Bocil Imutnya Om Tentara

Bocil Imutnya Om Tentara
Part 12


__ADS_3

Tidak seperti biasanya jam tidur Cempaka lebih awal namun sekarang ia rela bergadang untuk menunggu Naskala pulang.


Apalagi setelah mendengar berita yang baru saja dibilang oleh Adhila membuat Cempaka tak bisa duduk dengan tenang. Ia selalu khawatir dengan Naskala dan ketakutan jika pria yang sangat ia cintai itu akan tersangkut sebuah kasus.


Cempaka berusaha menahan rasa kantuknya. Ia menunggu di atas balkon sembari memperhatikan halaman menunggu Naskala pulang.


Ia berharap kali ini dirinya tak lagi kecolongan seperti biasanya. Selalu saja Cempaka tertidur lebih awal. Ia sendiri sebal dengan hal itu karena dirinya tak bisa bergadang sama sekali.


Cempaka pun mengusap matanya menggunakan batu es agar segar sedia kala. Napas panjang beberapa kali dihembuskan dari dirinya berharap bisa menahan rasa kantuk yang menyerangnya dan sangat luar biasa itu.


"Cempaka! Ayo semangat. Pasti bisa. Ini demi kebaikan kita," monolog Cempaka kepada dirinya sendiri seolah-olah ia dan jiwanya memiliki dua raga yang berbeda.


Cempaka pun menatap halaman itu sekali lagi dan mobil yang ia tunggu-tunggu tetap saja tak kunjung datang. Sebenarnya Naskala itu pulang jam berapa? Kenapa sampai selarut ini belum juga pulang?


Ia tak tahu betul kapan Naskala datang dan kapan Naskala pergi. Ia selalu saja kecolongan. Cempaka melirik jam di tangannya dan haru sudah hampir jam 00:00 tapi belum juga Naskala pulang.


"Kayaknya Om tau kalau aku lagi nungguin dia makanya dia gak pulang-pulang." Entah kenapa Cempaka yakin dengan hal itu. Tapi semoga saja bukan itu alasannya.


Cempaka memutuskan untuk masuk ke dalam kamar dan memilih untuk melanjutkan tidur. Mungkin kali ini dia akan menyerah dan lebih memilih untuk tidur. Pada dasarnya Cempaka tak akan pernah berhasil dalam urusan menunggu seperti ini. Baginya menunggu sesuatu yang tidak pasti itu sangat melelahkan.


Derrttt


Suara mobil yang baru saja memasuki halaman sontak membuat Cempaka terbangun dan melirik ke bawah. Ia tersenyum lebar melihat mobil Naskala yang datang.


Kali ini penantiannya tidak sia-sia.


"Alhamdulillah! Nikmat mana yang kamu berikan kepada hamba ya Allah. Sumpah aku masih gak nyangka kalau kali ini aku berhasil."


Cempaka tersenyum lebar dan tak menyadari jika Naskala melihat dirinya yang belum juga tidur dari bawah.


Naskala menarik napas panjang dan memejamkan matanya. Kenapa Cempaka jam segini belum juga tidur.


"Anak itu memang tidak tahu dengan kata lelah. Apa yang dia inginkan semuanya harus tercapai baginya." Naskala sangat hapal dengan prinsip Cempaka.


Ia pun memasukkan mobil ke garasi dan kemudian masuk ke dalam rumah. Benar saja Cempaka tengah berdiri di ruang tengah sedang mencegatnya.


"Ada apa?" tanya Naskala pura-pura tak tahu apa tujuan wanita itu. "Sudah malam dan kamu belum tidur. Anak perempuan itu harus tidur cepat. Saya bilang Bunda."


Tampak wajah Cempaka cemberut. Selalu saja dirinya diancam seperti itu.

__ADS_1


"Ish gak seru ah Om suka main lapor-lapor gitu."


"Masuk ke kamar kamu dan langsung tidur. Buat apa kamu berdiri di sini kaya kuyang."


"Om masih aja gak sadar kalau Cempaka itu lagi nungguin Om pulang," ucapnya dengan nada yang sangat semangat.


Naskala tersenyum tipis dan menganggukkan kepala beberapa kali.


"Saya tahu dan saya tidak ada meminta kamu untuk menunggu saya pulang."


