunan dan berlari ke lapangan.
Reyhan menatap Cempaka dengan mata yang berlinang. Rasanya Cempaka tidak tega melihat pria itu yang berusaha menahan tangisnya.
"Cempaka!"
"Reyhan ini beneran?"
Reyhan menggeleng kepalanya dengan kuat sembari air mata keluar dari netra indahnya.
"Semua ini tak seperti yang kamu lihat. Aku dijebak dan terpaksa melakukan itu hingga dia hamil."
"ITU NAMANYA KAMU BENERAN YANG MELAKUKAN ITU! KAMU BEJAT REYHAN!" teriak Cempaka seraya meneteskan air mata.
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.
__ADS_1