"Om, Om sengaja kan buat menghindari Cempaka! Om jangan kaya gitu lah," protes Cempaka kepada Naskala.


"Sudah? Kamu mau bilang apa?"


"Cempaka pengen bilang maaf dan jangan hindari Cempaka. Dan Cempaka yakin kalau Om bukan salah satu orang yang terlibat dalam pembunuhan rekam Om."


Naskala terkejut. Dari mana Cempaka mengetahui hal itu. Ia rasa tidak ada menceritakan masalah tersebut kepada perempuan tersebut. Apa bundanya? Tidak mungkin jika itu bundanya. Karena Naskala juga tahu bahwa bundanya tak ingin Cempaka tahu.


"Dari mana kamu tahu?"


"Bunda bilang." Ternyata benar bunda yang sudah memberitahukan Cempaka.


"Itu masalah saya dan kamu jangan ikutan untuk terlibat atau memikirkan masalah saya. Saya sudah besar dan seharusnya saya sudah bisa mengatasinya sendiri."


Cempaka merasa tak terima. Seolah Naskala meremehkan dirinya. Memang dia tak begitu mengerti tapi jika sampai Naskala ditangkap yang rugi bukan hanya Naskala tetapi dirinya. Belum lagi sakit hatinya belum lagi hinaan yang akan ia dapatkan dari teman-temannya.


"Cempaka tahu kalau Cempaka memang tidak berarti bagi Om. Tapi Cempaka serius ingin membantu Om. Om sudah banyak membantu Cempaka."


"Memang kamu mau membantu saya pakai apa?"


Skak mat. Cempaka langsung terdiam. Benar juga dirinya hanyalah seorang remaja yang masih polos dan tak mengerti apa-apa namun tiba-tiba ingin menjadi pahlawan kesiangan dan tak tahu ingin melakukan apapun. Jika ada awards orang tertolol di dunia maka dirinyalah orang yang paling tolol.


Naskala yang melihat itu hanya menggelengkan kepala dan lalu pergi begitu saja melewati Cempaka.


"Jangan lupa tidur dan juga baca doa. Kamu keluar saja masih melupakan hijab, kamu lupa kalau kamu ingin bertemu saya?"


Cempaka langsung menyentuh kepalanya dan benar ia tak mengenakan benda itu. Habislah sudah, makin lagi Naskala akan ilfil kepadanya.


"Emang paling teledor dah kamu Cempaka!" dumelnya kepada diri sendiri.

__ADS_1


__________


"Cempaka ikut dong! Masa kalian mau jalan-jalan tapi aku gak diajak."


Yohana, Patrica, dan Nanda menatap Cempaka.


"Yakin mau ikut? Mobil gak cukup lho. Kamu sama Reyhan aja? Tapi kan nanti kalau kamu sama Reyhan kamu bakal dimarah sama om-om kamu," sindir Sinta yang bermaksud ingin meledek Cempaka.


Cempaka terdiam menatap Reyhan, Vincent, William. Mereka sudah memiliki tumpangan masing-masing dan memang Reyhan yang hanya sendiri.


Tapi tidak mungkin bahwa Naskala akan tahu jika ia ikut dengan Reyhan jadi apa salahnya.


"Aku ikut Reyhan juga gak papa."


Semua orang terdiam dan menatap Reyhan dengan pandangan menggoda. Reyhan yang ditatap seperti itu menjadi salah tingkah. Akhirnya penantian selama ini terkabul juga.


Sebenarnya mobil masih muat tapi mereka sengaja mengatakan itu agar Cempaka pergi dengan Reyhan.


"Ciehh bro!" Cempaka antara mengerti dan juga bingung kenapa teman-temannya meledak dirinya dengan Reyhan.


"Kenapa memang? Ada yang salah yah?"


"Gak ada yang salah cuman ada yang lagi kesenangan."


"Oh."


Reyhan memasangkan sendiri helm tersebut kepada Cempaka dan banyak siulan yang dilemparkan kepada mereka.


"Kalian kenapa sih," ucap Cempaka heran.


"Tahu tuh. Tidak usah pedulikan. Kamu naik cepat."


Cempaka pun mengangguk dan duduk di boncengan. Saat Cempaka telah pergi terlebih dahulu bersama Reyhan barulah geng tersebut saling bertos ria.


"Yes berhasil."


_________


Tbc

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA.


__ADS_2